Persepsi dan Perilaku Organisasi Pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Dalam Pelaksanaan e-Procurement di Kota Magelang
KURNIA HARDJANTO, Noor Akhmad Setiawan,S.T.,M.T,Ph.D.; Dr. Wing Wahyu Winarno, MAFIS, CA, Ak.
2015 | Tesis | S2 Teknik ElektroPersepsi terhadap kegiatan pengadaan barang/jasa pemerintah konvensional yang sarat dengan permasalahan masih menjadi penyebab sebagian aparat pemerintah enggan menjadi panitia atau pejabat pengadaan berbasis elektronik. Sistem e-Procurement telah memberikan dampak pada perilaku organisasi dalam pelaksanaan kegiatan pengadaan barang/jasa pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi tentang sistem e-Procurement serta perubahan perilaku organisasi yang terjadi pada pelaksanaan e-Procurement di Kota Magelang. Metode penelitian berupa survey dengan menggunakan kuesioner yang diisi oleh responden. Responden adalah pegawai yang terlibat dalam kegiatan e-Procurement di Kota Magelang, terdiri dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom), Unit Layanan Pengadaan (ULP) dan pengelola LPSE, dengan total responden berjumlah 40 orang. Enam hipotesis diuji menggunakan program PLS dan keseluruhan hipotesis dinyatakan diterima berdasarkan analisis data. E-Procurement memberikan dampak pada perilaku organisasi berupa perubahan struktur tata kelola, perubahan biaya akuisisi dan perubahan karakteristik organisasi. Persepsi yang muncul dari sistem e-Procurement antara lain sistem mampu mengurangi peluang korupsi dan kolusi, meningkatkan transparansi proses pengadaan, mengurangi biaya pengadaan, meningkatkan kesadaran penyedia dan informasi yang masuk ke pasar serta menghemat waktu kegiatan.
Negative perceptions of conventional government goods and services procurement still causes some government officers reluctant to become electronic procurement officials. E-Procurement systems have an impact on the organizational behaviour in government goods and services procurement. This study aims to determine the perception of e-Procurement systems and organizational behaviour changes on the implementation of e-Procurement in Magelang. Research methods was survey where respondents fill out a questionnaire related to research variables. Respondents were officers involved in e-Procurement in Magelang, consisting of Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom), Unit Layanan Pengadaan (ULP) and LPSE staff, total respondent were 40 peoples. Six hypotheses were tested using PLS and all of them supported by analysis of data. The impact on organizational behavior was changes to governance structure, changes to acquisition costs and changes to organizational characteristics. Perception of e-Procurement system was reduce corruption and collusion opportunities, improve transparency in government procurement, reduce procurement costs, increase providers awareness and information penetration into market and save times.
Kata Kunci : e-Procurement, Persepsi, Perilaku Organisasi, Kota Magelang