Diplomasi Kemanusiaan ASEAN Terhadap Myanmar Studi Kasus Bencana Siklon Nargis
RIFQI ITSNAINI YUSUF, Drs. Dafri Agussalim, MA
2015 | Tesis | S2 Ilmu Hubungan InternasionalTesis ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana diplomasi kemanusiaan ASEAN dalam upaya melakukan intervensi kemanusiaan terhadap korban bencana Siklon Nargis di Myanmar yang mendapatkan penolakan keras dari pemerintah junta militer Myanmar itu sendiri. Meskipun pemerintah junta militer Myanmar juga telah melakukan respon yang sama terhadap semua negara donor yang ingin membantu para korban bencana Siklon Nargis itu, kecuali yang dianggap negara-negara sahabat, ASEAN sebagai organisasi regional yang menaungi Myanmar telah berusaha melakukan inisiatif untuk berdiplomasi dengan pihak pemerintah junta militer Myanmar melalui diplomasi khas negara-negara anggota ASEAN melalui pendekatan budaya yang disebut ASEAN Way. Penelitian ini fokus pada usaha ASEAN melalui diplomasi kemanusiaan yang dikembangkan oleh ASEAN untuk menyikapi prinsip non-intervensi yang selama ini menjadi salah satu pondasi utama dari ASEAN itu sendiri. Data diperoleh dari studi literatur baik melalui buku, jurnal, koran dan artikel-artikel daring, serta referensi data dari internet. Penelitian tesis ini menghasilkan beberapa penemuan. Pertama, ASEAN berperan dalam dibukanya akses terhadap pengiriman pekerja dan bantuan kemanusiaan di Myanmar. Kedua, diplomasi kemanusiaan ASEAN terbukti efektif guna menyiasati prinsip non-intervensi yang dipegang teguh oleh pemerintah junta militer Myanmar. Ketiga, pendalaman pemahaman terhadap platform pengembangan manajemen bencana perlu ditingkatkan guna meminimalisir potensi korban bencana di wilayah ASEAN dimasa yang akan datang.
This thesis aims to analyze the extent of ASEAN humanitarian diplomacy in its effort to make humanitarian intervention for the victims of Cyclone Nargis in Myanmar, in which has a strong opposition from the military government of Myanmar. Although the military government of Myanmar has done the same response to all the donors who want to help the victims of Cyclone Nargis, but its only except for considered friendly nations. ASEAN as a regional organization which Myanmar is belong, has been trying to take the initiative to diplomacy with the military government Myanmar through an typical diplomacy of the member countries of ASEAN through the cultural approach which called ASEAN Way. This study focuses on ASEAN business through humanitarian diplomacy that developed by ASEAN to address the principle of non-intervention which has become one of the main foundations of ASEAN itself. The data were obtained from literature through books, journals, newspapers and articles online, as well as reference data from the internet. This thesis research resulted in several discoveries. First, ASEAN was instrumental in the opening of the access to and the delivery of humanitarian aid workers in Myanmar. Second, ASEAN humanitarian diplomacy proved to be an effective way to deal with the principle of non-intervention which is held firmly by the military government of Myanmar. Third, the understanding of the development platform disaster management needs to be improved and deepened in order to minimize the potential for disaster victims in the region in the future.
Kata Kunci : ASEAN, Myanmar, Siklovn Nargis, Diplomasi Kemanusiaan, ASEAN Way, Manajemen Bencana, Keyword: ASEAN, Myanmar, Cyclone Nargis, humanitarian diplomacy, ASEAN Way, disaster management.