ANALISIS KETIMPANGAN TOTAL FACTOR PRODUCTIVITY SEKTOR INDUSTRI DI INDONESIA TAHUN 2000-2013
IVAN LILIN SURYONO, Prof. Dr. Iswardono Sardjono Permono, M.A.;Hengki Purwoto, M.A.
2015 | Tesis | S2 Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika pertumbuhan Total Factor Productivity (TFP) dan ketimpangan TFP sektor industri di Indonesia selama periode 2000-2013. Penelitian menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik Indonesia. Data tersebut berupa data panel yang terdiri dari output, tenaga kerja, bahan baku, energi dan perubahan modal tetap. Pendekatan untuk menganalisis TFP menggunakan DEA-Malmquist Productivity Index dengan unit analisis subsektor industri (ISIC 2 digit). Selanjutnya untuk menganalisis perbedaan TFP antara sesudah dan sebelum krisis 2008-2009 menggunakan Mann-Whitney Test. Penelitian ini juga menggunakan Indek Theil untuk menganalisis ketimpangan TFP antar subsektor industri. Hasil analisis TFP menunjukkan bahwa selama periode pengamatan TFP pada sektor industri di Indonesia tumbuh secara stabil dengan perubahan positif pada akhir pengamatan. Perubahan TFP lebih banyak didorong oleh adanya efisiensi teknis dibandingkan dengan perubahan teknologi. Selain itu, krisis keuangan global 2008-2009 tidak memberikan dampak yang berbeda pada perubahan TFP. Ketimpangan TFP antar subsektor industri selama periode pengamatan secara umum mengalami penurunan ketimpangan.
The aims of this research are analyze the dynamics of Total Factor Productivity (TFP) growth and analyze inequality of TFP in Indonesia's manufacturing sector from 2000 to 2013. This research uses secondary data from Central Bureau of Statistics of Indonesia. The data are panel data, i.e., output, labor, raw material, energy and change in fixed capital. Techniques selected for evaluation of TFP change is Data Envelopment Analysis (DEA) and the Malmquist Productivity Index (MPI) which industry subsector (ISIC 2 Digit) as analysis unit. Furthermore, Mann-Whitney Test used to analyze the difference of TFP during pre and post-global financial crisis in 2008-2009. This research uses the Theil Index to analyze inequality of TFP among industry subsectors. The result of this research shows that during observation period, TFP of Indonesia's manufacturing sector grew steadily with positive change in the end of the observation. TFP growth were driven more by technical efficiency change rather than technological progress. Moreover, TFP growth indicates no difference growth between pre and post-global financial crisis. In generally, TFP inequalities among industry subsectors decreased during the observation period.
Kata Kunci : Ketimpangan, Sektor Industri, Total Factor Productivity (TFP), DEA, Malmquist Productivity Index