Laporkan Masalah

KINERJA DAERAH KABUPATEN/KOTA SE-PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2005-2013 (Tinjauan PDRB-PK, APBD, RKKD dan IPM)

KHASMAN ZAINI, Dr. Ag. Subarsono, MA., M.Si

2015 | Tesis | S2 Administrasi Publik

Kinerja daerah Kabupaten/Kota se Provinsi Sumatera Barat cukup beragam hingga diperlukan sebuah teknik pengukuran yang konkret. Penelitian ini difokuskan untuk mengetahui klasifikasi daerah berdasarkan Pendapatan Domestik Regional Bruto per Kapita (PDRB Per Kapita), pertumbuhan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Rasio Kemandirian Keuangan Daerah (RKKD) dan Indeks Pertumbuhan Manusia (IPM) serta mengukur tingkat ketimpangan wilayah. Berdasarkan tingkat eksplanasi dan jenis serta analisis data yang digunakan penelitian ini digolongkan pada jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data studi dokumentasi dan review literatur. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu data Statistik Keuangan Pemerintah Daerah, IPM dan komponennya, PDRB Kabupaten/Kota serta Daerah Dalam Angka. Periode pengamatan adalah tahun 2005 sampai dengan 2013 dengan objek penelitian sebanyak 19 Kabupaten/Kota se Provinsi Sumatera Barat. Alat analisis yang digunakan untuk mengklasifikasikan objek penelitian adalah tipologi klassen sedangkan untuk mengukur tingkat ketimpangan wilayah digunakan indeks williamson. Hasil analisis tipologi klassen terhadap hubungan PDRB dan PDRB per kapita membagi daerah kedalam empat kuadran yaitu Kuadran I: Lima Puluh Kota, Solok (Kota), Padang Panjang dan Bukittinggi. Kuadran II: Padang, Sawahlunto dan Pariaman. Kuadran III: Solok (Kab.), Padang Pariaman, Agam, Pasaman, Dharmasraya, Solok Selatan, Pasaman Barat dan Payakumbuh. Kuadran IV: Kep. Mentawai, Pesisir Selatan, Sijunjung dan Tanah Datar. Analisis tipologi klassen terhadap hubungan PDRB dan laju pertumbuhan realisasi APBD yaitu Kuadran I: Dharmasraya, Solok Selatan, Pasaman Barat dan Padang Panjang. Kuadran III: Solok (Kab.), Padang Pariaman, Agam, Lima Puluh Kota, Pasaman, Solok (Kota), Bukittinggi dan Payakumbuh. Kuadran IV: Kep. Mentawai, Pesisir Selatan, Sijunjung, Tanah Datar, Padang Sawahlunto dan Pariaman. Analisis tipologi klassen terhadap hubungan PDRB dan RKKD yaitu Kuadran I: Dharmasraya, Solok (Kota), Padang Panjang, Bukittinggi dan Payakumbuh. Kuadran II: Kep. Mentawai, Tanah Datar, Padang dan Sawahlunto. Kuadran III: Solok (Kab.), Padang Pariaman, Agam, Lima Puluh Kota, Pasaman, Solok Selatan dan Pasaman Barat. Kuadran IV: Pesisir Selatan, Sijunjung dan Pariaman. Sedangkan analisis tipologi klassen terhadap hubungan PDRB dan IPM yaitu Kuadran I: Solok (Kota), Padang Panjang, Bukittinggi dan Payakumbuh. Kuadran II: Tanah Datar, Padang, Sawahlunto dan Pariaman. Kuadran III: Solok (Kab.), Padang Pariaman, Agam, Lima Puluh Kota, Pasaman, Dharmasraya, Solok Selatan dan Pasaman Barat. Kuadran IV: Kep. Mentawai, Pesisir Selatan dan Sijunjung. Hasil analisis ketimpangan wilayah dengan indeks wiliamson membuktikan bahwa rata-rata tingkat ketimpangan wilayah antar Kabupaten/Kota se Provinsi Sumatera Barat periode 2005-2013 adalah 0,388. Tingkat ketimpangan wilayah ini tergolong tinggi namun trend ketimpangan berkecenderungan menurun dalam periode 2005-2013. Rekomendasi dari penelitian ini adalah pertama, menggiatkan investasi dari pihak swasta dengan cara perbaikan infrastruktur. Kedua, Pola pembangunan daerah hendaknya diprioritaskan berdasarkan kriteria dan sumber daya masing-masing daerah. Ketiga, mengurangi kesenjangan antar wilayah dengan cara meningkatkan keunggulan komparatif dan kompetitif masing-masing daerah.

