KEPEMIMPINAN KEPALA DESA DALAM MENINGKATKAN SUMBER DAYA MANUSIA DI DESA KARANGPATIHAN (Studi Kasus Pada Masyarakat Miskin dan Penderita Retardasi Mental di Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo)
ACHMAD NUR HAIDA, Prof. Dr. M. Baiquini, MA
2015 | Tesis | S2 Administrasi PublikPenelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena Kampung Idiot yang ada di Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo. Fenomena tersebut disebabkan karena musim paceklik yang pernah terjadi di Desa Karangpatihan. Berbagai macam upaya telah dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin dan orang dengan retardasi mental di Desa Karangpatihan. Upaya untuk menciptakan kemandirian di Desa Karangpatihan dimulai dari mendirikan Balai Latihan Kerja (BLK). Tujuan didirikan BLK adalah meningkatkan keterampilan masyarakat miskin dan orang dengan retardasi mental di Desa Karangpatihan. Inisiator dari adanya BLK adalah Eko Mulyadi. Eko Mulyadi adalah Kepala Desa Karangpatihan. Kepemimpinan Eko Mulyadi menjadi tonggak dalam setiap pembangunan yang ada di Desa Karangpatihan. Penelitian ini akan menggambarkan peran Kepala Desa Karangpatihan dalam meningkatkan sumeberdaya manusia. Peran tersebut digambarkan melalui peran dalam membuat kebijakan, melakukan pemberdayaan masyarakat dan merubah image Desa Idiot menjadi Desa Mandiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Metode pengimpulan data dilaksanakan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Penentuan informan dilakanakan melalui puposive sampling. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif milles dan huberman (1992). Hasil dalam penelitian ini antara lain: Pertama, peran dalam membuat kebijakan dilaksanakan melalui identifikasi masalah yang meliputi: infrastruktur, persepsi masyarakat, ketergantungan terhadap bantuan, dan keterampilan. Masalah tersebut dijadikan landasan dalam merencanakan dan mengimplementasikan kebijakan, yang meliputi kebijakan dalam bidang ekonomi, kesehatan, infrastruktur dan pendidikan. Kedua, kegiatan pemberdayaan masyarakat dimulai dari identifikasi masalah yang meliputi permasalahan dalam kapasitas SDM, prioritas pemerintah desa, mental masyarakat dan sumberdaya. Kemudian dilaksanakan pemberdayaan melalui peningkatan kapasitas masyarakat, peningkatan kapasitas BLK dan pengembangan jaringan. Ketiga, merubah image masyarakat mengenai desa idiot menjadi desa mandiri dilaksanakan melalui strategi merubah persesi masyarakat tentang retardasi mental dan meningkatkan kemandirian desa. Faktor penghambat kepemimpinan kepala desa antara lain komunikasi antara pelaksana dan masyarakat miskin dan orang dengan retardasi mental, anggaran dan periode kepemimpinan kepala desa. Sedangkan faktor pendukungnya adalah adanya kelompok masyarakat, dukungan karangtaruna, dan pelatihandari BLK untuk masyarakat miskin dan orang dengan retardasi mental.
ABSTRACT The background of this isresearch is Kampung Idiot phenomenon in Karangpatihan Village, Balong Sub District, Ponorogo Regency. The phenomenon caused by a bad season in Karangpatihan Village. There are various effort that done by the government to increase social welfare of poor and people with mental retardation in Karangpatihan Village. The efforts strated with establish Balai Latihan Kerja (place for training in Karangpatihan Village). The puspose from establish BLK is increase skill of poor and people with mental retardation. The inistiator to establish BLK is Eko Mulyadi (Village Chief of Karangpatihan Village). The Leadership from Eko Mulyadi is trigger from every village development. The reaserch will be describe the role of Karangaptihan Village Chief to increase human resource. The role describe through (1) role in policy making, (2) role in community development, and (3) The alteration from Desa Idiot to Desa Mandri (Independet Village). The research use qualitative descriptive approach. Data collection menthod trough interview, observation, and documentation. The determining of informan use purposive sampling. Data Analysis use Interactive Model by Milles and Huberman (1992). The result of this research are: firstly, role in policy making through (1) problem identification that consist of infrastructure problem, perception of society, and skill. The problem is foundation to policy planning process and policy implementation process. Its consist of policy in economic, health, infrastructure, and education sector. The result of this role are: increase of social welfare, health, human resource and accessbility. Secondly, community develompment started from problem identification. This problem consist of human resource capacity, government priority, and community mental. Community development program through capacity bulding of society and BLK, and network develompment. Thirdly, change of image from Desa Idiot to Desa Mandiri through change perception from community mental retardation and increase the independence of the village. Inhibiting factors consist of communication between executive and poor and people with mental retardation, the budget, and leadeship periode. Supporting factors are communities, support from Karangtaruna, and training from BLK.
Kata Kunci : Kata Kunci : Kepemimpinan Kepala Desa, Sumberdaya Manusia, dan Pemberdayaan Masyarakat Miskin, dan Orang dengan Retardasi Mental/Keywords: Village Chief Leadership, Human Resource, community development of Poor and people with mental retardation