Laporkan Masalah

PENGARUH SUHU DAN PENAMBAHAN SURFAKTAN PADA DAYA ANTIBAKTERI SODIUM HIPOKLORIT TERHADAP Enterococcus faecalis

ERLIAN SEPTIANA SARI, drg. Wignyo Hadriyanto, M.S., Sp.KG (K); drg. Diatri Nari Ratih, M.Kes., Sp.KG., Ph.D

2015 | Tesis-Spesialis | SP ILMU KONSERVASI GIGI

Peningkatan daya antibakteri NaOCl dapat dilakukan dengan menaikkan suhu larutan atau dengan penambahan surfaktan. akan tetapi pemanasan masih menjadi perdebatan karena merusak struktur kimia NaOCl. Enterococcus faecalis merupakan spesies bakteri yang ditemukan pada perawatan endodontik yang gagal. Penelitian bertujuan mengetahui bagaimana pengaruh suhu dan penambahan surfaktan pada daya antibakteri NaOCl terhadap E. faecalis. Penelitian terdiri dari empat kelompok: NaOCl 5,25% suhu 28OC, NaOCl 5,25% suhu 45OC, NaOCl 5,25% ditambah surfaktan suhu 28OC dan NaOCl 5,25% ditambah surfaktan suhu 45OC. Sembilan cawan petri berisi media MHA, masing-masing berisi empat sumuran yang mewakili empat kelompok penelitian. Seluruh cawan petri dimasukkan kedalam anaerobic jar, dieramkan dalam inkubator selama 24 jam dengan suhu 37oC, dan diukur zona hambatnya. Anava dua jalur menunjukkan pengaruh suhu dan penambahan surfaktan pada daya antibakteri NaOCl terhadap E. faecalis. Uji LSD menunjukkan daya antibakteri NaOCl 5,25% suhu 45OC dengan penambahan surfaktan lebih besar dibanding kelompok lain. Daya antibakteri NaOCl 5,25% yang ditambah surfaktan lebih besar dari NaOCl 5,25% tanpa penambahan surfaktan pada suhu yang sama. Daya antibakteri NaOCl 5,25% suhu 45OC lebih besar dari NaOCl 5,25% suhu 28OC, baik pada kelompok tanpa penambahan surfaktan maupun dengan penambahan surfaktan.

Antibacterial activity of NaOCl can improved by heated or by added surfactant, but heating is still debated as damaging its chemical structure. Enterococcus faecalis is bacteria which frequently found in root canal treatment failure. The aims of this study was to evaluate the influence of temperature and surfactant to antibacterial activity of NaOCl against E. faecalis. The study divided to four groups: NaOCl 5.25% at 28OC and 45OC, NaOCl 5.25% with added surfactants at 28OC, and 45OC. Nine petri dish containing MHA, each contain four wells that represent four research groups. The entire petri dish inserted into the anaerobic jar, incubated for 24 hours at 37OC, and measured the inhibitory zone . Two way Anova show the influence of temperature and surfactant to the antibacterial activity of NaOCl against E. faecalis. Antibacterial activity of NaOCl 5.25% at 45OC with added surfactant was greater than other groups. Antibacterial activity of NaOCl 5.25% with added surfactant is greater than 5.25% NaOCl without added surfactant at the same temperature. Antibacterial activity of NaOCl 5.25% at 45OC was greater than NaOCl 5.25% at 28OC, both in the group without added surfactant and with added surfactant.

Kata Kunci : sodium hipoklorit, suhu , surfaktan, E. faecalis


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.