Laporkan Masalah

KEAKRABAN ORANG TUA - REMAJA DAN DEPRESI REMAJA SMA DI KOTA YOGYAKARTA

FEBRIANI EMILDA, Dr. dr. Carla R. Machira, Sp.KJ(K); Drs. Abdul Wahab, MPH

2015 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Depresi merupakan penyebab utama terjadinya penyakit dan kecacatan bagi remaja. Prevalensi gangguan mental emosional pada usia 15-24 tahun di Kota Yoyakarta memiliki prevalensi lebih tinggi diatas nasional maupun Propinsi DI Yogyakarta. Keakraban orang tua-remaja memegang peranan penting sebagai dukungan sosial dalam pencegahan depresi pada remaja Tujuan penelitian: Untuk mengetahui perbedaan kejadian depresi pada remaja SMA yang akrab dan tidak akrab dengan orang tua di Kota Yogyakarta. Metode : Metode penelitian cross sectional. Sampel penelitian remaja SMA di Kota Yogyakarta sebanyak 200 orang. Penelitian dilakukan di 5 SMA di Kota Yogyakarta. Variabel bebas keakraban orang tua-remaja, variabel terikat depresi remaja dan variabel luar jenis kelamin, status pekerjaan orang tua dan status sosial ekonomi. Analisis data meliputi univariabel, bivariabel menggunakan uji Chi-square, untuk mengetahui kekuatan hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat menggunakan Rasio Prevalensi (RP) dengan Confidence Interval (CI) 95%, dan multivariabel dengan uji regresi logistik. Hasil: Analisis bivariabel menunjukkan ada hubungan bermakna antara keakraban orang tua-remaja dengan depresi remaja. Remaja yang tidak akrab dengan orang tua memiliki peluang 3,7 kali lebih besar mengalami depresi daripada remaja yang akrab dengan orang tua (p:0,001, RP=3.7 (CI 95% 2.10-6.53). Analisis multivariabel menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara keakraban orang tua dengan depresi remaja mengontrol variabel jenis kelamin (p:0,002, OR=7.66 (CI 95% 3.63-16.15). Remaja yang tidak akrab dengan orang tua dan berjenis kelamin perempuan berpeluang 7.6 kali lebih besar mengalami depresi dibandingkan dengan remaja yang akrab dengan orang tua dan berjenis kelamin laki-laki. Kesimpulan: Kejadian depresi pada remaja SMA yang tidak akrab dengan orang tua lebih tinggi daripada remaja yang akrab dengan orang tua.

Background: Depression was a major cause of illness and disablement in teenagers. The prevalence of mental emotional disorder at 15-24 years old in Yogyakarta city had higher prevalence than National and Yogyakarta Province. Familiarity of parent-teens played an important role as social support in the prevention of teenagers depression. Objective: Determine the differences in the incidence of depression in high school teenagers who are familiar and not familiar with the parents in Yogyakarta city. Methods: The research method was cross sectional. The research involved 200 high school teenagers in Yogyakarta city. The study was conducted at five high schools in Yogyakarta city. Independent variable was familiarity of parent-teens, dependent variable was teenager depression and external variables were gender, parental employment status and socioeconomic status. Data analysis included univariable, bivariable, used Chi-square, to determined the strength of the relationship between independent and the dependent variable used Prevalence Ratio (PR) with Confidence Interval (CI) of 95%, and multivariable with logistic regression. Results: Analysis of bivariable showed a significant relationship between familiarity of parent-teens with teenagers depression. Teenagers who are not familiar with the parents potentially 3.7 times greater to get depressed than teenagers who are familiar with parents (p:0.001, PR=3.7 (CI 95%=2.10-6.53). Multivariable analysis showed that there is a significant relationship between parental familiarity with teenagers depression controlled variable of gender (p:0.002, OR = 7.66 (CI 95%=3.63-16.15). Teenagers who are not familiar with the parents and female gender have 7.6 times greater potentially become depressed than teenagers who are familiar with the parents and male gender. Conclusion: The incidence of depression in high school teenagers who are not familiar with the parents was higher than teenagers who are familiar with the parents.

Kata Kunci : Keakraban orang tua - remaja, depresi, remaja/ Familiarity of parents - teens, depression, teenagers