Laporkan Masalah

Strategi Pengembangan Sektor Pertanian di Kabupaten Wonosobo

NUR SAUDAH AL ARIFA DEWI, Dr. Ir Lestari Rahayu Waluyati, MP ; Prof. Dr. Ir. Masyhuri

2015 | Tesis | S2 MANAJEMEN AGRIBISNIS

Wonosobo termasuk dalam tiga besar Kabupaten yang memiliki Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita terendah di Provinsi Jawa Tengah, data BPS tahun 2013 menunjukkan bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Wonosobo sebesar 22,08 %, angka tersebut jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan angka kemiskinan Provinsi Jawa tengah yang berada di angka 14,44 %. Menyikapi hal itu, pemerintah Kabupaten Wonosobo harus bekerja lebih keras dalam mengatasi masalah tersebut. Pertanian merupakan sektor penyumbang PDRB terbesar yang kontribusi rata-ratanya mencapai 44%, dengan mayoritas penduduknya sebagai petani, tentunya diperlukan suatu strategi pengembangan di sektor pertanian sebagai penopang perekonomian agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Wonosobo. Penelitian ini bertujuan (1) Menganalisis peran sektor pertanian dalam struktur perekonomian Wonosobo, (2) Menganalisis peran subsektor pertanian terhadap pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Wonosobo, (3) Merumuskan strategi kebijakan dalam pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Wonosobo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kombinasi kualitatif-kuantitatif (mix method). Penentuan sektor unggulan menggunakan alat analisis Static Symetric Location Quatient (SSLQ) ) dan Dynamic Symetric Location (DSLQ), dengan menggunakan data PDRB selama 10 tahun (2003-2013). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sektor pertanian merupakan sektor unggulan di Kabupaten Wonosobo, namun kecenderungannya mengalami penurunan dan semakin tertinggal. Perumusan strategi dengan menggunakan analisis SWOT diperoleh kesimpulan bahwa kebijakan pengembangan sektor pertanian di Wonosobo berada pada kuadran ke-3, posisi ini menandakan bahwa pengembangan sektor pertanian termasuk kategori yang lemah namun masih berpeluang untuk berkembang. Sehingga rekomendasi strategi yang diberikan adalah dengan melakukan konsolidasi dan perbaikan (Improvement Strategy) dengan pendekatan matriks Weakness Opportunities Strategy, agar pemerintah kabupaten Wonosobo dapat lebih tanggap dalam menangkap peluang yang ada, meminimalkan kelemahan sekaligus memperbaiki kinerja organisasi dalam pengembangan sektor pertanian untuk peningkatan kesejahteraan di Kabupaten Wonosobo

Wonosobo is one of Jawa Tengah Province's three districts with lowest per capita Gross Regional Domestic Product (GRDP). Central Bureau of Statistics estimated that in 2013, poverty rate of Wonosobo District was 22.08%, much higher than average poverty rate of Jawa Tengah of 14.44 %. In response, government of Wonosobo District need to work harder to overcome the problem. As the highest contribution to GRDP of the district come from agriculture with average annual rate of 44%, as also indicated by major population of farmer, development strategy in this main economy supporting sector is critically needed in order to improve social welfare in Wonosobo. This present study aimed (1) to analyze the role of agriculture in Wonosobo's economy structure, (2) to analyze agriculture's subsectors toward the primary sector in the districts, as well as (3) to formulate policy strategy for agricultural development in Wonosobo. Combination of qualitative-quantitative (mix method) approach was applied. Leading sectors determination was carried out using Static Symetric Location Quatient (SSLQ) dan Dynamic Symetric Location (DSLQ) devices with GRDP during 10 years (2003-2013) as data input. Research confirmed that agriculture is the leading sector in Wonosobo District, but the role tends to decline fell behind. Strategy formulation using SWOT analysis concluded that policies on agricultural development in Wonosobo were located on the 3rd quadrant which indicated that they were relatively poor but, however, likely to be developed. Thus, this study recommended consolidation and improvement strategy using Weakness Opportunities-Strategy matrix approach as an effort for Wonosobo district government to be more responsive capturing exist opportunities, to inhibit weakness, as well as to improve organizational performance in agriculture development, as a measure to increase prosperity in Wonosobo.

Kata Kunci : Sektor Unggulan, Strategi, Kebijakan, Pengembangan, Pertanian, Wonosobo

  1. S2-2015-352613-abstract.pdf  
  2. S2-2015-352613-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-352613-tableofcontent.pdf