VARIASI GENETIK TALAS (Colocasia esculenta (L.) SCHOTT) DI PROVINSI SULAWESI TENGGARA BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGIS DAN MOLEKULAR
SATRIANI, Dr. Budi Setiadi Daryono, M. Agr. Sc;Dr. Purnomo, M.S.
2015 | Tesis | S2 BiologiTalas (Colocasia esculenta (L.) Schott) merupakan salah satu tumbuhan yang terdapat di Sulawesi Tenggara. Tumbuhan ini berperan sebagai penyediaan bahan pangan non beras, diversifikasi bahan pangan lokal, bahan baku industri, dan komoditas strategis pemasok devisa melalui ekspor dan lain sebagainya. Talas dapat dikembangkan melalui pemuliaan tanaman dengan memanfaatkan informasi mengenai keanekaragaman genetik. Tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis variasi genetik talas di Sulawesi Tenggara berdasarkan karakter morfologis dan molekular. Pengambilan sampel dilakukan di Sulawesi Tenggara meliputi beberapa kabupaten dan kota diantaranya; Kota Kendari, Kabupaten Kolaka, Kota Bau - bau, Kabupaten Buton, Kabupaten Muna, Kabupaten Bombana, dan Pulau Wawonii, yang ditentukan berdasarkan hasil observasi. Analisis morfologis dan molekular dilakukan di Laboratorium Genetika Fakultas Biologi Universtas Gadjah Mada. Analisis morfologis dilakukan dengan mengkarakterisasi 25 kultivar talas berdasarkan deskriptor IPGRI. Analisis molekular menggunakan 5 penanda RAPD yaitu OPB-05, OPW-8, OPA-17, OPH-01, dan OPA05. Hasil pengamatan dengan menggunakan karakter morfologis menunjukkan variasi genetik talas di Sulawesi Tenggara dalam daun dan rimpang. Variasi yang menonjol pada daun terlihat pada warna petiole dan pelepah daun, sedangkan pada rimpang, variasi terlihat pada warna daging dan serat rimpang. Pada analisis molekular menunjukkan adanya variasi genetik yang tinggi diantara kultivar talas dengan rerata nilai polimorfisme 86,74%. Informasi variasi genetik talas berdasarkan karakter morfologis dan karakter molekular tidak menunjukkan keselarasan dalam hal koefisien kesamaan dan hasil analisis pengelompokan.
Taro (Colocasia esculenta (L.) Schott) is one of the plants located in the South-East Sulawesi. This plant can serve as non-rice food supply, diversified local food, industrial raw materials, and strategic commodities of foreign supply through exports and so forth. Taro can be developed through plant breeding by using genetic diversityinformation. The objectives of this research wereto study genetic variation of taro in South-East Sulawesi based on morphological and molecular characters and also to analyze the both characters. Sampling was conducted in South-East Sulawesi covering several districts and cities such as; Kendari City, KolakaDistrict, Bau�bau City, Buton District, MunaDistrict, BombanaDistrict, and Wawonii island. Sampling areaswere determined based on the result of observations. Morphological analysis was initiated by identifying sample based onavailable literatures and images, then it is characterized by observing 3 main characters which consist of leaves, rhizomes, and roots using IPGRI descriptors. The samples were amplified in thermal cycler using 5 RAPD markerssuch us OPB-05, OPW-8, OPA-17, OPH-01, and OPA05.The observation using morphological characters showed genetic variations in Southeast Sulawesi in taro leaves and rhizomes. Leaves showed prominent variations in petiole colours and leaf sheaths, while the rhizome showed prominent variation in meat and fiber rhizome colours. Molecular analysis showed high genetic variation among cultivars of taro with mean value of polymorphism 86.74% Taro genetic variation based on morphological and molecular characters did not show harmony in terms of similarity coefficient and grouping analysis results.
Kata Kunci : Talas, RAPD, Sulawesi Tenggara/Taro, RAPD, South-East Sulawesi