Laporkan Masalah

ANALISIS PENGARUH KARAKTERISTIK UMKM TERHADAP IMPLEMENTASI SAK ETAP

GILANG CITA PRADANA, Fu'ad Rakhman, S.E., M.Sc., Ph.D., CA.,

2015 | Tesis | S2 Akuntansi

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan bidang yang sangat strategis dan berperan besar terhadap perekonomian Indonesia. Peran UMKM dalam perekonomian sangat terlihat saat Indonesia dalam keadaan krisis moneter. UMKM tidak hanya berperan dalam membangun ketahanan ekonomi negara tetapi juga berperan penting dalam menyumbang sebagian besar Produk Domestik Bruto (PDB) negara dan mampu membuka lapangan kerja yang luas bagi masyarakat. UMKM di Indonesia akan memperoleh peluang dan tantangan yang besar dengan berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada akhir tahun 2015. UMKM akan berpotensi dapat memperluas pangsa pasar di kawasan negara ASEAN tetapi juga akan menghadapi tantangan yang berat karena tidak adanya proteksi arus barang dan jasa dari negara lain di kawasan Asean. Dalam menghadapi tantangan berlakunya MEA, masih banyak permasalahan yang ada pada UMKM salah satunya adalah sulitnya akses permodalan pada UMKM yang disebabkan karena pelaku usaha UMKM tidak dapat menyediakan informasi akuntansi berupa laporan keuangan dan rendahnya kualitas laporan keuangan pada UMKM. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) membuat standar akuntansi khusus yang disesuaikan dengan karakteristik UMKM yakni Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntansi Publik (SAK ETAP) dan berlaku efektif sejak Januari 2011. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat implementasi SAK ETAP dan menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penyiapan dan pembuatan laporan keuangan pada UMKM di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Peneliti memilih lima variabel yakni bentuk usaha, umur usaha, ukuran usaha, latar belakang pendidikan dan persepsi manfaat akuntansi yang akan diuji pengaruhnya terhadap penyiapan dan pembuatan laporan keuangan menggunakan teknik regresi berganda dengan SPSS. Peneliti menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian dan sampel yang digunakan dalam penelitian berjumlah 78 responden yang merupakan pemilik usaha dan bagian akuntansi dalam usaha. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yakni hanya UMKM kecil dan menengah yang terdaftar di database Disperindagkop DIY. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa implementasi SAK ETAP dalam penyusunan dan pembuatan laporan keuangan pada UMKM kecil dan menengah di DIY kurang memadai. Variabel yang berpengaruh dalam penyusunan dan pembuatan laporan keuangan adalah variabel bentuk usaha dan variabel ukuran usaha sedangkan variabel umur usaha, latar belakang pendidikan dan persepsi manfaat akuntansi tidak berpengaruh signifikan terhadap penyusunan dan pembuatan laporan keuangan.

Micro, Small and Medium Enterprises (SMEs) is a highly strategic sectors and have important role in the Indonesian economy. The role of SMEs in the economy is very important when Indonesia was in a state of financial crisis. SMEs role not only important in building the country's economic resilience but also important in contributing to most of the Gross Domestic Product (GDP) and the country is able to open greater employment opportunities for the community. SMEs in Indonesia will gain great opportunities and challenges with will start the ASEAN Economic Community (AEC) in the end of 2015. SMEs will potentially be able to expand market share in the Asean countries but also will face a tough challenge because low protection of the flow goods and services other countries in the ASEAN region. In facing the challenge of entry into force of the MEA, there are still many problems that exist in SMEs one of which is the difficulty of access to capital in SMEs because the entrepreneurs of SMEs are unable to provide accounting information such as financial statements and the low quality of financial reporting at SMEs. To overcome these problems, the Indonesian Accountants Association (IAI) make accounting standards specifically to the characteristics of SMEs Standar Akuntansi Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) effective since January, 2011. This study was determine the level of implementation of SAK ETAP and analyzes the factors that influence the preparation of financial statement and accounting information at SMEs in Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Researchers selected five variables that legalities of business, age of business, size of business, educational background, the perception of the benefits of accounting to be tested influence on the preparation financial statement and accounting information using multiple regression techniques with SPSS 22. Researchers used a questionnaire as a research instrument and the sample used 78 respondents who are business owners and the accounting department in the business. The sampling technique used purposive sampling that only small and medium-sized SMEs registered in the database Disperindagkop DIY. The results from the study that the implementation of SAK ETAP in the preparation financial statement and accounting information in small and mediumsized of SMEs in DIY are inadequate. Variables that influence in the preparation and financial reporting is legalities of business and size of business while the variable age of business, educational background, and perception benefits of accounting no significant effect on the preparation financial statement and accounting information.

Kata Kunci : Small and medium businesses, preparation financial statement and accounting information, legalities of business, age of business, size of business, educational background, perception benefits of accounting.

  1. S2-2015-371282-abstract.pdf  
  2. S2-2015-371282-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-371282-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-371282-title.pdf