PENDERITAAN DALAM PEMIKIRAN KARL JASPERS SUATU TINJAUAN ONTOLOGIS DAN KONTRIBUSINYA UNTUK MEMAHAMI PENEDERITAAN MASYARAKAT MALUKU PASCA KONFLIK
MARLIN C LAIMEHERIWA, Prof. Dr. Joko Siswanto
2015 | Tesis | S2 Ilmu FilsafatJudul penelitian ini adalahPenderitaan dalam Pemikiran Karl Jaspers: Suatu Tinjauan Ontologis, dan Kontribusinya untuk Memahami Penderitaan Masyarakat Maluku Pasca Konflik. Ada dua alasan filosofis masalah penderitaan merupakan topik penting untuk diteliti. Pertama, kenyataan penderitaan membuat manusia menyadari keterbatasan diri, saat yang menyadari keterbatasan memahami kenyataan yang berada di luar kendalinya. Kedua, kenyataan penderitaan mengundang manusia terus merefleksikan hidupnya dan caranya memahami kenyataan yang transenden. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menemukan hakikat penderitaan dalam pemikiran Jaspers. Hakikat penderitaan itu akan dianalisis dari sisi ontologis. Hasil analisa itu akan direfleksikan untuk memahami penderitaan masyarakat Maluku Pasca Konflik. Objek material dari penelitan ini adalah Penderitaan dalam pemikiran Karl Jaspers dan ontologi umum sebagai objek formal penelitian. Penelitian ini adalah penelitian pustaka. Penelitian ini menggunakan metode hermeneutika filosofis dengan unsur-unsur metodis: deskripsi, analisis, refleksi dan heuristika. Semua unsur metode ini digunakan untuk memahami penderitaan lebih menyeluruh. Hasil penelitian dalam tinjauan ontologi sebagai berikut; pertama, penderitaan sebagai bagian dari situasi batas dialami oleh setiap manusia tetapi makna penderitaan itu bersifat subjektif dan unik. Penderitaan sebagai hasil dari ontonomi dan korelasi pengada. Kedua, penderitaan itu memiliki sifat statis dan dinamis yang terlebur karena otonomi dan korelasi manusia. Ketiga, kenyataan penderitaan menyentuh kejasmanian dan kerohanian manusia. Keempat, penderitaan manusia meliputi aspek pengertian (pemahaman) dan penghendakan (penilaian). Refleksi dimensi ontologi penderitaan dan kontibusinya bagi masyarakat Maluku mengarahkan masyarakat untuk membangun kerukunan dengan sikap keterbukaan dalam memahami kenyataan yang transenden. Kata-kata Kunci: Penderitaan, Ontologi, Masyarakat Maluku
The title of this research is Suffering in Karl Jaspers Perspective: An Ontological Overview and its Contribution to Understanding Suffering Post-conflict of Maluku Society. There are two philosophical arguments why suffering is important topic to research it. First, the reality of suffering makes human realise the limit of self at the same time understand the limitations of reality are beyond his control. Second, the reality of suffering invites human to reflecting his life and the way to understand the transcendent reality. The aim of this study is to describe and discover the nature of suffering in Karl Jaspers perspective. The nature of suffering will be analyzed in ontological terms. The results of analysis will be used as reflection to understand the suffering post-conflict of Maluku Society. The material object of this research is suffering in Karl Jaspers Perspective and ontology as a formal object. This research is literature research. This research method is hermeneutics with these elements methods: description, analysis and reflection. These elements of methods used to understand suffering more comprehensive. The results of research are; first, suffering is a part of limit situation that experienced by every human being but the meanings of suffering are subjective and unique. Suffering is the result from autonomy and relation of being. Second, sufferings have static and dynamic character that melted, it caused by autonomy and relations of human. Third, the reality of suffering has touching body and spiritual of human. Fourth, human sufferings have understanding aspect (interpretation) and willingness aspect (valuation). The reflection of ontological dimension of suffering and contribution to Maluku society is instruction the people to build harmony with openness to understanding the reality of transcendent. Keywords: Suffering, Ontology, Maluku Society.
Kata Kunci : Penderitaan, Ontologi, Masyarakat Maluku