Performance of the District / Municipality of West Sumatra province is quite diverse then required a measurement technique concrete. This research is focused to determine the classification of regions based on Gross Domestic Income per capita (GDP Per Capita), the growth of the realization of Budget (APBD), Ratio of Regional Financial Independence (RRFI) and the Human Development Index (HDI) and measure the degree of inequality region , Based on the explanation and the type and level of data analysis used in this study were classified quantitative descriptive research using data collection techniques study the documentation and review of the literature. The data used in this research is secondary data is data Local Government Financial Statistics, HDI and its components, GDP District / Municipality and Region in Figures. Observation period is 2005 to 2013 with the object of study as many as 19 districts / cities in West Sumatra Province. The analytical tool used to classify the object of study is the typology Klassen while to measure the level of inequality index used williamson region. Results of the analysis of the relationship typology Klassen GDP and GDP per capita divides the area into four quadrants that Quadrant I: Lima Puluh Kota, Solok (Municipality), Padang Panjang and Bukittinggi. Quadrant II: Padang, Sawahlunto and Pariaman. Quadrant III: Solok (District), Padang Pariaman, Agam, Pasaman, Dharmasraya, Solok Selatan, Pasaman Barat and Payakumbuh. Quadrant IV: Kep. Mentawai, Pesisir Selatan, Sijunjung and Tanah Datar. Klassen typology analysis of the relationship GDP and the growth rate of budget realization that Quadrant I: Dharmasraya, Solok Selatan, Pasaman Barat and Padang Panjang. Quadrant III: Solok (District), Padang Pariaman, Agam, Lima Puluh Kota, Pasaman, Solok (Municipality), Bukittinggi and Payakumbuh. Quadrant IV: Kep. Mentawai, Pesisir Selatan, Sijunjung, Tanah Datar, Padang Sawahlunto and Pariaman. Klassen typology analysis of the relationship , namely GDP and RRFI Quadrant I: Dharmasraya, Solok (Municipality), Padang Panjang, Bukittinggi and Payakumbuh. Quadrant II: Kep. Mentawai, Tanah Datar, Padang and Sawahlunto. Quadrant III: Solok (District), Padang Pariaman, Agam, Lima Puluh Kota, Pasaman, Solok Selatan and Pasaman Barat. Quadrant IV: Pesisir Selatan, Sijunjung and Pariaman. While the analysis of the relationship typology Klassen GDP and HDI , namely Quadrant I: Solok (Municipality), Padang Panjang, Bukittinggi and Payakumbuh. Quadrant II: Tanah Datar, Padang, Sawahlunto and Pariaman. Quadrant III: Solok (District), Padang Pariaman, Agam, Lima Puluh Kota, Pasaman, Dharmasraya, Solok Selatan and Pasaman Barat. Quadrant IV: Kep. Mentawai, Pesisir Selatan and Sijunjung. Results of the analysis of the region with an index of inequality Williamson proves that the average level of inequality between the regions District / Municipality in West Sumatra Province period 2005-2013 was 0,388. This region inequality is high, but the trend of inequality tended to decline in the period 2005-2013. Recommendations from this study is the first , to encourage investments from the private sector by improving infrastructure. Second, the pattern of regional development should be prioritized based on criteria and resources of each region. Third , reduce disparities between regions by improving the comparative and competitive advantages of each region.

Kata Kunci : Kabupaten/Kota se Sumatera Barat, Pertumbuhan Ekonomi, PDRB-PK, APBD, RKKD, IPM, Tipologi Klassen, Indeks Williamson.

  1. S2-2015-374206-abstract.pdf  
  2. S2-2015-374206-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-374206-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-374206-title.pdf