Laporkan Masalah

Akses dan Karakteristik Puskesmas Sebagai Penentu Ketersediaan dan Kesesuaian Tenaga Promosi Kesehatan Terhadap Proses Program Promosi Kesehatan di Puskesmas Kabupaten/kota Indonesia (Analisis Data Rifaskes 2011)

RIADI ARDIAN Y., Prof. dr. Siswanto Agus Wilopo SU, MSc, ScD; Dra. Yayi Suryo Prabandari, M.Si., PhD

2015 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: Puskesmas bertugas melakukan peningkatan derajat kesehatan salah satunya dengan program promosi kesehatan. Pelaksanaan program promosi kesehatan yang baik perlu disertai dengan kecukupan sumber daya program promosi kesehatan secara lengkap di puskesmas. Kekurangan tenaga promosi kesehatan salah satunya dipengaruhi oleh tidak meratanya distribusi tenaga. Faktor geografi (topografi dan lokasi) dan jenis layanan menjadi faktor yang mempengaruhi distribusi tenaga kesehatan. Pemenuhan ketersediaan tenaga diharapkan dapat berdampak pada meningkatnya pelaksanaan program promosi kesehatan di puskesmas. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ketersediaan tenaga promkes dan tenaga pelaksana program promkes terhadap proses program promosi kesehatan di puskesmas kabupaten/kota Indonesia Metode penelitian: Penelitan kuantitatif metode penelitian deskriptif analitik dengan disain penelitian non-eksperimental (cross-sectional survei). Data yang digunakan adalah data Rifaskes tahun 2011. Populasi pada penelitian ini adalah semua puskesmas kabupaten/kota di Indonesia, yang terdaftar di dinas kesehatan kabupaten/kota berdasarkan data Rifaskes 2011. Analisis data terdiri dari analisis univariabel dalam bentuk frekuensi, distribusi dan GIS, bivariabel menggunakan chi-square, dan multivariabel menggunakan regresi logistik. Hasil: Topografi, dan jenis puskesmas memiliki hubungan significant dengan dengan ketersediaan tenaga promkes dan tenaga pelaksana promkes. Ketersediaan tenaga promkes, pelatihan, ketersediaan tenaga pelaksana promosi kesehatan memiliki hubungan significant dengan proses program promosi kesehatan (p_<_0.05). Hasil analisis multivariabel logistik regresi menunjukkan jenis dan topografi memiliki pengaruh terhadap ketersediaan tenaga promkes (R2_0,01) dan tenaga pelaksana program promkes (R2 0,12) serta ketersediaan tenaga promkes, pelatihan, dan ketersediaan tenaga pelaksana promosi kesehatan memiliki pengaruh terhadap proses program promosi kesehatan (R2 0,079). Kesimpulan: Jenis puskesmas dan topografi puskesmas terbukti memiliki pengaruh terhadap ketersediaan tenaga promosi kesehatan dan ketersediaan tenaga pelaksana program promosi kesehatan. Pelaksanaan program promosi kesehatan di puskesmas terbukti dipengaruhi ketersediaan tenaga pelaksana program promosi kesehatan, sedangkan variabel lain yang mempengaruhi pelaksanaan program promosi kesehatan adalah ketersediaan tenaga promosi kesehatan dan pelatihan.

Background: Shortages of health-promotion workers are influenced by the uneven distribution of health promotion workforce. Geographical factor (topography and location) and the type of service are the ones affecting the health worker distribution. Realization of the availability of health workforce is expected to increase the implementation of health promotion program in health centers. Objective: To determine the factors that affect the availability of health promotion workforce and health promotion field workers in the process of health promotion program at Indonesian primary health centers. Methods: This study used a descriptive analytical research method with a non-experimental study design (cross-sectional survey). The data was acquired from the 2011 Health Facility Survey (Rifaskes). The population in this study was all community health centers in Indonesian districts/cities. The data analyses consisted of frequency univariate analysis, distribution and GIS, bivariate analysis using the chi-square, and multivariate logistic regression analysis. Results: Topography and type of health center have a significant relationship with the availability of health promotion workforce (R2 0.01) and health promotion program field workers (R2 0.12). The availability of health promotion workforce, training, availability of health promotion program field workers have a significant relationship with the process of health promotion program (R2 0.079).

Kata Kunci : ketersediaan, distribusi, tenaga promosi kesehatan, program promosi kesehatan, puskesmas

  1. S2-2015-357408-abstract.pdf  
  2. S2-2015-357408-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-357408-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-357408-title.pdf