Laporkan Masalah

American and Indonesian Sitcom: A Transnational Analysis on Friends and Indonesian Sitcoms

TEGUH PUJA PRAMADYA, Prof. Dr. Ida Rochani Adi, S.U.

2015 | Tesis | S2 Pengkajian Amerika

Fakta bahwa Indonesia mengadopsi banyak program secara besar-besaran dari budaya populer Amerika, terutama format komedi situasi dan melakukan tayangan ulang dan reduplikasi di tingkat nasional dan menjadikannya sebagai program primetime di sebagian besar program televisi swasta, ini menunjukkan kekuatan pengaruh budaya Amerika di Indonesia. Meskipun ada perbedaan dan penyesuaian di beberapa bagian program, dengan modifikasi yang disesuaikan dengan budaya dan kebiasaan masyarakat Indonesia. Timbul pertanyaan, apakah produsen hiburan di Indonesia saat ini memang sengaja meniru dan menduplikasi beberapa variasi dan format komedi yang diimpor demi popularitas di televisi publik di Indonesia atau apakah format tradisional komedi Indonesia sekarang sedang diganti dengan variasi dan format komedi yang diimpor dari Amerika, ini merupakan hal yang menarik untuk dikaji. Penelitian ini dilakukan dalam kerangka Pengkajian Amerika. Dalam melakukan analisis, penulis membuat penelitian berdasarkan pendekatan studi banding (comparative study) dan teori representasi Stuart Hall, untuk melihat ruang lingkup untuk negosiasi dan oposisi dari penonton sebagai bagian aktif dari konsumsi media dan bagaimana penonton membuat makna dan memahami realitas melalui penggunaan simbol-simbol budaya pada media cetak dan media visual. Objek penelitian ini dibatasi terhadap representasi di Friends, sebagai sitkom Amerika, dan representasi di empat komedi situasi Indonesia, yaitu Keluarga Masa Kini, Tetangga Masa Gitu, Saya Terima Nikahnya dan The East. Temuan dari beberapa episode yang dipilih dari Friends dan komedi situasi Indonesia, menunjukkan beberapa persamaan dan perbedaan terhadap tren yang komedi situasi telah pergunakan. Komedi situasi Amerika dan Indonesia menggunakan konvensi dan struktur naratif yang sama, namun, mereka juga menunjukkan beberapa perbedaan terhadap isi dari komedi situasinya, beberapa perubahan dan transformasi dalam struktur naratif dapat dilihat, terutama dalam hal lokalitas setiap sitkom dalam menggambarkan nilai-nilai dari konstruksi sosial dan budaya di mana sitkom dibuat. Satu hal yang penting juga untuk diperhitungkan adalah cara masing-masing masyarakat memiliki konstruksi yang berbeda mengenai peran gender dan seksualitas, nilai-nilai keluarga dan sebagainya, yang dapat menghasilkan produk budaya yang berbeda meskipun mereka menggunakan dan berbagi konvensi dan karakteristik sitkom yang sama.

By the fact that Indonesia adopts many programs massively from American popular culture, especially situation comedy format and make a rerun and reduplication in the national level and make it as a primetime program in most of private television programs. It demonstrates the strength of American cultural influence in Indonesia. Although there are differences and adjustments in some parts of the program, modifying to the culture and customs of the people of Indonesia. The question arises, whether the entertainment producers in Indonesia nowadays was deliberately imitating and duplicating some imported variety and comedy format for the sake of popularity in public television in Indonesia or whether the traditional format of comedy Indonesia is now being replaced with variety and comedy formats imported from America, this is an interesting thing to study. This study is carried out in the framework of American Studies. To carry out the analysis, the writer made use of the grounded research and comparative study approach and Stuart Hall's theory of representation, to see the scope for negotiation and opposition on the part of the audience as an active part of the media consumption and how audience members make meanings and understand reality through their use of cultural symbols in both print and visual media. The object of the study is limited to the representation in Friends, as American sitcom, and to the representation in four Indonesian sitcoms, namely Keluarga Masa Kini, Tetangga Masa Gitu, Saya Terima Nikahnya and The East. The findings of selected episodes in Friends and Indonesian sitcoms, indicating some similarities and differences towards the trends that sitcoms have used. It is likely that American and Indonesian sitcoms use almost the same conventions of sitcom narrative, but, they also show some differences towards the content of the show, several changes and transformations in the narrative structures can be seen, especially in terms of the locality of each sitcom in depicting the values from the social and cultural construction where the sitcom is made. Another important thing to be taken into account is the way each society has a different construction of gender roles and sexuality, family values and so on, that lead to a different cultural product although they use and share the same conventions and characteristics of the sitcom.

Kata Kunci : sitcom, representation, social construction, gender, family

  1. S2-2015-354576-abstract.pdf  
  2. S2-2015-354576-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-354576-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-354576-title.pdf