Tingkat Literasi Kesehatan dan Kepesertaan dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta.
ALFRIDA ABI, Prof. dr. Adi Utarini, M.sc, MPH, Ph.D;dr. Guardian Yoki Sanjaya, M. HIthInfo
2015 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Kemampuan memahami literasi kesehatan dipahami sebagai hal penting untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan seseorang. Dari perspektif ini, kemampuan literasi kesehatan yang rendah akan menjadi hambatan dalam mengikuti program Jaminan Kesehatan Nasional karena ketidakmampuan mengakses informasi dan memahami prosedur-prosedur terkait program Jaminan Kesehatan Nasional. Kurangnya sosialisasi program Jaminan Kesehatan Nasional oleh tenaga kesehatan sebagai salah satu masalah jumlah kepesertaan dalam program jaminan kesehatan yang sedikit. Karakteristik demografi, status sosial ekonomi dan literasi kesehatan pada kepala keluarga, berpengaruh terhadap kepesertaan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional di Kabupaten Sleman. Tujuan: Studi ini mengukur hubungan antara tingkat literasi kesehatan dengan kepesertaan masyarakat dalam mengikuti program JKN dengan latar belakang sosio-ekonomi dan demografis yang berbeda. Metode: Penelitian ini merupakan studi obsevasional analitik menggunakan rancangan cross sectional survey dengan metode kuantitatif. Penggunaan data primer dilakukan menggunakan kuesioner pada kepala keluarga yang tinggal di Kabupaten Sleman. Teknik penarikan survei melalui multi stage cluster sampling pada 180 responden. Analisis statistik menggunakan uji univariat, bivariat dan multivariat. Hasil: Pada tahun 2014, 57,22% kepala keluarga belum menjadi peserta dalam program Jaminan Kesehatan Nasional. Status sosial ekonomi dan kemampuan literasi kesehatan berpengaruh signifikan terhadap kepesertaan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (p < 0.05). Karakteristik demografi (jenis kelamin, usia, pendidikan, status perkawinan, pekerjaan dan lokasi tempat tinggal) tidak berpengaruh signifikan dengan kepesertaan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional. Kesimpulan: Faktor status sosial ekonomi dan literasi kesehatan perlu diperhatikan lebih lanjut untuk meningkatkan kepesertaan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional dengan memberikan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan literasi kesehatan terhadap program jaminan kesehatan serta memperluas sosialisasi kepada seluruh masyarakat.
Background: The ability to understand health literacy is disemination to maintain and improve one's health. From this perpective, low health literacy skill could be an obstacle in participating in the National Health Insurance program because of inability to access information and understand the procedures related to the National Health Insurance program. Lack of the National Health participation in Health Insurance Program. Demographic charateristics, socioeconomic status and health literacy could influence on participation in the National Health Insurance program in Sleman. Objective: This study measured the relationship between health literacy level with the participation of the public in following the National Health Insurance program with socio-economic backgrounds and different demographics. Methods: This was conducted observational study with cross sectional analytic survey. The use of primary data was collected using a questionnaire to the householder living in Sleman. The sampling technique in with multi-stage cluster survey sampling on 180 respondents. Statistical analysis using univariate, bivariate and multivariate analyzes. Results: In 2014, 57.22% of householder have not become participants in the National Health Insurance program. Socioeconomic status and health literacy skills have significant influence membership in the National Health Insurance program (p <0.05). Demographic characteristics (sex, age, education, marital status, occupation and place of residence) has no significant effect with participation in the National Health Insurance program. Conclusion: Status socioeconomic factors and health literacy need considered further to increase membership in the National Health Insurance program to provide education to the community to improve health literacy to health insurance programs as well as expand the dissemination to the entire community
Kata Kunci : Literasi kesehatan, Kepesertaan, Program JKN