Laporkan Masalah

Pemetaan Partisipatif Untuk Pengembangan Ekosistem Mangrove di Dusun Baros Desa Tirtohargo Kecamatan Kretek Kabupaten Bantul

NURWINDA LATIFAH H, Prof. Dr. Muh. Aris Marfai,M.Sc; Dr. Estuning Tyas Wulan Mei,M.Si

2015 | Tesis | S2 Geografi

Pengembangan ekosistem mangrove tidak dapat berjalan dengan baik bila tidak ada partisipasi dari masyarakat. Salah satu bentuk partisipasi masyarakat dapat diwujudkan melalui pemetaan partisipatif. Pemetaan partisipatif dilakukan di Dusun Baros Desa Tirtohargo Kecamatan Kretek Kabupaten Bantul. Sasaran pemetaan partisipatif pengembangan ekosistem mangrove, antara lain kelompok masyarakat pemerhati mangrove, pemerintah lokal, dan instansi pemerintah. Pemetaan partisipatif dalam penelitian ini bertujuan untuk 1) memetakan kondisi eksisting ekosistem mangrove secara partisipatif 2) memetakan rencana pengembangan ekosistem mangrove berbasis masyarakat 3) menyusun sistem informasi hasil pemetaan partisipatif pengembangan ekosistem mangrove sebagai media informasi dan promosi. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan menggunakan metode pemetaan partisipatif scaled 2D dengan memanfaatkan citra penginderaan jauh worldview2. Pemetaan partisipatif dilakukan untuk mendapatkan data kondisi eksisting yang ditinjau dari aspek fisik dan sosial serta rencana pengembangan ekosistem mangrove. Selain itu, pengumpulan data sekunder dilakukan pada lembaga/instansi terkait serta studi literatur yang meliputi studi pustaka berupa buku, jurnal ilmiah, dan penelitian sebelumnya. Data tersebut dianalisis secara deskriptif kualitatif. Selanjutnya, penyusunan sistem informasi dilakukan dengan menggunakan sistem informasi geografis (SIG) dan software multimedia untuk mencapai hasil akhir. Hasil pemetaan kondisi eksisting aspek fisik menunjukkan aspek infrastruktur sarana prasarana dan kondisi ekosistem mangrove masih dapat dikembangkan. Selain itu, potensi yang ditinjau dari aspek sosial yang menonjol untuk dikembangkan adalah kelompok masyarakat dan mata pencaharian penduduk. Hasil pemetaan rencana pengembangan ekosistem mangrove terfokus pada pengembangan luasan ekosistem mangrove, infrastruktur, dan sumber daya manusia. Rencana pengembangan tersebut telah mendapat dukungan dari pemerintah lokal, kelompok masyarakat, dan pemerintah daerah melalui kegiatan review hasil pemetaan partisipatif. Hasil dari pemetaan tersebut disusun menjadi peta interaktif yang lebih menarik dan website. Penyusunan peta interaktif sangat membantu masyarakat lokal atau pengguna yang awam terhadap penggunaan peta menjadi mudah dipahami. Selain itu, peta interaktif dapat digunakan sebagai media promosi.

Mangrove ecosystem development can not work well if there is no participation from society. One form of public participation can be formed through participatory mapping. Participatory mapping in this case was conducted in Baros, Tirtohargo, Kretek, Bantul. The targets of the mangrove ecosystem development mapping among others, are mangrove community groups, local government, and government agencies. Participatory mapping in this study aims 1) to map the potential and mangrove ecosystems resources in the Baros, Tirtohargo, Kretek using community-based approach, 2) to map the development plan of the community-based mangrove ecosystem, 3) to compile the information system from the results of participatory mapping mangrove ecosystem development as an information and promotion media. The data which were collected in this study were primary data and secondary data. Primary data were obtained by using participatory mapping scaled 2D method by utilizing remote sensing worldview2 image. Participatory mapping was conducted to get existing mangrove ecosystem condition data based on physical and social aspects and mangrove development planning data. In addition, secondary data collection was collected from the institutions/agencies and the study of literature which includes literatures in the form of books, journals, and previous research. Then, the data were analyzed using qualitative descriptive analysis to achieve the goal. To obtain information that can be accessed digitally, Geographic Information System (GIS) and multimedia software were used to create the information system. The mapping results of the physical aspect shows that infrastructure, facilities and mangrove ecosystems condition were needed to be developed, while the potential of social aspects that stand to be developed were a community group and the livelihood of the population. The mangrove ecosystem development plan received support from local governments, community groups, and local agencies through review of the results of participatory mapping activities. Then, the results of participatory mapping was packaged as information system which formed as interactive maps and a website . Interactive maps help local people or users who are unfamiliar to the use of maps to understand easily. In addition, the interactive map on the website can be used as a promotion media of mangrove tourism and conservation.

Kata Kunci : pemetaan partisipatif, ekosistem mangrove, konservasi, GIS

  1. S2-2015-374154-abstract.pdf  
  2. S2-2015-374154-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-374154-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-374154-title.pdf