Laporkan Masalah

AGRESIVITAS SEBAGAI DAMPAK JANGKA PANJANG EKSPOS TERHADAP KONFLIK

JONHERZ STENLLY PATALATU, Prof. Dr. Saifuddin., MA

2015 | Tesis | S2 Psikologi

Konflik sosial yang terjadi di Maluku sejak tahun 1999 sampai tahun 2004 telah berakhir. Namun, penulis berasumsi bahwa ada dampak psikologis berupa bahaya laten yang suatu saat dapat muncul sebagai perilaku agresi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap dampak jangka panjang dari konflik yang pernah terjadi. Social learning theory yang dikemukakan oleh Bandura (1986) menyatakan bahwa anak belajar menjadi agresif melalui observasi terhadap model agresif. Skala agresivitas diberikan kepada 207 subjek yang terdiri dari 101 laki-laki dan 106 perempuan. Subjek laki-laki yang tinggal di daerah konflik berjumlah 52 orang dan yang tidak tinggal di daerah konflik sebanyak 49 orang. Selanjutnya subjek perempuan yang tinggal di daerah konflik sebanyak 66 orang dan yang tidak tinggal di konflik sebanyak 40 orang. Anova dua jalur digunakan untuk menganalisis data penelitian. Hasilnya menunjukkan bahwa subjek laki-laki ditemukan lebih agresif daripada subjek perempuan. Dengan demikian maka dampak jangka panjang konflik berupa perilaku agresi hanya ditemukan pada subjek laki-laki yang tinggal di daerah konflik.

Social conflict in Maluku since 1999 to 2004 was over. But, the writer assume that the psychological impact of the conflict left a latent hazard that can be rising anytime as aggressive behavior. Thus, the aim of this research was conducted to determine aggression as the long term effects of conflict. Social learning theory postulated by Bandura (1986) argued that children learn to be aggressive by observing the aggression model. Aggressive behavior scale given to 207 Subject. Subjects consist of 101 males and 106 females. Males subject who lived in conflict area are 52 and males subject who lived in non-conflict area are 49. Females subject who lived in conflict area are 66 and females subject who lived in non-conflict area are 40. Two ways analysis of variance is used to analyze the data. The result showed that males were found more aggressive than females. Thus, the long-term effect of social conflict was found in male subject who lived in conflict area.

Kata Kunci : Agresif, Konflik, Social Learning Theory

  1. S2-2015-326139-abstract.pdf  
  2. S2-2015-326139-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-326139-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-326139-title.pdf