Laporkan Masalah

MANAJEMEN PUBLIC RELATIONS BAGIAN HUMAS KEJAKSAAN AGUNG REPUBLIK INDONESIA

RUSMULIADI, Prof. Nunung Prajarto, M.A., PhD, Muh. Sulhan, Sip., M.Si

2015 | Tesis | S2 Ilmu Komunikasi

Kejaksaan Adalah salah satu institusi Penegak Hukum yang melakukan kewanangan Negara di bidang penuntutan. Kejaksaan memegang peranan sentral dalam penegakan hukum dan keadilan di negeri ini. Oleh sebab itu, Kejaksaan harus mampu mendapatkan kepercayaan yang penuh dari masyarakat dalam menyelesaikan masalah-masalah hukum yang terjadi di tengah masyarakat. Dalam rangka menjaga kepercayaan dan penilaian positif dari masyarakat terhadap institusi Kejaksaan, maka Pusat Penerangan Hukum (Puspenkum) memegang peranan yang sangat penting. Puspenkum harus mampu menampakkan kredibilitas dan kewibawahan Kejaksaan di mata masyarakat. Tujuan dari penelitan ini adalah mendapatkan gambaran mengenai manajemen public relations Kejaksaan Agung RI. Kemudian memfokuskan bahasan mengenai hubungan media massa Puspenkum Kejaksaan Agung, dalam kaitannya membangun hubungan yang baik dengan pihak media massa. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode ini digunakan sebagai strategi penelitian untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana manajemen public relations Puspenkum dalam rangka mencapai tujuan dan cita-cita institusi kejaksaan Agung RI. Dalam penelitian ini, metode deskriptif kualitatif dipilih karena penulis bermaksud memaparkan manajemen public relations Puspenkum Kejagung RI, kemudian memfokuskan bahsan pada hubungan media massa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat divisi pada Humas Kejaksaan agung yang kemudian menjalankan roda kegiatan dalam Puspenkum Kejagung RI. Keterlibatan media (cetak dan elektronik) sebagai penyuplay utama dari informasi yang diterima masyarakat, merupakan salah satu komponen utama yang mempengaruhi pandangan msyarakat terhadap institusi Kejaksaan. Masalah-masalah komunikasi baik internal maupun eksternal tetap menjadi masalah klasik yang tak kunjung mendapat perhatian dan perlakuan yang khusus untuk menyelesaikannya. Perancangan serta pelaksanaan program kerja terutama pada bagian hubungan media massa, yang diharapkan mampu memberikan perubahan terhadap frekwensi pemberitaan media yang positif, terlihat kurang mampu memberi pengaruh yang signifikan. Hal ini disebabkan karena pada proses evaluasi tidak dilakukan pengkajian mendalam mengenai kekurangan-kekurangan terhadap program yang telah dilakukan.

The Attorney Genaral's Office (hereinafter referred to as "AGO") is among the law enforcement agencies with the authority to exercise state power relating to prosecution. AGO plays a central role in law enforcement and justice in this country. Therefore, it is important to it should obtain the full confidence of the public in resolving legal issues which among society. In order to maintain public confidence in and positive response to AGO, the Legal Information Service Center (Indonesian: Pusat Penarangan Hukum shortened to Puspenkum) plays a vital role. It should be able to prove credibility and authority of AGO before the public. This research aims to obtain an overview of the public relations management of AGO of the Republic of Indonesia. Then, it focuses on the discussion relating to the relationship between mass media and AGO's Legal Information Service Center, in terms of establishing a good relationship with the mass media. In this research, the qualitative descriptive method was employed. This method was used as a research strategy to answer questions relating to the way the public relations management of the Legal Information Service Center is carried out to achieve the objectives and aims of AGO of the Republic of Indonesia. In this study, a qualitative descriptive method was chosen as the author intends to provide elucidation of the public relations management implemented by the Legal Information Service Center of the AGO of the Republic of Indonesia, then focuses on the discussion relating to the mass-media relationship. The findings suggest that there are four sub-divisions in the Public Relations Division of AGO which run the activities of the Legal Information Service Center of the AGO of the Republic of Indonesia. Participation of the media (print and electronic ones) as the primary supplier of the information received by society is among the major components affecting the image of the agency perceived by society. Internal and external communication issues remain classic issues which never receive any special attention and treatment to overcome. The design and implementation of the work program, especially relating to the mass-media relationship, which are expected to make changes in the frequency of positive media coverage, seem less capable of giving a significant influence. This is because evaluation processes do not conduct in-depth assessment of the shortcomings of the programs which have been carried out. Keywords: PR Management of the Attorney General's Office, Legal Information Service Center, mass-media relations

Kata Kunci : Manajemen PR Kejaksaan Agung, Pusat Penerangan Hukum, Hubungan Media Massa