Laporkan Masalah

Sister Village Program in Strengthening Disaster Resilience (A Case Study of Manjung and Tamanagung Villages, Central Java)

AMRULLAH, Prof. Dr. Sunyoto Usman, M.A.

2015 | Tesis | S2 PENGELOLAAN INFRASTRUKTUR DAN PEMBANGUNAN

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dampak program sister village dalam memperkuat kesiagaan terhadap bencana. Dalam mengidentifikasi kesiagaan bencana mengadopsi tiga variabel yaitu provisi dan utilisasi infrastruktur, kapasitas, dan jejaring sosial. Penelitian ini dilakukan di desa Manjung dan Tamanagung. Kombinasi metode kuantitatif dan kualitatif digunakan untuk membandingkan variable. Data dan informasi dikumpulkan dengan kuesioner, wawancara, dokumen, dan studi literatur. Informasi dan data yang relevan kemudian dihubungkan dengan karakteristik siaga bencana. Hasil dari data kuantitatif disajikan dalam bentuk grafik visual. Skala Likert digunakan dalam membandingkan tingkat kesiagaan. Skor data kuantitatif digunakan secara bersamaan dengan data kualitatif untuk menganalisa dan merangkum hasil dan temuan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran masyarakat sipil (masyarakat, LSM, pelaku bisnis, dan individu/relawan) memainkan peran penting dalam program sister village yang membutuhkan koordinasi dan distribusi tanggung jawab antara dengan badan penanggulangan bencana pemerintah. Lokasi pengungsian merupakan faktor penting dalam pemilihan desa penyangga. Sumberdaya tidak akan tersedia, tidak berfungsi dengan baik, dan isu yang berkembang di pengungsian tidak dapat diatasi oleh pemerintah lokal dan elemen masyarakat ketika desa penyangga yang dipilih terkena dampak langsung bencana. Kondisi demikian berdampak pada keterbatasan infrastruktur, fasilitas, dan layanan terhadap pengungsi yang mengakibatkan meningkatnya kerentanan terhadap stres dan ketidaknyamanan di lokasi pengungsian.

The objective of this research is to identify the impacts of sister village program to strengthen disaster resilience. Three variables directed to identify disaster resilience are provision and utilization of infrastructure, capacity, and networks. The research take place in Manjung and Tamanagung villages. Mixing quantitative and qualitative approaches are used to compare the variables. Data and information were collected through questionnaire, interview, documents and literature review. The relevant data and information were link to the disaster resilience characteristics. The quantitative result were present in the form of percentage figure. Likert Scale were applied to compare the resilience levels. The data score used in parallel with qualitative data to analyze and summarize research finding and result. The results shows that the involvement of civil society (communities, non-government organization, businesses and individuals) in sister village program is important and required coordination and shared responsibility with government disaster agencies. The location is essential in selecting buffer village. The sources will be unavailable, dysfunction, and the issues in evacuation cannot cope by local government and the elements of society when selected buffer village have direct impact of disaster. The condition can lead to lack of infrastructure, facilities, and services that causes vulnerability to stress and discomfort in evacuation.

Kata Kunci : disaster resilience, sister village, provision and utilization of infrastructure, network, capacity

  1. S2-2015-306961-abstract.pdf  
  2. S2-2015-306961-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-306961-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-306961-title.pdf