PRESTASI BELAJAR PADA REMAJA YANG MENGALAMI DISMENOREA PRIMER
YUNIAR IKA FAJARINI, dr. Detty Siti Nurdiati, MPH, Ph.D, Sp.OG (K); Dra. Retna Siwi Padmawati, MA
2015 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Dismenorea primer terjadi pada kurang lebih 50% remaja putri dan menyebabkan gangguan yang serius dalam kualitas hidup serta aktivitas sehari-hari. Dismenorea primer menyebabkan remaja sulit berkonsentrasi di sekolah sehingga prestasi belajar berpotensi menurun. Tujuan: Mengetahui hubungan antara dismenorea primer dengan prestasi belajar pada santriwati di SMP Islam Terpadu Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (SMP IT PPTQ) Ibnu Abbas Kabupaten Klaten. Metode: Desain penelitian ini adalah studi kasus kontrol melalui pendekatan kuantitatif dan didukung data kualitatif. Sampel penelitian yaitu 68 remaja putri SMP IT PPTQ Ibnu Abbas Kabupaten Klaten. Pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur, wawancara mendalam dan data sekunder. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan inferensial, yang meliputi analisis bivariabel dengan menggunakan uji chi-square dan analisis multivariabel dengan menggunakan uji regresi logistik dengan 95% confidence interval (CI) dan taraf signifikan p<0,05. Hasil: Analisis bivariabel dan multivariabel menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara dismenorea primer dengan prestasi belajar. Kemungkinan menemukan siswi dengan dismenorea primer pada kelompok santriwati yang mendapat prestasi belajar rendah 3 kali lebih besar dibandingkan dengan kelompok santriwati yang mendapat prestasi belajar tinggi. Ada hubungan antara variabel intelegensi, tingkat stres dan frekuensi dismenorea dengan prestasi belajar. Intelegensi dibawah rata-rata lebih besar pada kelompok santriwati yang berprestasi belajar rendah dibandingkan dengan kelompok santriwati yang berprestasi belajar tinggi. Variabel frekuensi absensi tidak berubungan dengan prestasi belajar. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara dismenorea primer dan prestasi belajar (p=0,026). Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan dalam merencanakan program kesehatan reproduksi remaja di sekolah dan mengembangkan program intervensi kesehatan untuk mengatasi gangguan menstruasi khususnya dismenorea primer agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama aktivitas belajar.
Background: Primary dysmenorrhea occurs in approximately 50% of teenage girls and cause serious disruptions in the quality of life and daily activities. Primary dysmenorrhea makes teenagers are difficult to concentrate in school which will decrease their academic achievement. Purpose: to investigate whether there is a correlation between Primary dysmenorrhea and academic achievement of students of SMP Islam Terpadu Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (SMP IT PPTQ) Ibnu Abbas Klaten. Methods: This study is a case-control study through a quantitative approach and was supported with qualitative data. The research sample is 68 teenage girls of SMP IT PPTQ Ibnu Abbas Klaten who fulfilled the inclusion criteria. The cases groups are female students with low academic achievement, while the control group was female students with high academic achievement. The samples were taken using simple random sampling. Researcher used a structured questionnaire, interview and secondary data to collect the data. The data analysis was using descriptive and inferential analysis including bivariate analysis using chi-square test and multivariate analysis using logistic regression with 95% confidence intervals (CI) and a significance level of p <0.05. Results: The bivariate and multivariate analysis showed a significant correlation between primary dysmenorrhea and academic achievement. The possibility of finding girls with primary dysmenorrhea in the group of students who received a low academic achievement is 3 times larger than the group of students who received high academic achievement. Below-average intelligence is greater in the group of low-achieving students than the group of high-achieving students. There is a correlation between the variables of intelligence, stress level and frequency of dysmenorrhea and academic achievement. The variable of absences frequency not related to academic achievement. Conclusion: There is correlation between primary dysmenorrhea and academic achievement (p=0.026). This study indicates that their school should pay attention about dysmenorrhea phenomenon.
Kata Kunci : prestasi belajar, dismenorea primer, remaja/ Academic achievement, Primary dysmenorrhea, Teenage