Laporkan Masalah

DAMPAK PROGRAM DESA MANDIRI PANGAN TERHADAP KETAHANAN, KEMANDIRIAN PANGAN DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI JAWA

TEDY DIRHAMSYAH, Dr. Jangkung Handoyo Mulyo, M.Ec.; Prof. Dr. Ir. Dwidjono Hadi Darwanto, M.S.; Dr. Ir. Slamet Hartono, M.Sc.,

2015 | Disertasi | S3 Ekonomi Pertanian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi dan capaian kegiatan Program Desa Mandiri Pangan (Demapan) di Jawa, menganalisis dampak Demapan terhadap ketahanan, kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat di Jawa serta faktor yang mempengaruhinya, dan menganalisis keterkaitan antara ketahanan, kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi Demapan di Jawa pada awal dimulainya program sejak tahun 2006, dengan pendekatan 5 agroekosistem. Kriteria rumah tangga (RT) sampel adalah RT miskin yang menjadi anggota kelompok afinitas yang menerima program dan RT miskin bukan anggota, dengan total responden 300 rumah tangga. Metode penelitian deskriptif analisis, analisis Ordered Logit Model, regresi linier berganda, dan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pelaksanaan Demapan terus berkembang khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinanan dan kerawanan pangan di perdesaan; (2) Demapan mampu mendorong rumah tangga miskin yang secara umum merupakan rumah tangga tidak tahan pangan, menjadi rumah tangga rentan pangan, bahkan tahan pangan. Faktor-faktor yang berpengaruh positif terhadap ketahanan pangan adalah luas lahan, partisipasi anggota kelompok pada pelatihan dan kegiatan penting demapan, serta dummy agroekosistem pertanian dekat perkotaan. Faktor-faktor yang berpengaruh negatif terhadap ketahanan pangan adalah jumlah anggota rumah tangga, harga beras dan harga jagung; (3) rumah tangga dengan kategori mandiri pangan berjumlah 49 (16,33%), cukup mandiri pangan berjumlah 7 (2,33%), dan kategori tidak mandiri pangan berjumlah 244 (81,33%) rumah tangga. Faktor-faktor yang berpengaruh positif terhadap kemandirian pangan adalah luas lahan, cadangan pangan keluarga, partisipasi anggota kelompok pada pelatihan dan kegiatan demapan, dan dummy agroekosistem lahan kering. Faktor-faktor yang berpengaruh negatif terhadap kemandirian pangan adalah jumlah anggota rumah tangga, dan dummy agroekosistem pantai; (4) Demapan mampu mendorong rumah tangga miskin menjadi rumah tangga cukup sejahtera, bahkan sejahtera. Faktor-faktor yang berpengaruh positif terhadap kesejahteraan adalah luas lahan, partisipasi anggota kelompok pada pelatihan dan kegiatan penting demapan, dummy agroekosistem daerah aliran sungai, dummy agroekosistem pantai, dummy agroekosistem pertanian dekat perkotaan, dan dummy kepala keluarga sebagai petani. Faktor yang berpengaruh negatif adalah jumlah anggota rumah tangga; (5) ketahanan pangan memiliki korelasi positif sebesar 0,769 terhadap kemandirian pangan, dan 0,679 terhadap kesejahteraan. Kemandirian pangan memiliki korelasi positif sebesar 0,645 terhadap kesejahteraan. Begitupula sebalikanya kesejahteraan memiliki korelasi positif sebesar 0,679 terhadap ketahanan pangan dan 0,645 terhadap kemandirian pangan.

The research aims to find out implementation and activities achievements of the Food Resilience Village Program (Demapan) in Java, analyzing the Demapan impact, food resilience and security and community well-being in Java as well as the factors influenced it, and analyzing the relationship between food security, resilience and community well being. It was conducted at the Demapan location in Java in the beginning of program since 2006, with 5 agro-ecosystem approach. The household (H) criteria of samples are the poor household who are members of affinity group receiving the program and the poor household who are not members, with amount of 300 household respondents. The research method is analysis descriptive, Ordered logit model, multiple linear regression, and Spearman correlation. The results showed that: (1) implementation of the Demapan developed continuously, especially to attempts poor alleviation and food insecurity in rural areas; (2) The Demapan encourage the poor households from the food insecurity households to becomes the food vulnerable households, even improve more to became the food security households. The factors that have positive influence on food security is the land area, participation of group members on training and the Demapan important activities, as well as agriculture agro-ecosystem dummy close to urban. The factors that have negative influence to food security is amount of household members, rice and corn prices; (3) the households with food resilience category amounted 49 (16.33%), fairly food resilience amounted 7 (2.33%), and not food resilience amounted 244 (81.33%). The factors that have positive influence to food resilience is the land area, family food reserves, participation of group members on training and Demapan activities, and dry land agroecosystem dummy. The f actors that have negative influence to food resilience is amount of household members, and coastal agro-ecosystems dummy; (4) The Demapan encourage the poor households to becomes fairly prosperous, even improve more to became prosperous households. The factors that have positive influence to prosperity is the land area, participation of group members on training and the Demapan important activities, watersheds agro-ecosystems dummy, coastal agro-ecosystems dummy, agriculture agro-ecosystems dummy close to urban, and head of the family dummy as farmer. The f actors that have negative influence is amount of household members; (5) the food security has positive correlation of 0.769 to food resilience, and 0.679 to prosperity. The food resilience has positive correlation of 0.645 to prosperity. In the contrary, the prosperity has positive correlation of 0.679 to food security and 0.645 to food resiliency.

Kata Kunci : Ketahanan Pangan, Kemandirian Pangan, Kesejahteraan

  1. S3-2015-321595-abstract.pdf  
  2. S3-2015-321595-bibliography.pdf  
  3. S3-2015-321595-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2015-321595-title.pdf