FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KEMISKINAN DI PROVINSI SULAWESI BARAT, 2005-2013
MARSTEPAN JAUHAR, Dr. Soeratno, M.Ec.
2015 | Tesis | S2 Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kemiskinan di Provinsi Sulawesi Barat, 2005-2013.Variabel yang digunakan adalah tingkat kemiskinan sebagai variabel dependen, variabel pendapatan riil per kapita, angka melek huruf, angka penyerapan angkatan kerja, persentase jumlah penduduk yang bekerja di sektor pertanian, dan upah minimum sebagai variabel independen. Jenis data yang digunakan adalah data panel dari tahun 2005-2013 sebagai waktu (times series), yang terdiri dari lima kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat (cross section). Metode yang digunakan adalah regresi data panel dengan model terbaik yaitu fixed effect. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial PDRB riil per kapita tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan hal ini berarti PDRB riil per kapita belum mampu untuk menurunkan tingkat kemiskinan, sedangkan angka melek huruf, angka penyerapan angkatan kerja, persentase jumlah penduduk yang bekerja di sektor pertanian dan upah minimum berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Secara bersama-sama variabel PDRB riil per kapita, angka melek huruf, angka penyerapan angkatan kerja, persentase jumlah penduduk yang bekerja di sektor pertanian dan upah minimum berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Tingkat kemiskinan di Provinsi Sulawesi Barat 2005-2013 lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat kemiskinan nasional.Oleh karena itu, diharapkan penelitian ini sebagai masukan bagi pemerintah daerah dalam mengambil kebijakan untuk menurunkan tingkat kemiskinan di Provinsi Sulawesi Barat.
This study aimed to analyze factors affecting poverty level in Sulawesi Barat Province, 2005-2013. The variable used is poverty level as dependent variable, real GRDP per capita, the literacy rate, the employment rate, the percentage of the working population in agricultural sector, and the minimum wage as independent variable. The type of data used panel data from 2005-2013 as the time (times series), which concists of five districs in Sulawesi Barat Province (cross section). The method used panel data reggresaion model with the best that is fixed effect. The analysis showed that particially real GRDP per capita not significant influence the poverty level this means GRDP per capita has not been able to reduce poverty level, while the literacy rate, the employment rate, the percentage oh the working population in the agricultural sector, and the minimum wage negative and significant effect on the level of poverty. The taken together variables in real GRDP per capita, the literacy rate, the employment rate, the percentage of the working population in the agricultural sector, and the minimum wage are significant negative effect on the poverty level. The poverty rate in Sulawesi Barat 2005-2013 is higher than the national poverty level. Therefore, it is hoped this study as an input for local government to adopt policies to reduce poverty level in Sulawesi Barat Province.
Kata Kunci : Tingkat Kemiskinan, PDRBRiil per Kapita, Angka Melek Huruf, Upah Minimum.