PENGGUNAAN LAHAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN BANTUL, 2007-2013
T. LINTANG TEYITA, Dr. Akhmad Makhfatih, M.A.
2015 | Tesis | S2 Ekonomika PembangunanDaerah Istimewa Yogyakarta mempunyai paradigma baru among tani dagang layar. Bantul sebagai salah satu kabupaten yang berada di selatan dan memiliki jarak yang dekat dengan Kota Yogyakarta mengalami dinamika dalam penggunaan lahannya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis pola penggunaan lahan berdasarkan sektor perekonomian, (2) menganalisis kinerja perekonomian antar kecamatan, dan (3) menganalisis penggunaan lahan di Kabupaten Bantul tahun 2013 dikaitkan dengan pertumbuhan ekonominya. Penelitian ini menggunakan menggunakan metode analisis deskriptif dan analisis statistik kuantitatif berupa Analisis Tipologi Klassen, Analisis Symetric Location Quotien, Analisis Ketimpangan, Analisis Perubahan Struktural, dan Analisis Sistem Informasi Geografis. Hasil penelitian menunjukkan pola penggunaan lahan berdasarkan sektor perekonomian di Kabupaten Bantul didominasi diwilayah utara dengan 5 sektor basis. Wilayah utara berdasarkan Tipologi Klassen menjadi kutub pertumbuhan ekonomi. Indeks ketimpangan di Kabupaten Bantul menunjukkan peningkatan. Indeks Williamson pada periode awal pengamatan sebesar 0,122 menjadi 0,307 pada periode akhir pengamatan, ketimpangan ini terjadi di Kecamatan Sewon, Kasihan, Banguntapan, Bantul dan Piyungan dengan kecamatan yang berada di sebelah barat, timur dan selatan, khususnya Kecamatan Pajangan. Analisis Indeks Transformasi Struktural menunjukkan peningkatan peranan sektor tersier selama periode pengamatan. Penggunaan lahan di Kabupaten Bantul secara umum sudah sesuai peruntukkannya, kecuali daerah utara dan sedikit daerah barat yang belum sepenuhnya termanfaatkan sesuai RTRW yang ada. Untuk mengembangkan perekonomian lebih lanjut, Pemkab Bantul perlu memfokuskan pembangunan sektor basis yang ada ditiap kecamatan dan wilayah yang tertinggal perlu diprioritaskan dalam pembangunan supaya dapat mengurangi ketimpangan antarwilayah. Selain itu, dalam rangka memenuhi kesesuaian pemanfaatan lahan didaerah yang belum sesuai dalam jangka pendek perlu memperhatikan rencana pemanfaatan lahan tersebut dalam jangka menengah dan jangka panjang.
Special Region of Yogyakarta has a new paradigm among tani dagang layar. Bantul as one of the districts in the south and has a close proximity to the city of Yogyakarta is experiencing the dynamics in land use. This study aims to (1) analyzing the pattern of land use based sectors of the economy, (2) analyzing the economic performance among districts, and (3) analyze the use of land in the district of Bantul in 2013 was associated with economic growth. This research using descriptive analysis method and quantitative statistical analysis form Klassen Typology Analysis, Symetric Location Quotien Analysis, Inequality Analysis, Analysis of Structural Change and Analysis of Geographic Information Systems. The results showed a pattern of land use based sectors of the economy in the northern region of Bantul district is dominated by the 5 base sector. Northern regions based Typology Klassen become poles of economic growth. Inequality indices in Bantul is increasing. Williamson index at the beginning of the observation period amounted to 0,122 into 0,307 at the end of the observation period, this disparity occurred in the district of Sewon, Kasihan, Banguntapan, Bantul and Piyungan with districts in the west, east and south, particularly district Pajangan. Structural Transformation Index analyzes the role of the tertiary sector showed an increase during the observation period. Land use in Bantul are generally designation, except for the area north and slightly west area that has not been fully utilized in accordance spatial plan available. To develop the economy further, Bantul regency need to focus on existing sector development base in each district and region lagging in development needs to be prioritized in order to reduce inequality between regions. In addition, in order to meet the suitability of land use areas are not appropriate in the short term need to consider the land use plan in the medium and long term.
Kata Kunci : Penggunaan Lahan, Pertumbuhan Ekonomi, Bantul, Ketimpangan