PERSEPSI MASYARAKAT DESA KARANGSEWU KABUPATEN KULON PROGO TERHADAP UPAYA PENGURANGAN RISIKO BENCANA
ERICK ZULHIKMAN, Prof. Dr. R. Rijanta, M.Sc; Widyasari Her Nugrahandika, S.T., M.Sc
2015 | Tesis | S2 Perencanaan Kota dan DaerahSkala waktu dan besaran dampak kerusakan bencana tidak dapat diprediksi secara pasti. Bencana merupakan ancaman pada wilayah pesisir khususnya bagi desa-desa yang berada wilayah pesisir selatan Kabupaten Kulon Progo. Desa Karangsewu merupakan salah satu desa yang terletak di wilayah pesisir selatan Kabupaten Kulon Progo yang memiliki kerentanan rawan bencana. Namun mulai tahun 2011 sampai 2014 Desa Karangsewu mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk mengurangi risiko bencana. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan upaya pengurangan risiko bencana di Desa Karangsewu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan penalaran deduktif untuk mengetahui identifikasi risiko bencana dan peningkatan kapasitas masyarakat serta faktor-faktor yang mempengaruhi upaya pengurangan risiko bencana di Desa Karangsewu. Selain itu juga dilakukan pembandingan dari perubahan-perubahan yang didapat dari upaya pengurangan risiko di Desa Karangsewu. Proses upaya pengurangan risiko bencana di Desa Karangsewu dengan cara mengetahui Identifikasi risiko bencana dan peningkatan kapasitas masyarakat diharapkan sebagai langkah-langkah untuk menuju desa yang tangguh bencana. Secara umum, potensi risiko bencana Desa Karangsewu cukup tinggi. Upaya-upaya yang dilakukan masyarakat dalam peningkatan kapasitas masyarakat untuk mengurangi risiko bencana masih membutuhkan peranan pemerintah baik dari segi kebijakan maupun fasilitas dan bantuan pendanaan sehingga meningkatkan pengetahuan dan kesadaran dalam mengantisipasi ancaman risiko bencana di masa mendatang. Faktor-faktor yang mempengaruhi upaya pengurangan risiko bencana kondisi wilayah Desa Karangsewu terletak pada keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan bantuan program pengurangan risiko bencana tersebut sehingga dapat memberi manfaat dari baik dari tingkat kesadaran masyarakat maupun perubahan-perubahan yang telah dihasilkan.
Timescale and magnitude of disaster damage can not be predicted with certainty. Disasters pose a threat to coastal areas, especially for villages in the southern coastal region of Kulon Progo. Karangsewu village is one of villages in the southern coastal area of Kulon Progo Regency that has the vulnerability of disaster threat. However, in the beginning of 2011 until 2014 Karangsewu Village get supports from the government to reduce the risk of disaster. The purpose of this study was to describe the disaster risk reduction efforts in the Karangsewu Village. This study used a qualitative descriptive method with deductive approach to determine the identification of disaster risk and community capacity building and the factors that influence the disaster risk reduction efforts in the Karangsewu Village. It also conducted a comparison of the changes which are derived from risk reduction efforts in the Karangsewu village. The process of disaster risk reduction efforts in the Karangsewu Village by knowing Identification of disaster risk and community capacity building that are expected as steps towards disaster resilient villages. In general, the potential for disaster risk in Karangsewu village is quite high. Efforts were made by community for disaster risk reduction still requires the government's role in terms of both policy and facilities and funding to improve the knowledge and awareness to anticipate the threat of disaster risk in the future. Factors that influence the disaster risk reduction in Karangsewu Village is community involvement in the implementation of aid programs can provide the benefits of both the level of public awareness as well as the changes that have been produced.
Kata Kunci : Pengurangan risiko bencana, partisipasi masyarakat, peningkatan kapasitas masyarakat