Peran Kelompok Keagamaan dalam Penyelenggaraan Pendidikan (Studi Kasus Sekolah Kanisius dan Sekolah Muhammadiyah Di Daerah Istimewa Yogyakarta)
MUHAMMAD FAKIH, Amalinda Savirani, S.IP. M.A. PhD
2015 | Skripsi | S1 ILMU PEMERINTAHAN (POLITIK DAN PEMERINTAHAN)Penelitian ini membahas mengenai penyelenggaraan pendidikan yang dilakukan kelompok agama katolik dan islam. Dengan menggunakan metode kualitatif berupa Studi Kasus. Sekolah yang dipilih yaitu SMP Muhammadiyah 3 Depok, Sleman yang merupakan sekolah dibawah naungan organisasi Muhammadiyah dan SMP Kanisius Gayam yang berada dibawah Yayasan Kanisius. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan wawancara dan studi dokumen. Kehadiran aktor diluar negara tidak dapat dilepaskan dalam perjalanan pendidikan di Indonesia. Sebelum Indonesia memproklamirkan diri sudah terdapat lembaga pendidikan swasta. Dalam menghadirkan penyelenggaraan pendidikan negara tidak dapat melakukannya sendiri. Perkembangan lembaga pendidikan swasta tidak dapat dipisahkan dari peran kalangan agama. Dimulai dari VOC dan sampai saat ini penyelenggaraan pendidikan oleh kalangan agama tersebut masih dapat bertahan, seperti Yayasan Kanisius dan Organisasi Muhammadiyah. Setelah dilakukan penelitian didapatkan hasil bahwa penyelenggaraan pendidikan yang dilakukan oleh aktor non-negara berbasis agama ditemukan bahwa kurikulum agama di Sekolah Kanisius dan Muhammadiyah hanya menggunakan kurikulum agama yang disesuaikan dengan latar belakang penyelenggaranya, untuk mekanisme penerimaan calon siswa Sekolah Muhammadiyah melakukan seleksi dengan materi mengenai keislaman sedangkan Sekolah Kanisius meminta kesanggupan calon siswa yang berasal dari luar katolik untuk mengikuti pelajaran katolik yang diajarkan. Penyelenggaraan pendidikan oleh swasta berbeda dengan penyelenggaraan oleh negara. Sehingga terdapat sisi privat dalam pelaksanaan pelayanan pendidikan yang dilakukan oleh keduanya. Aktor non-negara memiliki nilai yang dibawa sebagai orientasinya ketika melakukan penyelenggaraan pendidikan, Kanisius dan Muhammadiyah sama-sama berorientasi pada agama. Hal tersebut tidak sepenuhnya salah, pelayanan pendidikan oleh swasta memiliki daya tarik dalam penyelenggaraan pendidikan, selain itu terdapat segmentasi penikmat yang memang mencari alternatif pendidikan selain dari pendidikan yang diselenggarakan negara. Pengakuan terhadap kelompok keagamaan dalam menyelenggarakan aktivitas pelayanan pendidikan merupakan pengakuan terhadap keberadaan warga negara. Masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai latar belakang sosial yang kemudian membentuk identitas-identitas individu. Salah satu faktor pembentuk identitas tersebut ialah agama. Kata Kunci: penyelenggaraan pelayanan oleh aktor non-negara dan kelompok keagamaan.
This study discusses the education committed by catholic and islamic religious groups. By using qualitative methods such as case study. The selected schools are Muhammadiyah 3 Junior High School Depok, Sleman which is run under Muhammadiyah and Kanisius Gayam Junior High School under the Kanisius Foundation. Collecting data in this study was conducted using interviews and document study. The presence of actors from outside of the state is always involved in the course of education in Indonesia. Before Indonesia proclaimed Independence there are already private educational institutions. In presenting education, state can not do it alone. The development of private educational institutions can not be separated from the role of religion organization. Starting from when VOC still in Indonesia to the date, the provision of education by the religious organization still survive, some of them are the Kanisius Foundation and Muhammadiyah Organization. After research showed that education undertaken by non-state actors based on religion such as Kanisius and Muhammadiyah using curriculum that is tailored to the background of the organizers. The mechanism of recruitment in Muhammadiyah School using material from Islam and Kanisius School asking the students who are not Catholic to follow Catholic lesson. Provision of education by private is different from the education from the state. So there is a private side in the implementation of educational services performed by both. Non-state actors have their own value when providing education, Kanisius and Muhammadiyah equally religion oriented. It is not entirely wrong though because educational services by the private sector has an appeal in education, on the other hand there is the segmentation of the people who are looking for educational alternatives apart from education administered by the state. Recognition of religious groups in organizing the activity of the education service is an acknowledgment of the existence of citizens. Indonesian society is composed of various social backgrounds who later formed the identities of individuals. One of the factors to forming the identity is religion. Keywords: provision of services by non-state actors and religious groups.
Kata Kunci : penyelenggaraan pelayanan oleh aktor non-negara, dan kelompok keagamaan/provision of services by non-state actors and religious groups