ANALISIS KEBUTUHAN PELATIHAN KEPALA PUSKESMAS DI KABUPATEN WAY KANAN PROVINSI LAMPUNG
Hary Widyati, dr. Lutfan Lazuardi, M.Kes, PhD; Dr. dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA
2015 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan jenjang pertama dan terdekat dengan masyarakat. Agar pelayanan kesehatan di puskesmas terselenggara dengan optimal maka diperlukan manajemen yang baik, dengan kemampuan manajerial kepala puskesmas yang juga baik. Untuk mengatasi kesenjangan kemampuan manajerial kepala puskesmas salah satu caranya adalah dengan pelatihan. Pelatihan akan efektif dan efisien jika sesuai dengan yang dibutuhkan. Namun selama ini belum pernah dilakukan analisis kebutuhan pelatihan. Oleh karena itu penelitian ini ingin mengetahui bagaimana kemampuan manajerial kepala puskesmas dan bagaimana kebutuhan pelatihannya. Metode: Penelitian deskriptif kualitatif dengan rancangan studi kasus, dilakukan di Kabupaten Way Kanan, Lampung dengan subyek penelitian suluruh kepala puskesmas yang berjumlah 19 orang. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner dan panduan wawancara mendalam. Semua data yang dikumpulkan diolah secara kualitatif. Hasil: Terdapat kesenjangan kemampuan manajerial kepala puskesmas di Kabupaten Way Kanan, terutama dalam komponen fungsi perencanaan dan pengendalian. Pendidikan dan pelatihan yang pernah diperoleh kepala puskesmas memiliki keterkaitan dengan kemampuan manajerial. Sedangkan Masa kerja tidak memiliki keterkaitan dengan kemampuan manajerial. Kepala puskesmas mengharapkan pelatihan yang merupakan kemampuan teknis untuk meningkatkan kapasitasnya. Kesimpulan: Kepala puskesmas membutuhkan pelatihan manajemen untuk meningkatkan kapasitasnya sebagai manajer di puskesmas.
Background: Public health center (puskesmas) is the first level of health care facilities and nearby communities. In order for health services in health centers established with the optimal required good management, with a managerial capacity puskesmas heads are also good. To address gaps in managerial capacity heads of puskesmas one way is by training. Training will be effective and efficient if as required. But this has not been done during the training needs analysis. Therefore, this study wanted to know how the managerial capacity head of puskesmas and how training needs. Methods: A qualitative research was conducted using case study design in Way Kanan Regency, Lampung Province from August to November 2014. Subjects of the study were all heads of public health center which involved 19 respondents. The data were collected by means of in-depth interview with respondents and distributing questionanaire. Results: There were gaps managerial capabilities head of puskesmas in Way Kanan district, especially in the components of the planning and controling functions. Education and training have been obtained puskesmas heads has been related with managerial skills. While working period has no connection with managerial skills. Head of the health center which is a training expecting technical capability to boost capacity. Conclusion: The heads of health centers require management training to enhance the capacity as a manager.
Kata Kunci : kemampuan manajerial, kepala puskesmas, analisis kebutuhan pelatihan