NDUKUNG OPO MBAJAK: PENGARUH DAN PERAN STAKEHOLDER TERHADAP USAHA KECIL BERBASIS PANGAN LOKAL "KWT MELATI" DI GUNUNG KIDUL
RISKA ARIYANTI, Dr. Bambang Hudayana, M.A
2015 | Skripsi | S1 ANTROPOLOGI BUDAYAKelompok Wanita Tani (KWT) Melati adalah salah satu kelompok wanita di Desa Mertelu yang mengelola usaha kecil yang mengolah bahan baku umbi-umbian dan buah-buahan menjadi produk tepung atau olahan setengah jadi. Penelitian mengenai kelompok ini dilakukan selama 2 bulan di Dusun Mertelu Kulon, Desa Mertelu, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan cara observasi partisipasi dan wawancara mendalam dengan informan kunci. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apa inisiatif yang dilakukan stakeholder dalam pengembangan usaha mikro dan bagaimana keberlanjutan usaha yang dikelola oleh kelompok tersebut setelah mendapat bantuan dari stakeholder, salah satunya adalah dari Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Gunungkidul ataupun Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kelompok ini membuat inovasi produk dan memanfaatkan bahan baku melimpah yang diperoleh dari hasil panen petani Desa Mertelu menjadi produk yang bernilai jual lebih tinggi dibanding bahan baku mentah. Keunikan produk olahan umbi menjadi tepung oleh KWT Melati ini menjadi daya tarik untuk mendatangkan bantuan dari berbagai pihak stakeholder. Kelompok ini memulai usaha secara sederhana dan berkembang sedikit demi sedikit dari bantuan stakeholder untuk usaha ini. Selain itu, Desa Mertelu yang sebelumnya menyandang predikat desa rawan pangan berhasil menjadi Desa Mandiri Pangan pada tahun 2011. Hal ini merupakan dua hal yang menarik untuk diteliti lebih lanjut, yakni mengenai keterlibatan stakeholder yang masuk ke Desa Mertelu dalam program Desa Mandiri Pangan dan bantuan secara khusus ke usaha kecil KWT Melati. Penelitian ini menemukan bahwa respon masyarakat yang positif terhadap bantuan stakeholder ditunjukkan dengan keberlanjutan usaha serta meningkatnya unit-unit usaha makanan lokal di desa tersebut. Bantuan tersebut memang ‘bergayung sambut’ namun masih ada kendala yang muncul, seperti sulitnya pasar produk pangan lokal, terbatasnya bahan baku, dan dominasi peralatan bantuan oleh ketua kelompok. Bantuan tersebut juga berdampak pada pola sosial ekonomi masyarakat. Dampak dari segi sosial melihat adanya kesadaran perilaku dan pola pengetahuan pelaku usaha mengenai pangan lokal. Pelaku usaha menganggap usaha pangan lokal adalah sarana aktualisasi diri dan peningkatan kelas sosial. Dampak dari segi ekonomi adalah peningkatan penghasilan dari para pelaku usaha yang ikut terlibat dalam pengembangan usaha tersebut.
Melati Women Farmer Group (Kelompok Wanita Tani or KWT) is one of the women’s group in Mertelu village which manage small business which process raw materials like tubers and fruits to become flour product and half-done product. This research was held in Dusun Mertelu Kulon, Desa Mertelu, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunung Kidul. The technique for collecting data in this research are participatory observation and indepth interview with key informant. The aim of this research are to see what initiative did stakeholder do, concerning on micro-business and how the continuation of the business which held by that group after they got support or aid from the stakeholder, and one of them are Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Gunung Kidul or Daerah Istimewa Yogyakarta Province (DIY). This group create innovation of product and using an abundant raw material from the harvest of Mertelu village’s farmers to create a more valuable product than the raw material. KWT Melati use this uniqueness of the tubers product to attract aids or support from the stakeholders. This group begin their business with a humble start and expand their business little by little using this stakeholder’s support. Beside that, Mertelu village which previously predicated as a food fragile village, in 2011 become Food Self-Sufficient Village (Desa Mandiri Pangan). There are two interesting things which need to be scrutinized further, namely the involvement of the stakeholders in Mertelu “Desa Mandiri Pangan†program and specific support for KWT Melati. This research show that people in Mertelu village have good respone for stakeholders support and it is proved by the continuation of the business and the increasing of food business unit in that village. That aid or support also has impact on people social-economic pattern. Social impact can be seen in the increasing of businessmen’s conciousness concerning on local food. Businessmen regard local food business as a way for self actualization. And from the economic point of view, the income of businessmen who involve in this program increases significantly.
Kata Kunci : KWT Melati, keberlanjutan usaha, stakeholder/KWT Melati, business continuation, stakeholder