Laporkan Masalah

Pengaruh Pendidikan Kesehatan tentang Identitas Peran Ibu terhadap Kepercayaan Diri dan Kepuasan Menjalankan Peran Ibu serta Ikatan Tali Kasih Ibu dan Bayi pada Wanita yang Melakukan Pernikahan Dini

DORA SAMARIA, Elsi Dwi Hapasari, S.Kp., M.S., D.S.; dr.Nuring Pangastuti, SP.OG (K).

2015 | Tesis | S2 Keperawatan

Latar belakang: Wanita yang melakukan pernikahan dini berisiko tidak mencapai identitas peran ibu secara optimal. Pendidikan kesehatan diketahui dapat memfasilitasi peningkatan kepercayaan diri, kepuasan menjalankan peran ibu dan ikatan tali kasih ibu dan bayi, yang merupakan indikator tercapainya identitas peran ibu. Belum pernah dilakukan pendidikan kesehatan tentang identitas peran ibu pada wanita yang melakukan pernikahan dini di Kecamatan Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Tujuan: Mengidentifikasi pengaruh pendidikan kesehatan tentang identitas peran ibu terhadap kepercayaan diri dan kepuasan menjalankan peran ibu serta ikatan tali kasih ibu dan bayi pada wanita yang melakukan pernikahan dini. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian quasi-experiment dengan pendekatan pretest and posttest nonequivalent control group design. Subyek penelitian ini adalah 60 wanita yang telah menikah pada usia ≤18 tahun, pada saat penelitian berusia ≤24 tahun, dan hanya memiliki bayi usia 0-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Banguntapan, Bantul, Yogyakarta pada Juli-Agustus 2015. Subyek penelitian direkrut dengan teknik consecutive sampling. Subyek penelitian dibagi dua, yaitu kelompok intervensi (n=30) yang diberikan pendidikan kesehatan perseorangan dengan media booklet, demonstrasi dan latihan perawatan bayi, serta konseling via telepon pada 1 minggu pascaintervensi. Kelompok kontrol (n=30) hanya diberikan ceramah individu. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner kepercayaan diri dan kepuasan menjalankan peran ibu, kuesioner ikatan tali kasih ibu dan bayi, serta kuesioner level 1 reaksi Kirkparick. Uji statistik yang digunakan yaitu Paired t Test, Independent t Test, dan Regresi Linier Berganda. Hasil: Terdapat perbedaan yang bermakna skor kepercayaan diri dan kepuasan menjalankan peran ibu sebesar 8,26 (p=0,00) serta ikatan tali kasih ibu dan bayi sebesar 8,50 (p=0,00) antara sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan pada kelompok yang diberikan paket pendidikan lengkap berupa pendidikan kesehatan perseorangan, demonstrasi dan latihan perawatan bayi, serta konseling via telepon. Kepercayaan diri dan kepuasan menjalankan peran ibu serta ikatan tali kasih ibu dan bayi pada kelompok dengan paket pendidikan lengkap lebih tinggi daripada kelompok yang hanya diberi ceramah individu sebesar 4,50 dan 4,24 (p<0,05). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa riwayat persalinan mempengaruhi kepercayaan diri dan kepuasan menjalankan peran ibu. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan tentang identitas peran ibu dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kepuasan menjalankan peran ibu serta ikatan tali kasih ibu dan bayi pada wanita yang melakukan pernikahan dini.

Background: Woman with early marriage has a risk not to reach optimum maternal role identity. Health education, as known, can increase self-confidence, maternal role satisfaction, and mother-baby attachment, which are indicators of maternal role attainment. Health education of maternal role identity for early marriage women had never been held in Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Objective: To determine the effectiveness of health education about maternal role identity on self confidence-maternal role satisfaction and mother-baby attachment in early married women. Methods: This study was a quasi-experimental research using pretest-posttest nonequivalent control group design. The subjects of study were 60 early married women and had baby aged of 0-12 months in the sub-district Puskesmas Banguntapan, Bantul, Yogyakarta, in July-August 2015. The research subjects were recruited by consecutive sampling technique. The subjects were divided into two groups. They were the intervention group (n=30) who were given an individual health education using booklet, demonstration, baby care practice, and telephone counseling one week after health education; and the control group (n=30) who were given individual lecture only. The instruments were self confidence-maternal role satisfaction questionnaire, attachment of mother and baby questionnaire, and level 1 reaction Kirkpatrick questionnaire. The statistical test used were Paired t Test, Independent t Test, and Multiple Linear Regression. Results: There were significant differences between self confidence-maternal role satisfaction score, which was 8.26 (p value=0.00), and mother-baby attachment score which was 8.50 (p value=0,00) before and after giving health education in group who got a complete health education program (individual health education, demonstration, baby care practice, and telephone counseling). Self confidence-maternal role satisfaction and mother-baby attachment score in group who got a complete program have higher scores than the group who got individual lecturer only, as much as 4.50 and 4.24 (p value<0,05). Multivariate analysis showed that history of birth delivery had effect on self confidence-maternal role satisfaction. Conclusion: Health education about maternal role identity can increase self confidence-maternal role satisfaction and mother-baby attachment in women with early marriage.

Kata Kunci : pendidikan kesehatan, kepercayaan diri dan kepuasan menjalankan peran ibu, ikatan tali kasih ibu dan bayi, pernikahan dini.

  1. S2-2015-353531-abstract.pdf  
  2. S2-2015-353531-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-353531-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-353531-title.pdf