Laporkan Masalah

BANTUAN KEMANUSIAAN DAN DAMPAK LINGKUNGAN HIDUP: Studi Kasus Bantuan Kemanusiaan Paska Tsunami 2004 di Aceh

SHAUMMIL HADI, Titik Firawati, M.A

2015 | Tesis | S2 Ilmu Hubungan Internasional

Penelitian ini berjudul "Bantuan Kemanusiaan dan Dampak Lingkungan Hidup: Studi Kasus Aksi Kemanusiaan Paska Tsunami 2004 di Aceh" berisi tentang penilaian hubungan antara suatu operasi kemanusiaan dengan dampak lingkungan hidup yang mengambil kasus kegiatan-kegiatan kemanusiaan selama proses rehabilitasi dan rekonstruksi paska bencana tsunami di Aceh, 2005-2009. Penelitian kualitatif ini telah memanfaatkan sumber data dokumen-dokumen laporan dan wawancara semi-struktur kepada beberapa pekerja kemanusiaan, aktifis lingkungan, dan penerima manfaat bantuan tsunami Aceh. Selain data pendukung sekunder lainnya. Secara umum, penelitian ini diharapkan dapat menjelaskan keterkaitan aspek lingkungan dalam kegiatan aksi kemanusiaan, serta bagaimana kita dapat mengevaluasi dampak program bantuan kemanusiaan, dalam konteks pembelajaran bagi kegiatan serupa di masa mendatang. Secara khusus, penelitian ini hendak menelaah faktor-faktor penentu mengapa bantuan kemanusiaan selama proses rehabilitasi dan rekonstruksi paska Tsunami di Aceh tahun 2004-2009 menimbulkan dampak negatif pada lingkungan. Dari hasil analisis, penelitian ini kemudian merangkum beberapa faktor-faktor penentu mengapa bantuan kemanusiaan selama proses rehabilitasi dan rekonstruksi paska Tsunami di Aceh tahun 2004-2009 menimbulkan dampak negatif pada lingkungan, yakni sebagai berikut: (a) terdapat ketergantungan yang besar aktor kemanusiaan pada ketersediaan sumber daya alam lokal dalam upaya menyukseskan proses kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi. Namun demikian, sumber daya alam itu bersifat sangat terbatas. Mengatasi persoalan ini beberapa lembaga berupaya menyediakan pasokan dari luar negeri, sementara banyak dari lembaga lainnya mengambil jalan pintas dengan mengunakan sumberdaya yang berstatus ilegal dan tidak berkelanjutan; (b) kasus lingkungan dipengaruhi pula oleh masalah makro pengelolaan bencana paska Tsunami di Aceh yang berkaitan dengan bagaimana penatakelolaan baik dari sisi sistem maupun aktor; (c) persoalan mikro-kelembagaan donor pemberi bantuan. Ini berkaitan dengan misalnya minimnya pengetahuan, kapasitas dan kompetensi, perbedaan motivasi dan cara beradaptasi terhadap kompleksitas masalah. Ketiga faktor ini semuanya melekat dalam situasi yang kompleks yang dihadapi beragam aktor dalam menangani bantuan kemanusiaan paska bencana skala besar seperti di Aceh, 2005-2009.

This study, "Humanitarian Aid and Environmental Impacts: Case Studies Humanitarian Action after the 2004 tsunami in Aceh" contains the valuation of the relationship between a humanitarian operation with environmental impacts that take cases humanitarian activities during the process of rehabilitation and reconstruction post-tsunami Aceh, 2005-2009. This qualitative study has utilized report documents and semi-structured interviews to some humanitarian workers, environmental activists, and beneficiaries of the Aceh tsunami aid. In addition, other secondary data has used as supporting. In general, this research is expected to explain the relevance of environmental aspects in the activities of humanitarian action, as well as how we can evaluate the impact of the humanitarian aid program, in the context of learning for similar activities in the future. In particular, this study wanted to examine the determinants of why post-tsunami reliefs during the rehabilitation and reconstruction in Aceh in 2004-2009 have a negative impact on the environment. From the analysis, this study then summarizes some of the determinants, which is as follows: (a) there is a greater dependence of humanitarian actors on the availability local natural resources in efforts to succeed the process of rehabilitation and reconstruction. However, the natural resources are very limited. To overcome this problem, several agencies working to provide supplies from abroad, while many of the other institutions to take "shortcuts way" by using illegal and unsustainable resources; (b) environmental cases influenced by macro-problems of post disaster intervention in Aceh; (c) micro-institutional issue. It deals with for example the lack of knowledge, capacity and competence, differences in motivation and how actors adapt a very complex situation. All of these factors inherent in a complex situation faced by diverse actors in addressing the humanitarian aid after large-scale disasters such as in Aceh, 2005-2009.

Kata Kunci : Bantuan Kemanusiaan, Rehabilitasi dan Rekonstruksi Paska Tsunami, dan Dampak Lingkungan

  1. S2-2015-370545-abstract.pdf  
  2. S2-2015-370545-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-370545-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-370545-title.pdf