Laporkan Masalah

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PICKY EATER PADA ANAK USIA 2-3 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GAMPING II, SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

CARISSA CERDASARI, Prof. dr. Madarina Julia, MPH, Ph.D, Sp.A(K); Dr. Siti Helmyati, DCN, M.Kes

2015 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Picky eating pada anak telah menjadi permasalahan serius yang membutuhkan perhatian, karena dapat berakibat jangka panjang pada pertumbuhan dan perkembangan. Anak picky eater akan mendapatkan zat gizi dari makanan yang terbatas karena kurangnya variasi dan jumlahnya, sehingga berpotensi mengalami kekurangan gizi. Variasi pangan ibu, riwayat asi saja, usia mulai makanan padat, variabilitas pangan usia dini, dan tekanan untuk makan dapat menjadi faktor risiko kejadian picky eater pada anak usia 2-3 tahun. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan variasi pangan ibu, lama ASI saja, usia mulai makanan padat, variabilitas pangan pada usia dini, dan tekanan untuk makan dengan kejadian picky eater dan variasi pangan pada anak usia 2-3 tahun. Metode Penelitian: Pada penelitian cross-sectional ini ibu (n=141) dari anak usia 2-3 tahun direkrut dari 26 posyandu di Puskesmas Gamping II, antara bulan Juni-Agustus 2015 menggunakan teknik cluster random sampling. Picky eater ditentukan berdasarkan 5 sub skala dalam Child Eating Behavior Questionnaire (CEBQ). Data karakteristik responden, lama ASI saja, dan usia mulai makanan padat dikumpulkan melalui wawancara. Data variasi pangan ibu dan anak, serta variabilitas usia dini diukur dengan wawancara menggunakan kuesioner variasi pangan. Sedangkan data tekanan untuk makan diperoleh melalui wawancara berdasarkan sub skala presssure to eat dalam Child Feeding Questionnaire (CFQ). Uji Mann-Whitney dan Kruskal-wallis digunakan untuk mengevaluasi hubungan antara variasi pangan ibu, praktek pemberian makan saat bayi, dan tekanan untuk makan dengan perilaku picky eating dan variasi pangan anak. Hasil Penelitian: Proporsi anak picky eater 2,13% dan variasi pangan anak sedang-kurang sebesar 9,22%. Tekanan untuk makan secara signifikan berhubungan dengan kejadian picky eater pada anak (p<0,05). Sedangkan variabel yang berhubungan dengan variasi pangan anak adalah variasi pangan ibu dan variabilitas pangan usia dini (p<0,05). Pada anak picky eater dan anak dengan variasi pangan kurang terdapat kecenderungan riwayat ASI saja yang lebih singkat, usia pengenalan makanan padat yang lebih lambat, variabilitas pangan usia dini yang lebih sedikit, dan tekanan untuk makan yang lebih tinggi. Kesimpulan Ibu memiliki peran besar dalam keberhasilan membentuk perilaku makan anak. Ibu perlu senantiasa mengkonsumsi makanan yang bervariasi, memberikan ASI eksklusif, mengenalkan anak dengan berbagai variasi makanan pada awal MP-ASI, serta tidak menekan anak untuk makan, sehingga akan menghasilkan anak yang tidak picky eater dan memiliki variasi pangan yang baik pula. Kata Kunci: picky eater, variasi pangan ibu, praktek pemberian makan saat bayi, tekanan untuk makan, anak 2-3 tahun

Background: Picky eating in children has become a serious problem requiring attention. Picky eater are potentially at risk for nutritional deficits, due to limited variety of food and nutrition intake. In a long term, this habit could affect child���¢�¯�¿�½�¯�¿�½s growth and could lead to malnutrition. Maternal food variation, exclusive breastfeeding duration, the age of introduction of solid food, early age feeding variability, and the pressure to eat can be risk factors of picky eater in children ages 2-3 years. Objective: This study was conducted to understand the relationship of maternal food variation, infant feeding practices, and pressure to eat on the development of picky eating behaviors in 2-3 years old children. Methods: In this cross-sectional study, mothers (n=141) of children aged 2-3 years old were recruited from 26 integrated health care centers in Gamping, Indonesia between June-August 2015 using a cluster random sampling method. Picky eater was determinated by 5 sub scale in Child Eating Behavior Questionnaire (CEBQ). The characteristics of respondents, exclusive breastfeeding duration, and the age of introduction of solid food were collected through interviews. Mother and children food variation, and early age feeding variability data were measured by interviews using food variation questionnaire. Data on pressure to eat obtained through interviews based on sub scale presssure to eat in Child Feeding Questionnaire (CFQ). Mann-whitney and kruskal-wallis test were used to evaluate the association between maternal food variation, infant feeding practices, and pressure to eat with picky eating behavior and children food variation. Results: The proportion of picky eater children was 2,13% and the proportion of fair-poor children food variation was 9,22%. Picky eater was significant associated with mother pressure to eat (p<0,05). While children food variation was associated with maternal food variation (p<0,05) and early age feeding variability (p<0,05). There were no association between exclusive breastfeeding duration, and the age of introduction of solid food with picky eating and with children food variation (p>0,05). Although it is not significantly related, there were tendencies of shorter exclusive breastfeeding practice, later in introduction of solid food, fewer variability of food at early age, and higher pressure to eat score in picky eater and children with fewer food variation. Conclusion: Mother has a major role in forming children eating behavior. The need to always consume a large variety of food, breastfeed exclusively, introduce children with good food variation at the beginning of solid food introduction, and not pressing children to eat, will protect children from picky eating and limited food variation intake. Keywords: picky eater, maternal food variation, infant feeding practices, pressure to eat, children 2-3 years old

Kata Kunci : picky eater, variasi pangan ibu, praktek pemberian makan saat bayi, tekanan untuk makan, anak 2-3 tahun