Home-Based Enterprises Influence on Livelihoods Improvement of Urban Fishermen
INTAN PRIMASARI, Prof. Dr. R. Rijanta, M.Sc; Dr. Alonso Ayala
2015 | Tesis | S2 Perencanaan Kota dan DaerahSejak tahun 2001, kebijakan pembangunan Pemerintah Daerah Kabupaten Rembang banyak difokuskan pada pengembangan program perikanan dan kelautan. Target pelaksanaan program kelautan dan perikanan yang diimplementasikan di Desa Tasikagung tidak hanya berkisar pada penguatan infrastruktur kelautan dan perikanan. Lebih jauh, program-program ini menyasar pada pengentasan kemiskinan masyarakat, sehingga dampak dari program pembangunan berbasis kelautan dan perikanan tampak pada peningkatan kesejaheteraan masyarakat lokal. Sejalan dengan implementasi program, masyarakat Tasikagung melihat kesempatan untuk meningkatkan pendapatan keluarga mereka melalui Home-Based Enterprises (HBEs), baik HBEs yang mendukung kegiatan perikanan dan kelautan maupun HBEs untuk melayani kebutuhan sehari-hari warga di sekitar. Kemunculan HBEs mempengaruhi dan dipengaruhi oleh akses kepada infrastruktur dan regulasi yang tersedia di lingkungan setempat. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan peningkatan kesejahteraan rumah tangga nelayan yang memiliki HBEs dan yang tidak terkait dengan akses keduanya terhadap infrastruktur dan regulasi dimaksud. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara rumah tangga nelayan dengan HBEs dan non HBEs dalam mengakses infrastruktur yang tersedia di Tasikagung. Demikian juga tidak ditemukan perbedaan antara dua kelompok tersebut terhadap pola dan cara mendapatkan akses kepada proses perencanaan dan pengambilan keputusan program yang akan dilaksanakan di Tasikagung. Di lain pihak, regulasi yang ditetapkan baik oleh pemerintah pusat dan daerah membawa efek positif sekaligus negatif pada peningkatan kesejahteraan keluarga nelayan. Ketiadaan Rencana Detail Tata Ruang berpengaruh pada peningkatan jumlah HBEs yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan keluarga. Tetapi, peraturan pemerintah pusat terbaru yang melarang penggunaan alat tangkap tertentu membawa dampak pada penurunan pendapatan nelayan. Dapat disimpulkan bahwa keberadaan HBEs dalam suatu keluarga nelayan mempengaruhi kemampuan anggota keluarga untuk berpartisipasi lebih jauh dalam proses perencanaan program dan pengambilan keputusan kegiatan yang akan dilaksanakan di Tasikagung. Lebih lanjut, HBEs membawa peningkatan livelihoods strategy yang lebih baik dibandingkan keluarga yang tidak memiliki HBEs. Namun, keberadaan HBEs tidak membawa pengaruh signifikan pada pembukaan lapangan pekerjaan di Tasikagung. HBEs juga tidak berefek pada coping strategy yang dilakukan oleh keluarga nelayan ketika mengalami shock mendadak.
Local government policy has focused on the development of Tasikagung area since 2001 by a continuous marine and fishery based development program. Marine and fishery based program which is implemented in Tasikagung targeted to not only enlarge the marine infrastructure, but also has some points on poverty alleviation. As a result of intense marine and fishery-based development program, social economic condition of the kampung's citizens is increasing. Marine and fisheries based development programs have changed Tasikagung people's livelihood. Along with the implementation of marine and fishery-based program in the neighbourhood which improves its economic activity, local people of Tasikagung see opportunity to increase their income by conducting informal business from their house in the form of Home-Based Enterprises (HBEs). HBEs may be found as home business which specifically support fishing activity or in form of home business which serves inhabitants' daily necessities of goods and services. The emergence of HBEs affects and is affected by access to infrastructure and regulation. Research is conducted to compare HBEs operator and non operator's improvement in livelihood assets management related to access mentioned above. There is no difference in access to infrastructure between household with HBEs and non HBEs operator. There is also no difference between those two groups in accessing planning and decision making process. Regulation and institution contribute both positively and negatively to HBEs creation and livelihoods condition. Local government rules which do not regulate the use of residential area to become business place raise HBEs creation in Tasikagung, resulting in improvement of HBEs operator's livelihood condition. On the other hand, central government regulation on restricted fishing equipment affects the fishermen's daily fishing activity and declines fishermen income. To be concluded, HBEs influences further involvement of the operators in association and decision making process, and enhancement of livelihood strategy as livelihood assets management which is also supported by government institution and regulation. However, HBEs do not contribute in making wider job opportunity for other people in the neighborhood. It also does not differentiate the coping strategy to overcome shock experienced by fishermen families.
Kata Kunci : Home-based Enterprises, fishermen neighbourhood, livelihood assets management, Tasikagung Indonesia