Laporkan Masalah

Analisis Struktural Naskah Kethoprak Sirnaning Angkara Karya Bondan Nusantara

MELA RAHMAWATI, Drs. Akhmad Nugroho, S.U ; Dra. Wiwien Widyawati Rahayu, M.A

2015 | Skripsi | S1 SASTRA NUSANTARA

Kethoprak merupakan kesenian rakyat yang menceritakan tentang kisah-kisah kehidupan yang terjadi dengan latar belakang kehidupan kerajaan Jawa. Analisis struktural naskah kethoprak Sirnaning Angkara berfokus pada tokoh, penokohan, alur, dan latar. Pada dasarnya analisis struktural naskah kethoprak Sirnaning Angkara bertujuan untuk memaparkan fungsi dan keterkaitan unsur –unsur karya sastra. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini antara lain, pertama menentukan objek penelitian. Kemudian menetapkan masalah pokok penelitian. Setelah itu melakukan studi pustaka dengan cara mencari dan mengumpulkan bahan-bahan yang mendukung penelitian. Langkah terakhir menganalisis dengan menggunakan analisis struktural, yang mencakup analisis tokoh, penokohan, alur, dan latar. Teori yang digunakan yaitu menggunakan teori Burhan Nurgiyantoro dan Henry Guntur Tarigan. Tujuan akhir penulis menganalisis secara struktural untuk mengetahui penyebab dan akibat konflik yang terjadi di dalam cerita, yang diikuti dengan menarik kesimpulan. Untuk mengetahui sebab dan akibat konflik dilakukan pembacaan objek penelitian, yaitu naskah kethoprak Sirnaning Angkara, kemudian menerjemahkan naskah dari bahasa Jawa ke bahasa Indonesia. Dari hasil penelitian, penyebab konflik terjadi karena ulah seseorang yang mengadu domba antara Demak, Jipang, dan Mataram. Akibat konflik yang terjadi berdampak pada hubungan kekeluargaan antara Demak, Jipang, dan Mataram menjadi terpecah belah, dan pada akhirnya seseorang yang mengakibatkan konflik mati dibunuh.

Kethoprak is a folk art that tells about the life stories which happened in the background of Javanese royal life. The structural analysis of kethoprak script Sirnaning Angkara focuses on its characters, characterization, plot, and setting. Basically, this structural analysis of kethoprak script Sirnaning Angkara aims to present the function and the relationship of elements in literature. The method used in this study is as follows, the first is to determine the object of research. Then, it is to set the main problem of research. After that, it is to study literature by finding and collecting materials which are supporting the research. The final step is to analyze them by using the structural analysis, which includes the analysis of character, characterization, plot, and setting. The theory used in this research is that of Burhan Nurgiyantoro and Henry Guntur Tarigan. The final goal of the author is to structurally analyze those materials in determining the causes and consequences of conflict happened in the story, followed by the drawing of conclusions. To find out the causes and consequences of conflict, the reading of the object of this research, which is the kethoprak script, Sirnaning Angkara, is conducted, and then the author translates the text from Javanese to Indonesian. From the result of this research, it is known that the cause of conflict is the deed of someone who was setting at variance between Demak, Jipang, and Mataram. This conflict has an impact on family relationships between Demak, Jipang, and Mataram, that they become fragmented, and ultimately the one who led them to conflicts is killed.

Kata Kunci : kethoprak, analisis struktural, tokoh, alur, konflik.