Laporkan Masalah

SATUAN LINGUAL PENANDA GENDER DALAM BAHASA JERMAN DAN INDONESIA

SULIS TRIYONO, DRS.,M.PD., Prof. Dr. I Dewa Putu Wijana, SU, MA., ; Dr. Marsono, SU.; Prof. Soepomo Poedjosoedarmo, Ph.D.

2015 | Disertasi | S3 Linguistik

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) bentuk lingual penanda gender dalam bahasa Jerman; (2) bentuk lingual penanda gender dalam bahasa Indonesia; (3) perbedaan dan persamaan lingual penanda gender antara bahasa Jerman (bJ) dan bahasa Indonesia (bI); dan (4) penyebab munculnya lingual penanda gender dalam bahasa Jerman dan bahasa Indonesia ditinjau dari aspek linguistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah semua unsur lingual dalam bahasa Jerman dan Indonesia yang berkonstruksi sebagai penanda gender. Objek penelitian adalah satuan lingual penanda gender dalam bahasa Jerman dan Indonesia. Sumber data berasal dari kamus dan tuturan lisan. Uji validitas menggunakan validitas semantik. Analisis data penelitian menggunakan analisis komponensial, referensial, dan translasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat (1) satuan lingual penanda gender dalam bJ terdapat pada tataran morfologi, sintaksis, dan leksikon; (2) satuan lingual penanda gender dalam bI terdapat pada tataran morfologi dan leksikon; (3) persamaan lingual penanda gender antara bJ dan bI adalah keduanya memiliki penanda gender ditinjau dari konstruksi lingualnya. Perbedaannya adalah dalam bI hanya berasal dari unsur serapan bahasa asing seperti bahasa Arab, Sansekerta, Belanda, dan Inggris. Adapun dalam bJ akibat bJ memiliki sistem gender dan akibat serapan asing. Dalam bJ terdapat lingual penanda gender yang memiliki bentuk lingual dan makna sama tetapi berbeda jenis gendernya. Demikian pula sebaliknya, memiliki bentuk lingual dan makna berbeda tetapi jenis gender sama. Di samping itu, terdapat lingual yang memiliki makna berbeda dan jenis gender berbeda pula; (4) penanda gender dalam bJ dan bI disebabkan oleh adanya sistem gender dalam bahasa, walaupun dalam bI berasal dari serapan asing. Gender dalam bahasa berbentuk grammatical gender gender gramatikal

This study aims to describe: (1) lingual forms of gender markers in German, (2) lingual forms of gender markers in Indonesian, (3) the difference and similarity of lingual gender markers in German and Indonesian, and (4) causes of the existence of lingual gender markers in German and Indonesian in terms of linguistic aspects. The study employed the qualitative descriptive approach. The research subjects were all lingual elements in German and Indonesian constructed as gender markers. The research objects were lingual units of gender markers in German and Indonesian. The data sources were dictionaries and spoken utterances. The validity was assessed in terms of semantic validity. The data analyses included componential, referential, and translational analyses. The results of the study are as follows. (1) Lingual units of gender markers in German are in the levels of morphology, syntax, and lexicon. (2) Lingual units of gender markers in Indonesian are in the levels of morphology and lexicon. (3) The similarity of lingual gender markers in German and Indonesian is that both of them have gender markers in terms of the lingual construction. The difference is that in Indonesian they come from foreign loan elements such as Arabic, Sanskrit, Dutch, and English. In German, they come from German itself and foreign loan elements. In German, there are lingual gender markers with the same lingual construction and meaning but with a different gender type. On the contrary, there are lingual gender markers with a different lingual construction and meaning but with the same gender type. In addition, there are lingual gender markers with a different meaning and with a different gender type. (4) The existence of gender markers in German and Indonesian is caused by the gender in a language. Gender in a language has forms of grammatical gender

Kata Kunci : satuan lingual penanda gender dalam bJ dan bI, lingual units of gender markers in German and Indonesian