Kepatuhan dokter spesialis terhadap implementasi formularium nasional di RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu
TURSINA HERTI, Dr. Erna Kristin, M.Si., Apt; Dr. Andreasta Meliala, M.Kes., MAS
2015 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatINTISARI Latar Belakang : Universal Health Coverage (UHC) dilaksanakan di banyak negara di dunia bertujuan menjamin setiap orang memiliki akses ke pelayanan kesehatan tanpa menimbulkan dampak kesulitan keuangan. Pada 1 Januari 2014 Indonesia menyelenggarakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dilaksanakan secara bertahap dan ditargetkan tahun 2019 tercapainya UHC di Indonesia. Pelayanan era JKN menggunakan formularium nasional (fornas) yang harus dipatuhi penulis resep di fasilitas kesehatan, dan pasien tidak diperkenankan cost sharing. Di rs terdapat beberapa variabel yang mendukung kepatuhan dokter spesialis terhadap penulisan resep pasien BPJS, yaitu faktor individu dan lingkungan kerja. Tujuan penelitian : Menggambarkan kepatuhan dokter spesialis, mengukur tingkat kepatuhan dokter spesialis dan mengidentifikasi faktor faktor yang mempengaruhi kepatuhan dokter spesialis terhadap implementasi fornas di RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini penelitian analitik menggunakan desain penelitian cross sectional, analisis data secara kuantitatif, pengambilan data dengan metode retrospektif. Subjek penelitian dokter spesialis (n=23). Resep yang diobservasi merupakan seluruh resep pasien BPJS yang ditulis oleh dokter spesialis pada bulan Mei 2015. Instrumen yang digunakan kuesioner, checklist dan daftar isian. Hasil dan pembahasan : Resep yang diobservasi : 2.762 lembar. Terdapat 11.526 item obat sesuai fornas dan 1.934 item obat tidak sesuai fornas. Hasil uji statistik menggunakan chi square didapatkan bahwa faktor persepsi (p 0,001) merupakan variabel yang berhubungan secara bermakna dengan kepatuhan. Sedangkan variabel kebijakan rumah sakit dalam pengendalian obat pasien BPJS telah dilaksanakan keseluruhan (100%), sosialisasi baru berjalan sebanyak 67%. Ketidakpatuhan dokter spesialis menulis resep sesuai fornas dikarenakan obat yang ditulis sesuai kompetensinya tidak diakomodir dalam fornas dan karena persepsi tentang manfaat dan mutu obat fornas masih rendah. Kesimpulan: Tingkat kepatuhan dokter spesialis menulis resep berdasarkan fornas sebesar 83%, dan persepsi merupakan variabel yang berhubungan secara bermakna dengan kepatuhan. Memperbaiki persepsi dokter spesialis terhadap fornas, dapat dilakukan dengan melakukan sosialisasi.
ABSTRACT Background: Universal Health Coverage (UHC) that has been performed by many countries in the world aims to guarantee person has equal access without incurring the impact of financial hardship. 1 January 2014, Indonesia hosted Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) conducted gradually and 2019 achievement of the UHC in indonesia. The era of JKN service using national formulary (fornas) which must be obeyed by the prescription, and the patient is not allowed cost sharing. There are several variables that support compliance medical specialist against the writing prescription of patients BPJS, namely factors individual and workplace Research purposes: Medical Specialist describe compliance with the fornas, measure medical specialist compliance and identifies factors affecting medical specialist compliance with the fornas in RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu. Methodology: The kind of research is analytic by using design research cross sectional, data analysis quantitatively, the data using a method of the subject of study is medical specialists (n=23). That recipe observed constitute a whole prescription patients BPJS in writing by medical specialist in may 2015. Results and discussion: Number of that recipe observed: 2.762 sheets. There are appropriate medication 11.526 items fornas and 1.934 items of drugs not appropriate fornas. Statistical tests using chi square obtained the result that the perception (p 0,001) is variable are associated. Variable hospital in drug BPJS control patients had been conducted a whole (100%), socialization just over a total of 67%. Disobedience specialist prescribe appropriate fornas because of drugs commonly written appropriate with competence is not first in fornas and because the perception of benefits and the quality of medicine fornas is low. Conclusions: The compliance level of medical specialist writing a recipe based on of fornas is 83%, and perception is variable are associated with compliance. To improve the perception specialized doctors to fornas, can be done by implementing socialization. Keywords: compliance, national formulary, individuals and workplace.
Kata Kunci : Kata Kunci : Kepatuhan, Formularium nasional, persepsi