EVALUASI KETERSEDIAAN FASILITAS DAN PELAYANAN RUMAH SAKIT DALAM PELAKSANAAN BPJS DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT FATMAWATI JAKARTA SELATAN
TOMI ABUBAKAR ALWI, Dr Setiyono, MBA, M.Kes
2015 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan sudah mulai diimplementasikan sejak 1 Januari 2014. Jumlah peserta BPJS yang terus meningkat tentunya harus diimbangi dengan ketersediaan fasilitas dan pelayanan kesehatan yang memadai. RSUP Fatmawati Jakarta Selatan merupakan salah satu rumah sakit yang bergabung dalam sistem JKN. Masyarakat menganggap bahwa fasilitas yang tersedia pada RS pemerintah jumlahnya terbatas khususnya untuk pasien tidak mampu sehingga menyebabkan pelayanan yang diberikan kepada pasien dirasakan menjadi kurang maksimal sehingga pasien banyak yang mengeluhkan kurang puas atas jasa kesehatan yang diberikan rumah sakit. Fasilitas merupakan sarana maupun prasarana penting dalam meningkatkan kepuasan. Penyedia jasa pelayanan kesehatan harus mampu memberikan pelayanan medis atau fasilitas dalam penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan dan selalu berusaha meningkatkan mutu pelayanan yang berorientasi kepada kepuasan pasien. Tujuan: Melakukan evaluasi ketersediaan fasilitas dan pelayanan rumah sakit dalam pelaksanaan BPJS dan untuk mengetahui apakah fasilitas dan pelayanan rumah sakit berpengaruh terhadap kepuasan pasien BPJS di RSUP Fatmawati. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif menggunakan metode penelitian deskriptif, yaitu menggambarkan fenomena aktual dan menganalisanya sedangkan analisis kuantitatif menggunakan regresi linear berganda.Populasi yang digunakan 328.741 pasien BPJS pengguna jasa RSUP Fatmawati, dan sampel diambil 400 responden menggunakan metode convenience sampling. Hasil dan Pembahasan: Hasil observasi terhadap fasilitas menunjukkan bahwa RSUP Fatmawati telah memenuhi kebutuhan pasien BPJS. Berdasarkan analisis gap terhadap pelayanan diketahui bahwa kepuasan pasien masih belum maksimal, ditunjukkan dengan masih terdapat kesenjangan antara kenyataan dan harapan pasien terhadap pelayanan yang diberikan. Dari 15 indikator yang diteliti terdapat dua indikator yang mempunyai nilai kepuasan kecil antara lain, informasi penyakit oleh dokter dan penerimaan pasien cepat. Pengujian hipotesis secara parsial untuk masing-masing variabel menunjukkan bahwa nilai t hitung lebih besar dari t tabel sehingga fasilitas dan pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan pasien. Pengujian secara simultan menunjukkan bahwa nilai F hitung lebih besar dari F tabel sehingga fasilitas dan pelayanan secara simultan berpengaruh terhadap kepuasan pasien. Kesimpulan: Fasilitas yang disediakan telah memenuhi kebutuhan pasien BPJS. Pelayanan yang diberikan sebagian telah memuaskan pasien kecuali pelayanan farmasi dan pelayanan dokter pada instalasi rawat jalan. Hasil pengujian menunjukan bahwa fasilitas dan pelayanan rumah sakit secara simultan dan parsial berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien.
Background: The National Health Insurance Scheme (JKN) held by BPJS already started to be implemented from 1 January 2014. The number of participants continues to increase BPJS must be balanced with the availability of facilities and adequate health care. Fatmawati hospital in South Jakarta is one of the hospitals that join the JKN. People considered that the facilities available in government hospitals are limited, especially for patients not capable of causing the service provided to patients was felt to be less than the maximum that many patients who complain less satisfied with the health services by the hospital. Facilities and infrastructure is an important tool in improving satisfaction. Health care providers must be able to provide medical services or facilities in curing diseases and health recovery and always trying to improve the quality of services oriented to patient satisfaction. Objective: To evaluate the availability of facilities and hospital services in the implementation of BPJS and to determine whether the facility and hospital services BPJS effect on patient satisfaction in Fatmawati Hospital. Methods: The study used a qualitative and quantitative approach. Qualitative analysis using descriptive research method, which describe the actual phenomenon and analyze it while quantitative analysis using linear regression berganda. Populasi 328 741 patients who used the service user BPJS Fatmawati hospital, and samples were taken of 400 respondents using convenience sampling method. Results and Discussion: The results show that the observations of the facility Fatmawati Hospital has met the needs of patients BPJS. Based on the gap analysis of the services it is known that patient satisfaction is still not optimal, is shown with still a gap between reality and expectations of the patients with the services provided. Of the 15 indicators studied, there are two indicators that have little satisfaction score among other things, information about the disease by the physician and patient acceptance quickly. Testing the hypothesis partially to each variable indicate that the value of t is greater than t table so that the facilities and services influence on patient satisfaction. Simultaneous testing showed that the value of F count larger than F table so that the facilities and services simultaneously affect the patient's satisfaction. Conclusion: The facilities provided are meeting the needs of patients BPJS. The services provided partially satisfactory except for pharmacy services and patient care physicians at outpatient installation. The test results showed that the facilities and hospital services simultaneously and partially significant effect on patient satisfaction.
Kata Kunci : Facilities , hospital services , patient satisfaction