KUALITAS PELAYANAN PENYAKIT DIARE PADA ANAK : ANALISIS TENAGA KESEHATAN DI LAYANAN PRIMER (ANALISIS DATA INDONESIAN FAMILY LIFE SURVEI (IFLS) 2007)
SAEKHOL BAKRI, Prof. dr. Hari Kusnanto, DrPH; Dr. dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA
2015 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang. Diare merupakan salah satu penyakit yang berpengaruh terhadap kematian anak. Lebih dari 2,3 milyar kasus dan 1,5 juta anak dibawah lima tahun meninggal karena diare. Angka tersebut mencakup 16% dari seluruh kematian anak dibawah lima tahun di seluruh dunia. Kualitas tenaga kesehatan yang baik dapat berpengaruh positif terhadap kualitas pelayanan. Outcome dari pelayanan yang baik adalah meningkatnya derajat kesehatan termasuk berkurangnya angka kematian anak yang disebabkan oleh diare. Analisis tentang kualitas tenaga kesehatan di Indonesia perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas tenaga kesehatan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan analisis data sekunder Indonesian Family Life Survey (IFLS) 2007 dengan unit analisis tenaga kesehatan dan desain cross sectional. Data IFLS 2007 diambil dari 13 provinsi. Analisis kualitas tenaga kesehatan dinilai dari pertanyaan vignette pada blok faskes puskesmas dan faskes praktek swasta. Hasil : Rerata kualitas dokter lebih baik dibandingkan tenaga kesehatan lain. Dokter dengan masa kerja < 6 tahun memiliki skor 2.433 lebih baik dibandingkan dengan masa kerja lebih dari 15 tahun dan 6-15 tahun (perbedaan rerata: 2.178). Tenaga kesehatan yang mengikuti pelatihan lebih baik dibandingkan dengan yang tidak. Faktor yang paling berpengaruh terhadap kualitas dokter adalah masa kerja, keikutsertaan dalam pelatihan diare dan regional. Kesimpulan : Kualitas tenaga kesehatan di Indonesia masih kurang. Dokter memiliki kualitas lebih baik. Peningkatan kualitas dokter dapat dilakukan dengan memperhatikan masa kerja, keikutsertaan pelatihan diare dan regional
Background: Diarrhea is one of the diseases that can affect the child's death. More than 2.3 billion cases and 1.5 million children under five years die from diarrhea. The figure includes 16% of all deaths of children under five worldwide. Good quality health workers can have positive influence on the quality of service. Outcome of good service is the increased level of health, including reduced child mortality caused by diarrhea. Analysis of the quality of health workers in Indonesia needs to be done to improve the quality of health workers. Methods: This study was a quantitative study using secondary data analysis Indonesian Family Life Survey (IFLS) 2007 with health workers as analysis unit and using cross-sectional design. IFLS 2007 data taken from 13 provinces. Analysis of the quality of health workers assessed from vignette question on the health centers block and private practice block. Results: The average quality of the doctor is better than other health professionals. Doctors with the period of work <6 years have a score of 2,433 better than the period of work more than 15 years and 6-15 years (diff: 2.178). Health workers are trained better than those who did not. The factors that most affect the quality of doctor is period of work, participation in training diarrhea and regional. Conclusion: The quality of health workers in Indonesia is still lacking. Doctors have better quality than other health professionals. Improved quality of the doctor can be done by considering the year of graduation, participation in training and regional
Kata Kunci : diare, kualitas tenaga kesehatan, IFLS