STRES DAN KEJADIAN PREMENSTRUAL SYNDROME PADA MAHASISWI PONDOK PESANTREN STIKES SURYA GLOBAL YOGYAKARTA
AKIFAH, dr. Ova Emilia, Sp.OG(K), M.M.Ed, Ph.D; Dra. Yayi Suryo Prabandari, M.SI, Ph.D
2015 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Banyak studi yang menyatakan bahwa stres berhubungan dengan premenstrual syndrome (PMS) karena stres dapat mempengaruhi perubahan sistem hormonal perempuan. Pada umumnya permasalahan yang sering dialami perempuan ketika menghadapi menstruasi adalah gejala PMS. Frekuensi gejala PMS berdasarkan survei epidemiologi mencapai 80-90%, dan sebanyak 5% perempuan mengalami gejala PMS sedang hingga parah dan premenstrual dysphoric disorder (PMDD). PMS yang parah dapat menyebabkan aktivitas keseharian terganggu. Tujuan: Mengetahui hubungan antara stres dan PMS pada mahasiswi yang tinggal dipondok pesantren. Metode: Rancangan penelitian cross sectional, dengan responden mahasiswi yang tinggal di pondok pesantren dan memenuhi kriteria inklusi. Teknik pengambilan data dengan simple random sampling. Analisis data dan uji statistik yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi analisis desktriptif yang disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi, persentase, serta narasi dan analisis inferensial yang meliputi analisis bivariabel dengan menggunakan uji statistik chi-square, ratio prevalence (RP) dan 95% confidence interval (CI) serta tingkat kemaknaan p < 0.05 dan analisis multivariabel menggunkan regresi logistik, odds ratio (OR), 95% confidence interval (CI) serta tingkat kemaknaan p < 0.05. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2015. Hasil: Ada hubungan antara stres dan PMS, dan variabel luar yang berhungan dengan PMS adalah usia menarche. Prevalensi mahasiswi yang mengalami stres adalah 34,9% dan prevalensi PMS adalah 32,8%. Ada 3 gejala yang paling parah dirasakan responden adalah gejala fisik sebesar 22,3%, gejala ini seperti nyeri payudara, sakit kepala, nyeri sendi/otot, kembung, berat badan meningkat, setalah itu gejala lelah/lemas sebesar 21,6%, dan 18,1% gejala yang dirasakan adalah penurunan minat dalam berkegiatan di rumah/asrama. Kesimpulan: Mahasiswi yang mengalami stres lebih berpotensi mengalami PMS dibandingkan dengan mahasiswi yang tidak mengalami stres.
Background: Many studies stated that stress is related to premenstrual syndrome (PMS) because stress can affect women�s hormonal system. In general, the problem which is often experienced by women when they had menstruation is the PMS. The frequency of PMS symptoms based on epidemiological survey reached 80-90%, and 5% of women experience moderate to severe PMS symptoms and premenstrual dysphoric disorder (PMDD). A severe PMS can disrupt women�s daily activities. Objective: To determine the correlation between stress and PMS on female college student who live in an Islamic boarding school. Method: Cross sectional design is used with female college student who live in an Islamic boarding school and met the inclusion criteria as the respondents. The data collection technique is simple random sampling. The data analysis and statistical test conducted in this study including descriptive analysis presented in frequency distribution, percentage, and narration; and while the inferential statistic including bivariable analysis using statistical test such as chi square, ratio prevalence (RP) with 95% of confidence interval (CI) and significance rate of p < 0.05; and multivariable analysis using logistic regression, odds ratio (OR), with 95% of confidence interval (CI) and significance rate of p < 0.05. This research was conducted in August 2015. Result: There is a correlation between stress and PMS, and the external variable related to PMS is the age of menarche. The prevalence of female college student who experienced stress is 34,9% and the prevalence of PMS is 32,8%. Three most severe symptoms experienced by the respondents are physical symptom of 22,3% such as breast tenderness, headache, joint/muscle pain, bloating, weight gain, after that the symptom of fatigue/weakness of 21,6%, and 18,1% of experienced symptoms is the decreasing of interest in doing activities at home/dorm. Conclusion: Female college students who are experienced stress have more potential in experiencing PMS than female college students who don�t experience stress.
Kata Kunci : stres dan premenstrual syndrome (PMS)/ stress and premenstrual syndrome (PMS)