Laporkan Masalah

FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN MALARIA DI KECAMATAN PAGEDONGAN KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2014

HASTUTI TONGKODU, dr. Tribaskoro Tunggal Satoso M.Sc, Ph.D;Trisno Agung Wibowo, S.KM, M.Kes.

2015 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang : Malaria merupakan penyakit menular dan mematikan yang berdampak terhadap kualitas hidup dan ekonomi masyarakat. Kecamatan Pagedongan mengalami peningkatan kasus pada tahun 2012 yaitu: 12 (0,29%), tahun 2013 116 (3,08%), tahun 2014 131 (3,5%). Penyebaran malaria dipengaruhi oleh pekerjaan, penggunaan kelambu, penggunaan obat nyamuk, keluar malam hari, mandi cuci dan buang air besar diluar rumah, langit-langit rumah, kondisi rumah, kepemilikan hewan ternak, dan keberadaan kebun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian malaria di Kecamatan Pagedongan Kabupaten Banjarnegara. Metode : penelitian ini merupakan penelitian obsevasional analitik dengan pendekatan Cross sectional. Analisis menggunakan Chi-Square sehingga diperoleh Rasio Prevalence (RP) dan kemaknaan statistik. Hasil : Hasil bivariat pada penelitian ini yang faktor risiko dan secara statistik bermakna terhadap kejadian malaria di Kecamatan Pagedongan adalah penggunaan kelambu RP: 1,5925 (CI95% 1,2539-2,0227) P:0,0001, penggunaan obat nyamuk RP: 1,3013 (CI95% 1,0810-1,5666) P:0,00046, keluar malam hari RP: 1,3833 (CI95% 1,1020-1,7364) P:0,0043, mandi diluar rumah RP: 2,4666 (CI: 1,7411-3,4944) BAB diluar rumah RP: 1,3750 (CI95% 1,1121-1,7000) P:0,0021, langit-langit RP: 21,1826 (CI95% 1,0727-1,3039) P:0,0006, keberadaan kebun RP: 1,2040 (CI95% 1,0738-1,3501) P:0,0012. Kesimpulan : penggunaan kelambu, penggunaan obat nyamuk, keluar malam hari, mandi diluar rumah, BAB diluar rumah, langit-langit, dan keberadaan kebun merupakan fakr\tor risiko kejadian malaria di Kecamatan Pagedongan Kabupaten Banjarnegara.

Background: Malaria is an infectious and deadly disease that affects quality of life and economy. Subdistrict Pagedongan increased cases in 2012, namely: 12 (0.29%), 2013 116 (3.08%), 2014 131 (3.5%). The spread of malaria is affected by the work, the use of bed nets, insect repellent use, out the night, bathing, washing and defecating outside the home, ceiling, housing conditions, ownership of livestock, and the existence of the garden. The purpose of this study was to identify risk factors associated with the incidence of malaria in Sub Pagedongan Banjarnegara. Methods: This study is an observational analytic research with cross sectional approach. Analysis using prevalence ratio (RP) using Chi-Square test so obtainable value Results: The results of this study were bivariate on risk factors and statistically significant on the incidence of malaria in the district is the use of mosquito nets Pagedongan RP: 1.5925 (CI95% from 1.2539 to 2.0227) P: 0.0001, use insect repellent RP: 1.3013 (CI95% from 1.0810 to 1.5666) P: 0.00046, out evenings RP: 1.3833 (CI95% from 1.1020 to 1.7364) P: 0.0043, showers outside the house RP: 2.4666 (CI: 1.7411 to 3.4944) defecate outside the house RP: 1.3750 (CI95% from 1.1121 to 1.7000) P: 0.0021, ceiling RP: 21.1826 (CI95% 1.0727 to 1.3039) P: 0.0006, where the garden RP: 1.2040 (CI95% from 1.0738 to 1.3501) P: 0.0012. Conclusion: the use of bed nets, insect repellent use, out the night, showers outside the house, defecate outside the home, ceilings, and a garden where Fakr \ tor the risk of the incidence of malaria in Sub Pagedongan Banjarnegara.

Kata Kunci : Faktor risiko malaria di Kecamatan Pagedongan/Risk factors for malaria in Sub Pagedongan

  1. S2-2015-357896-abstract.pdf  
  2. S2-2015-357896-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-357896-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-357896-title.pdf