FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERUBAHAN FUNGSI LAHAN PERTANIAN KASUS KECAMATAN TEMPEL DAN KECAMATAN NGEMPLAK KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA
WENING TYASTITI, Prof. Dr. Yeremias T. Keban, MURP; Iwan Suharyanto, S.T.,M.Sc.
2015 | Tesis | S2 Perencanaan Kota dan DaerahKabupaten Sleman berada di lereng Gunung Merapi yang sehingga menjadi kawasan resapan air. Perubahan ekosistem di Kabupaten Sleman akan berdampak pada wilayah di bawahnya. Apabila alih fungsi lahan pertanian terus dibiarkan tanpa pengendalian yang ketat maka dapat terjadi banjir dan kekeringan di wilayah yang berada di bawahnya. Sektor pertanian adalah sektor yang strategis serta berperan penting dalam perekonomian nasional dan kelangsungan hidup masyarakat, terutama dalam sumbangannya terhadap PDRB, penyedia lapangan kerja dan penyediaan pangan dalam negeri. Sehubungan dengan itu, pengendalian lahan pertanian merupakan salah satu kebijakan nasional yang strategis untuk tetap memelihara industri pertanian primer dalam kapasitas penyediaan pangan, dalam kaitannya untuk mencegah kerugian sosial ekonomi dalam jangka panjang mengingat sifat multi fungsi lahan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menunjukkan perubahan fungsi lahan pertanian yang terjadi di Kecamatan Tempel dan Kecamatan Ngemplak Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Pendekatan yang digunakan yaitu deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Responden adalah para pemilik lahan dan perangkat desa dengan cara wawancara tentang kondisi lahan di kawasan tersebut sehingga menghasilkan informasi-informasi yang akan disimpulkan menjadi tema-tema. Dari teori-teori yang ada, ada beberapa variabel yang dibawa ke lapangan dan variabel-variabel tersebut akan dibahas per kecamatan yang diteliti. Variabel-variabel tersebut adalah: (a) Pertumbuhan ekonomi, (b) Peningkatan jumlah penduduk, (c) Peningkatan harga lahan, (d) Penurunan kemampuan lahan, (e) Peruntukan lahan yang sesuai rencana tata ruang, (f) Kemudahan aksesibilitas, (g) Daya tarik lingkungan perdesaan, (h) Keterbatasan lahan perkotaan, (i) Besaran pajak yang tidak terjangkau oleh petani, (j) Lemahnya kebijakan.
Sleman district is located in the slopes of Mount Merapi, which thus becomes a water catchment area. Ecosystem changes in Sleman will have an impact on the area underneath. If the conversion of agricultural land continues to be left without strict controls, it can flood and drought in the region is below. The agricultural sector is a strategic sector and play an important role in the national economy and the survival of the community, especially in its contribution to GDP, a provider of employment and food supply in the country. Accordingly, control of agricultural land is one of national strategic policy to maintain primary agriculture industries in the food supply capacity, in relation to preventing socio-economic losses in the long term given the multi-functional nature of agriculture. This study aims to explain and demonstrate changes in agricultural land use that occurred in the district and sub-district Paste Ngemplak Sleman, Yogyakarta. The approach used is descriptive using qualitative methods. Sampling was done by purposive sampling. Respondents are landowners and village by interviewing about the condition of the land in the region so as to produce the information will be summarized into themes. Of theories exist, there are several variables that were taken to court and these variables will be discussed by district studied. These variables are: (a) economic growth, (b) Increasing the number of population, (c) The increase in the price of land, (d) Decrease in the ability of the land, (e) Appropriation of land suitable spatial planning, (f) Ease of accessibility, (g) The attractiveness of the rural environment, (h) urban land limitation, (i) The amount of tax which is not covered by the farmer, (j) Weak policies.
Kata Kunci : faktor-faktor, alih fungsi lahan pertanian