Laporkan Masalah

PENERAPAN SANKSI ETIK ATAS PELANGGARAN KODE ETIK NOTARIS OLEH MAJELIS PENGAWAS DAN DEWAN KEHORMATAN DI KABUPATEN SLEMAN

AGUNG DHANI KUSUMO, Dr. Sutanto, S.H., M.S

2015 | Tesis | S2 Kenotariatan

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan selanjutnya mengkaji Implementasi penerapan dan sanksi etik oleh Dewan Kehormatan dan Majelis Pengawas terhadap pelanggaran Kode Etik Notaris di Kabupaten Sleman. Selain itu untuk mengetahui dan selanjutnya mengkaji faktor-faktor apa yang menghambat dan menjadi pendorong penerapan sanksi etik oleh Dewan Kehormatan dan Majelis Pengawas terhadap pelanggaran Kode Etik Notaris di Kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian normatif-empiris berdasarkan sumber data yang didapatkan dalam penelitian ini. Sifat penelitian ini merupakan penelitian hukum yang bersifat deskriptif. Penelitian hukum deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan keberadaan suatu kebenaran hukum yang sebenarnya. Jenis dan sumber data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Sumber data primer didapatkan melalui wawancara dengan metode Porposive Sampling. Responden dalam penelitian ini yaitu terdiri dari Majelis Pengawas Daerah dan Dewan Kehormatan Daerah di Kabupaten Sleman. Penerapan sanksi etik atas pelanggaran Kode Etik Notaris yang dilakukan oleh Dewan Kehormatan Daerah dan Majelis Pengawas Daerah belum dilakukan dengan semaksimal mungkin karena ada hambatan. Faktor penghambat secara rinci berkaitan dengan hambatan dalam melakukan pengawasan oleh Majelis Pengawas Daerah dan Dewan Kehormatan Daerah meliputi waktu, wilayah dan jumlah notaris, fasilitas dan ewuh pekewuh. Faktor pendorongnya adalah pembinaan dan pengawasan Kode Etik Notaris perlu diadakan secara terus menerus karena sanksi pelanggaran Kode Etik Notaris yang diberikan tidak tegas, dengan adanya pembinaan Kode Etik kepada Notaris, semakin banyak Notaris yang bekerja sesuai dengan ketentuan undang-undang, jumlah Notaris yang tertib masih lebih banyak.

The objective to be achieved in this research is to know and furthermore, to study the implementation of application and ethical sanctions by Board of Honor and House of Supervisory towards the violations of Notary Ethical Code in the district of Sleman. Moreover, to know and furthermore, to study factors that prevent and encourage the application of ethical sanctions by Board of Honor and House of Supervisory towards the violations of Notary Ethical Code in the district of Sleman. This research uses normative-empirical research based on data source obtained in this research. The property of this research is a descriptive law research. A descriptive law research is a research aiming for describing the truth of actual law existence. Type and source of data in this research use primary and secondary data. Source of primary data is obtained through interview with Purposive Sampling method. Respondent in this research is Regional House of Supervisory and Regional Board of Honor in the district of Sleman. The application of ethical sanction on the violation of Notary Ethical Code done by Regional Board of Honor and Regional House of Supervisory has not been done as much as possible because there are some obstacles. Factors that prevent in detail related to obstacles in conducting supervision by Regional House of Supervisory and Regional Board of Honor include time, area, and the number of notaries, facility, and hesitation. The encouraging factors are development and supervision of Notary Ethical Code that needs to be held continuously because the sanction of Notary Ethical Code violation given is not firm. The presence of development of Ethical Code to Notary, there will be more Notaries who work in accordance with legal regulations, and the number of discipline notaries is more.

Kata Kunci : Sanksi, Kode Etik, Majelis Pengawas

  1. S2-2015-357274-abstract.pdf  
  2. S2-2015-357274-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-357274-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-357274-title.pdf