Laporkan Masalah

FUTURE DEVELOPMENT OPTIONS FOR REGIONAL AIRPORTS IN EAST JAVA

ARIF WIBOWO, Prof. Ir. Sigit Priyanto, M.Sc., Ph.D.; Ir. Wardhani Sartono, M.Sc.

2015 | Tesis | S2 Sistem dan Teknik Transportasi

Ada empat bandara regional di Jawa Timur yang melayani penerbangan komersial. Bandara Abdul Rachman Saleh dan Bandara Blimbingsari menunjukkan perkembangan yang positif dari sejarah trafik lalu lintas udaranya. Bandara Noto Hadinegoro dan Trunojoyo meskipun sudah dibangun sepuluh tahun yang lalu, tetapi baru saja melayani penerbangan komersial. Ini penting untuk menentukan pengembangan bisnis yang sesuai demi kelangsungan operasi bandara tersebut dan memaksimalkan pendapatan bandara. SWOT analisis digunakan untuk mengidentifikasi potensi dari masing-masing bandara. Dengan mempertimbangkan kekuatan, kelemahan, kesempatan dan hambatan dari masing-masing bandara regional tersebut, akan ditemukan rencana pengembangan yang cocok untuk bandara-bandara regional di Jawa Timur. Berdasarkan hasil analisa, Bandara Abdul Rachman Saleh dapat dikembangkan sebagai bandara internasional yang akan berbagi lalu lintas udara dengan Bandara Internasional Juanda begitu juga kargo udara. Bandara Blimbingsari harus mengurangi aktivitas penerbangan pelatihan dalam rangka meningkatkan penerbangan komersial, kargo dan lalu lintas pesawat bisnis. Bandara Noto Hadinegoro dapat fokus pada layanan perawatan pesawat sementara berbagi penerbangan pelatihan dengan Bandara Blimbingsari. Sementara Bandara Trunojoyo mampu menambahkan rute tambahan ke Bandara Blimbingsari dan memelihara pelatihan penerbangan dan lalu lintas penerbangan bisnis.

There are four regional airports in East Java which are actively operating commercial flights. Abdul Rachman Saleh Airport and Blimbingsari Airport indicate positive progress in their air traffic history. Noto Hadinegoro Airport and Trunojoyo Airport were built ten years ago, but have only recently begun to operate commercial flights. It is important to determine a suitable business development in order to ensure the continuity of airport operation and maximise the airport income. SWOT analysis has been used to identify the potential of each airport. By considering the strengths, weaknesses, opportunities and threats of each regional airport an appropriate development plan will be found for the regional airports in East Java. Based on the analysis, Abdul Rachman Saleh Airport can be developed as international airport which will share air traffic with Juanda International Airport incorporating also air cargo. Blimbingsari Airport should reduce training flight activities in order to increase commercial flights, cargo, and business jet traffic. Noto Hadinegoro Airport can focus on aircraft maintenance service whilst sharing training flights with Blimbingsari Airport. While Trunojoyo Airport is able to add an additional route to Blimbingsari Airport and maintain training flights and business traffic.

Kata Kunci : Airport Infrastructure, Passenger Forecasting, SWOT Analysis, Air Traffic Shifting

  1. S2-2015-353393-abstract.pdf  
  2. S2-2015-353393-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-353393-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-353393-title.pdf