Laporkan Masalah

EKONOMI KERAKYATAN MUBYARTO DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT SOSIAL

M. AGUS WIDIYANTO, Dr. Supartiningsih

2015 | Tesis | S2 Ilmu Filsafat

Pembangunan yang terlalu menitikberatkan pada faktor-faktor ekonomi dan pertumbuhan saja tidak akan mencapai tujuan peningkatan kesejahteraan masyarakat atau untuk mencapai pembangunan manusia seutuhnya. Teori ekonomi neoklasik yang berlaku di Indonesia terbukti tidak mampu mendistribusikan pemerataan hasil pembangunan, dan teori tersebut secara konseptual memang tidak bersifat mendukung terhadap gagasan keadilan sosial. Penelitian yang berjudul Ekonomi Kerakyatan Mubyarto dalam Perspektif Filsafat Sosial ini bertujuan untuk mendeskripsikan dasar filosofis dan menganalisa konsep ekonomi kerakyatan menurut Mubyarto, serta untuk memberikan refleksi kritis bagi program-program pembangunan kesejahteraan sosial di Indonesia. Ekonomi Kerakyatan dalam pemikiran Mubyarto dan relevansinya dengan pembangunan kesejahteraan sosial di Indonesia, dalam penelitian ini dianalisis dalam sudut pandang filsafat sosial. Penelitian ini merupaan penelitian pustaka, sehingga data pustaka digunakan sebagai bahan pokok dan di tambah data pendukung untuk mendapatkan pengertian yang komprehensif. Hasil penelitian di tempuh melalui langkah-langkah metodis penelitian kepustakaan berupa pembagian bahan penelitian yang terdiri dari pustaka utama dan pustaka sekunder, kemudian penentuan alur proses penelitian dalam kaidah keilmuan filsafat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif bidang filsafat yang menggunakan metodologis interpretatif, induktif dan deduktif, koherensi intern, kesinambungan histori, refleksi kritis dan heuristik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekonomi kerakyatan Mubyarto mempunyai substansi. Substansinya adalah suatu konsep ekonomi dengan perspektif Indonesia yang bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan sosial, mengikutsertakan seluruh lapisan masyarakat dalam proses pembangunan dan berlaku adil bagi seluruh rakyat. Kontribusi konsep ekonomi kerakyatan Mubyarto bagi pembangunan kesejahteraan sosial di Indonesia adalah prinsip pemerataan dan keberpihakan pada mayoritas masyarakat. Ekonomi tidak dipandang sebagai wujud sistem persaingan liberal ala barat, tetapi ada nuansa moral dan kebersamaannya, sebagai refleksi tanggung jawab sosial.

The development that focus more on economic factors and growth just not going to get to the purpose of the increase in community welfare or to reach human development completely. Neoclassical theory of economy implemented in Indonesia proved to be incapable to distribute equity as the results of development, otherwise this theory conceptually does not support the ideas of social fairness. This Research titled community economy of Mubyarto based on social philosophy was aimed to described basic philosophical and analyze concept of community economy according to Mubyarto, and to give a critical reflection for social welfare development program in Indonesia. Community economy based on Mubyarto perspective and its relevance to the development of social welfare in Indonesia, will be analyzed in this research from social philosophy point of view. This research was library research, it means the data library used as a principal and in addition to data support to get a comprehensive data. Result was gained by methodical research literature by divided it into main source and secondary source, then the determination of a groove the process research in scientific philosophy rules. The research was qualitative study that used interpretative methodologically, inductive and deductive, coherence internal, continuity history, reflection critical and a heuristic. The result showed that economic society of Mubyarto have a substance. It was a concept of economy based on Indonesia perspective. It rested on market mechanisms that social system, including the whole society underway and just for all people.The concept of Mubyarto with economic society for the development of social welfare in indonesia was the distribution and partiality on the majority of the society. Economy was not considered as west liberal system of competition, but there were moral and commitment, as reflection social responsibility.

Kata Kunci : Filsafat sosial, ekonomi kerakyatan, kesejahteraan sosial.