PERILAKU BERKENDARA PADA SISWA SMA DI KOTA RENGAT: KEBUTUHAN PROMOSI KESEHATAN UNTUK KESELAMATAN BERKENDARA
MONIFA PUTRI, dr. Mora Claramita, MHPE, Ph.D; Rendra Widyatama, SIP., M.Si
2015 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Kecelakaan lalu lintas menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu diperhatikan. Dampak yang diakibatkan kecelakaan lalu lintas adalah kerugian materil, kecacatan bahkan kematian. Laporan Polres Indragiri Hulu menyebutkan bahwa angka kecelakaan lalu lintas di Kota Rengat masih tinggi yaitu pada tahun 2013 sebanyak 130 kejadian. Kendaraan bermotor yang terlibat kecelakaan lalu lintas di Kota Rengat cenderung didominasi sepeda motor, pada tahun 2013 sebanyak 155 unit. Berdasarkan usia pelaku dan profesi pelaku kecelakaan lalu lintas, pelajar ikut menyumbangkan angka kecelakaan lalu lintas di Kota Rengat. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Satlantas Polres Indragiri Hulu, namun angka kecelakaan pada remaja masih tinggi. Oleh karena itu, perlu diketahui perilaku berkendara pada siswa dan faktor yang mempengaruhinya serta kebutuhan promosi kesehatan untuk keselamatan berkendara pada siswa tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggali perilaku berkendara dan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku berkendara pada siswa serta kebutuhan promosi kesehatan untuk keselamatan berkendara pada siswa SMA di Kota Rengat. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif (studi eksplorasi). Penelitian dilakukan di SMA N 1 Kota Rengat, informan yang dipilih sebanyak 56 orang dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan diskusi kelompok terarah, wawancara mendalam, studi dokumen dan observasi. Hasil: Perilaku berkendara pada siswa cenderung negatif, seperti tidak patuh peraturan lalu lintas, contoh: tidak memakai helm, tidak memakai kaca spion dan melanggar rambu-rambu lalu lintas. selain itu, siswa ugal-ugalan atau kebut-kebutan dan mengganti suku cadang kendaraan tidak sesuai standar. Perilaku siswa tersebut dipengaruhi oleh faktor keluarga dan faktor teman sebaya. Kebutuhan promosi kesehatan yang diinginkan oleh siswa antara lain: menggunakan metode permainan melalui gadget, narasumber utama adalah pihak kepolisian dan didukung oleh guru, tenaga kesehatan (dokter) dan motivator (korban kecelakaan lalu lintas), pelaksanaan promosi kesehatan di dalam ruangan yang luas dan memiliki ventilasi yang memadai, dengan durasi berkisar 1 jam, menggunakan media instagram, film animasi dan iklan elektronik, teknik penyampaian informasi menggunakan drama atau teater dan lagu, dan isi pesan menggunakan kata-kata gaul sesuai usia remaja. Kesimpulan: Perilaku berkendara pada siswa yang cenderung negatif dipengaruhi oleh faktor keluarga dan faktor teman sebaya. Siswa tersebut membutuhkan promosi kesehatan yang sesuai dengan keinginan mereka, sehingga promosi yang disampaikan lebih efektif dan efisien.
Background: Traffic accidents become one of the health problems that need attention. Impact caused traffic accidents that the material loss, disability and even death. Indragiri Hulu Police report states that the number of traffic accidents in the City of Rengat still high that in 2013 as many as 130 events. Motor vehicle involved in a traffic accidents in the city tend to be dominated Rengat motorcycle, in 2013 as many as 155 units. Based on the age of the offender and professions perpetrators of traffic accidents, students contributed number of traffic accidents in the City of Rengat. Various efforts have been made by the Traffic Police Indragiri Hulu, but the number of accidents in adolescents is still high. Therefore, it is necessary to know how the driving behavior in students and the factors that influence health promotion and the need for safe driving on the student. Objective: This study aimed to explore the driving behavior and the factors that influence the driving behavior of the students as well as health promotion needs for safety driving on high school students in the city Rengat. Methods: The method used whit qualitative (exploratory study). The study was conducted in SMA N 1 Rengat City, informants were selected as many as 56 people with purposive sampling method. Data collected by focus group discussions, in-depth interviews, observation and document study. Results: Behavioral driving of students tend to be negative, as not abiding traffic rules, for example: do not wear a helmet, do not wear rearview mirror and violating traffic signs. in addition, students reckless or speeding and replacing vehicle parts do not meet standards. The student's behavior is influenced by family factors and peer factors. Health promotion desired by students include: using games through the gadget, the keynote speaker was the police and supported by teachers, health workers (doctors) and motivator (traffic accident victims), the implementation of health promotion in the room which is spacious and has adequate ventilation, with a duration ranging from one hour, using instagram media, animated films and electronic advertising, information delivery techniques using drama or theater and song, and the message content using slang words according adolescence. Conclusions: The behavior that tends to drive the students negatively influenced by family factors and peer factors. The students require health promotion in accordance with their wishes, so the promotion delivered more effectively and efficiently.
Kata Kunci : perilaku berkendara, kebutuhan promosi kesehatan dan keselamatan berkendara/ driving behavior, the need for health promotion and safety drive