KUALITAS VISUAL KORIDOR SUNGAI WINONGO BERDASARKAN KARAKTER VISUAL ELEMEN FISIK KAWASAN
DINDI E C SASMITO, Diananta Pramitasari, ST., M.Eng, Ph.D; Ir. Didik Kristiadi, MLA., MAUD.
2015 | Tesis | S2 Teknik ArsitekturPertambahan jumlah penduduk pada suatu kota akan berdampak pada perubahan di dalam kota tersebut, salah satunya adalah mengenai penggunaan lahan. Kawasan tepian sungai akan berkembang menjadi area pemukiman, industri, maupun area komersial lainnya yang berdampak pada pencemaran sungai. Pencemaran tersebut dapat berupa penurunan kualitas lingkungan ekologis, maupun penurunan kualitas visual. Salah satu sungai besar yang berada di Yogyakarta adalah sungai Winongo. Sungai ini mengalir dari hulu sungai di puncak gunung Merapi, hingga ke hilir sungai di pantai Selatan. Penggal sungai Winongo yang termasuk di kota Yogyakarta adalah bagian tengah. Tepian sungai Winongo di bagian tengah tersebut telah digunakan untuk berbagai kepentingan, seperti hunian (pemukiman), industri, komersial, persawahan, dan sebagainya. Namun keberadaan sungai masih dianggap sebagai bagian belakang oleh sebagian masyarakat sekitar, sehingga visual koridor sungai menjadi tidak menarik. Penelitian ini bertujuan menyusun arahan yang dapat meningkatkan kualitas visual koridor sungai Winongo. Pendekatan yang digunakan adalah expert judgement, dimana peneliti sendiri sebagai penilai, berdasarkan teori-teori yang sudah ada. Penelitian bersifat kualitatif dengan menggunakan metoda analisis deskriptif untuk mengidentifikasi karakter visual elemen-elemen fisik kawasan, dan memperoleh gambaran karakteristik kawasan secara keseluruhan. Sedangkan untuk penilaian kualitas visual bersifat kuantitatif dengan menggunakan metode skoring. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan karakter visual elemen fisik di setiap segmen amatan. Berbedanya karakter visual pada masing-masing segmen juga akan memberikan penilaian berbeda mengenai kualitas visualnya, karena nilai vividness, intactness, dan unity bergantung pada karakter visual pada masing-masing segmen amatan.
The increase of population in a city will have an impact on the changes in the city, one of the example is about the land use. The riverbanks area will thrive to settlement, industrial, and another commercial area that will have an impact to the river pollutions. It can be the quality decrease of the ecology and also the visual quality decrease. One of the biggest river in Yogyakarta is Winongo river. It flows from Merapi mountain upstream, and ended on the South beach. The middle part of Winongo river that flows in Yogyakarta City, has been used for the water supply of the settlements, industrial, commercial, paddy fields watering, etc. But the river still become the back of areas by most of the citizens there, so the river corridor visual is not interesting. This research goal is to create a guideline that can be used to improve the visual quality of Winongo river corridor. This research using expert judgment approach, where researcher will become an evaluator by herself based on the existing theories. This is a qualitative research using descriptive analysis method to identify the visual character of environment physical elements and grab the picture of overall characteristic. Whereas the qualitative research using scoring method is used to evaluate the visual quality. The result of this research shows the difference within visual character of physical elements on each observation segments. The difference will also give an impact to those visual quality because the vividness, intactness and unity value depends on the visual character on each observation segments.
Kata Kunci : karakter visual (visual character), kualitas visual (visual quality), koridor sungai (river corridor)