Perbandingan biaya kesehatan katastrofik pada rumah tangga di Indonesia tahun 2008 dan 2011
VINI ARISTIANTI, Dr. Drg. Julita Hendrartini, M.Kes; Ki Hariyadi, S.Si., MPH
2016 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang : Indonesia merupakan negara lower middle income dengan pengeluaran kesehatan secara out of pocket yang tinggi dan cakupan asuransi kesehatan yang rendah, kedua hal tersebut merupakan faktor yang mendorong terjadinya bencana keuangan atau pengeluaran kesehatan katastrofik. Pengeluaran kesehatan katastrofik dapat membuat orang menjadi miskin karena sakit dan ini akan membuat angka kemiskinan semakin meningkat. Biaya kesehatan katastrofik ini dapat dicegah salah satunya dengan perlindungan finansial dalam jaminan kesehatan yang menjamin bahwa setiap orang dapat menggunakan layanan kesehatan tanpa kesulitan keuangan atau pun menjadi miskin karena membayar biaya pelayanan kesehatan yang mereka butuhkan (WHO, 2014). Tujuan penelitian ini untuk menghitung dan mengidentifikasi perbedaan proporsi pengeluaran kesehatan katastrofik pada rumah tangga di Indonesia tahun 2008 dan 2011 dan mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya pengeluaran kesehatan katastrofik pada tahun 2008 dan 2011. Metode : Penelitian ini adalah penelitian analisis lanjut data Susenas tahun 2008 dan 2011 dengan rancangan cross-sectional. Data Susenas 2008 dan 2011 diolah dengan komputer dan dilakukan analisis univariabel, bivariabel dan multivariabel dengan α = 0,05. Regresi logistik digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab pengeluaran kesehatan katastrofik. Uji MannWhitney digunakan untuk melihat perbedaan kemampuan membayar rumah tangga pada tahun 2008 dan 2011. Unit analisis penelitian ini adalah rumah tangga pada seluruh provinsi yang ada di Indonesia yang menjadi sampel dalam Susenas tahun 2008 dan 2011. Hasil : Ada perbedaan kemampuan membayar rumah tangga di Indonesia pada tahun 2008 dan 2011 (p=<0,001) sebesar Rp 8.697,-. Ada perbedaan proporsi kejadian pengeluaran kesehatan katastrofik pada rumah tangga di Indonesia dari tahun 2008 ke tahun 2011, dimana proporsi kejadian katastrofik naik sebesar 0,29% di tahun 2011. Pengeluaran kesehatan katastrofik pada rumah tangga Indonesia Tahun 2008 dan 2011 dipengaruhi oleh status ekonomi rumah tangga, keberadaan lansia dalam rumah tangga, kepemilikan jaminan/asuransi kesehatan dalam rumah tangga, tingkat pendidikan kepala rumah tangga, lokasi tempat tinggal rumah tangga, jenis kelamin kepala rumah tangga, rasio tanggungan rumah tangga, dan adanya balita dalam rumah tangga. Kesimpulan : Status ekonomi rumah tangga sangat kaya, adanya lansia dalam rumah tangga merupakan faktor utama penyebab kejadian pengeluaran kesehatan katastrofik. Pemerintah diharapkan lebih memperhatikan perlindungan finansial terutama bagi rumah tangga yang memiliki lansia dan pada semua tingkatan status ekonomi rumah tangga, karena rumah tangga menengah ke atas memiliki risiko yang tinggi mengalami pengeluaran kesehatan katastrofik, dan meningkatkan akses ke pelayanan kesehatan yang terjangkau untuk rumah tangga yang telah memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah. Kata Kunci : Out of Pocket, Pengeluaran Kesehatan Katastrofik, Jaminan Kesehatan, Indonesia
Background: Indonesia is a lower middle income country with high out of pocket in Health Expenditures and low health insurance coverage. High out of pocket and low insurance coverage are factors that leads to a financial disaster or catastrophic health expenditures. Catastrophic health expenditures can make sick people fall in poverty. The catastrophic health expenditures can be prevented by financial protection in health insurance that guarantees everyone can use health services without financial difficulty or becomes poor because pay health care costs which they need (WHO, 2014). The purpose of this study to calculate and identify differences in the proportion of catastrophic health expenditures in households in Indonesia in 2008 and 2011 and identifies differences in the factors associated with the occurrence of catastrophic health spending in 2008 and 2011. Methods: This study is a further analysis of Susenas data 2008 and 2011 with a cross-sectional design. SUSENAS Data 2008 and 2011 processed by computer and analyzed as univariable, bivariable and multivariable with α = 0.05. Logistic regression was used to identify factors that cause catastrophic health expenditures. MannWhitney test to see there a difference ability to pay in 2008 and 2011. The unit analysis of this study was households in all provinces in Indonesia are being sampled in Susenas 2008 and 2011. Result: There is a difference (p=<0,001) in the ability to pay of Indonesia households in 2008 and 2011 amounting to Rp 8,990,-. There is a difference in the proportion of catastrophic health expenditures incidence in Indonesia households from 2008 to 2011, where the incidence of catastrophic increase by 0.37% in 2011. Catastrophic Health expenditures on Indonesian households in 2008 and 2011 related to the economic status of household, the presence of elderly in the household, ownership of health insurance in the household, education level of household head, residence location of household, gender of household head, household dependency ratio, and existence of preschool child in the household. Conclusions: Rich households and the elderly in the household is a major factor of catastrophic health expenditures. The government must pay more attention to financial protection, especially for households that have elderly and on all levels the economic status of households, because households upper middle has a high risk of experiencing catastrophic health expenditures, and improve access to affordable health services for households who have health insurance from the government. Keywords: Out of Pocket, Catastrophic Health Expenditure, Health Insurance, Susenas, Indonesia
Kata Kunci : Out of Pocket, Catastrophic Health Expenditure, Health Insurance, Susenas, Indonesia