Laporkan Masalah

MARKETING PLAN FOR LEXIPAL APPLICATION AS STARTUP BUSINESS

MEGA AISYAH NIRMALA, Dr. Sahid Susilo Nugroho, M.Sc.

2015 | Tesis | S2 Manajemen

Disleksia adalah ketidakmampuan belajar spesifik yang ditandai dengan kesulitan mengenal kata yang akurat dan kemampuan mengeja yang lemah. Bagaimanapun, anak-anak disleksia tidak dapat disembuhkan karena bukan disleksia penyakit tetapi mereka dapat mengatasi masalah mereka dengan terapi remedial yang tepat. Prevalensi disleksia adalah 10% sampai 15% dari populasi anak-anak di usia sekolah. Ini membuka kesempatan bagi perusahaan untuk melakukan bisnis di daerah ini untuk melayani anak-anak disleksia dengan aplikasi terapi. LexiPal, aplikasi terapi remedial untuk anak-anak disleksia, dikembangkan untuk mengambil kesempatan ini. Oleh karena itu, aplikasi LexiPal bermain di industri teknologi pendidikan, lebih spesifik, di daerah belajar spesifik industri aplikasi kesulitan. Di sisi lain, kesadaran terhadap disleksia masih rendah di Indonesia. Rencana pemasaran ini akan difokuskan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap disleksia dalam tahap awal pemasaran dan fokus pada peningkatan pertumbuhan penjualan di kemudian hari. Untuk membuat rencana pemasaran, dimulai dengan menganalisis lingkungan eksternal dan internal. Kemudian, analisis yang digunakan untuk membuat strategi pemasaran adalah Analisis SWOT dan Analisis Five Forces. Semua informasi ini dikumpulkan dengan menggunakan metode literatur, wawancara mendalam, dan diskusi panel. Berdasarkan kedua analisis tersebut, disusunlah rencana pemasaran. Rencana pemasaran akan mencakup tujuan pemasaran dan bagaimana mencapainya. Kekuatan dan kelemahan, ancaman dan kesempatan, situasi industri, dan pesaing merupakan hal penting untuk membuat rencana pemasaran. Rencana pemasaran disusun dengan menggunakan bauran pemasaran (produk, harga, tempat, dan promosi). Kata kunci: rencana pemasaran; SWOT, Five Forces, bauran pemasaran, lexipal, disleksia

Dyslexia is a specific learning disability which is characterized by difficulties with accurate word recognition and poor spelling decoding abilities. However, dyslexic children cannot be cured since it is not a disease but they can overcome their problem with proper remedial therapy. The prevalence of dyslexia is 10% to 15% of the children population in the school age. It opens an opportunity for the company to do a business in this area to serve the dyslexic children with the application therapy. LexiPal, a remedial therapy application for dyslexic children, was developed to take this opportunity. Hence, LexiPal application plays in educational technology industry, in more specific, in area of specific learning difficulty application industry. On the other hand, the awareness toward dyslexia is still low in Indonesia. This marketing plan is going to be focused in raising the awareness of the society toward dyslexia in the early stage of marketing and focusing in an increasing growth of sales later on. In order to make a marketing plan, it starts with analyzing the external and internal environment. Then, the analysis which are used to create the strategy of marketing is SWOT Analysis and Five Forces Analysis. The information is collected by using literature, in depth interview, and panel discussion. Based on those two analysis, the marketing plan is built. The marketing plan will cover the marketing objectives and how to achieve it. The strengths and weaknesses, opportunity threat, the situation of the industry, the competitors are important to create the marketing plan. The marketing plan breaks down through marketing mix (product, price, place, and promotion). Key words: marketing plan; SWOT, five forces, marketing mix, lexipal, dyslexia

Kata Kunci : marketing plan; SWOT, five forces, marketing mix, lexipal, dyslexia

  1. S2-2015-341271-abstract.pdf  
  2. S2-2015-341271-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-341271-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-341271-title.pdf