Laporkan Masalah

EVALUASI IMPLEMENTASI MITIGASI BENCANA TSUNAMI DI KAWASAN RAWAN BENCANA TSUNAMI KOTA BENGKULU

BASTRIA AYUDIN FAHMY, Prof. Dr. R. Rijanta,M.Sc; RetnoWidodoDwiPramono, S.T.,M.Sc

2015 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & Daerah

Mitigasi bencana merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan dalam bentuk fisik/struktur maupun non fisik/struktur untuk mengurangi resiko bencana.Mitigasi bencana telah menjadi langkah serius pemerintah dalam penanggulangan bencana khususnya pada tahap sebelum bencana terjadi.Berbagai kebijakan pemerintah ditetapkan dalam hal mitigasi bencana.Adanya kebijakan pemerintah mengenai mitigasi bencana tentu ada implementasinya dalam kegiatan mitigasi bencana tersebut di kawasan rawan bencana.Untuk melihat bagaimana implementasi mitigasi bencana tersebut khususnya bencana tsunami di kawasan rawan bencana Kota Bengkulu perlu dilakukan evaluasi dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhinya. Lokasi penelitian ini berada di kawasan rawan bencana tsunami Kota Bengkulu.Penelitian ini merupakan penelitian deduktif kualitatif dengan menggunakan teknik analisa evaluasi expost dengan metode triangulasi dan juga menggunakan teknik kutipan hasil wawancara.Adapun narasumber wawancara ditentukan secarapurposive sampling secara snowball sampling. Jumlah narasumber adalah 16 orang yang terdiri dari unsur yang mengetahui mitigasi bencana tsunami. Temuan penelitian menunjukkan bahwa hasil evaluasi implementasi mitigasi bencana tsunami di kawasan rawan bencana tsunami Kota Bengkulu dengan asumsi maksimal yaitu jalan rute evakuasi, petunjuk arah evakuasi, peraturan perundang-undangan berbasis bencana, peta rawan bencana tsunami, dan lembaga atau organisasi tugas bencana, sedangkanimplementasi mitigasi bencana tsunami dengan asumsi belum maksimalyaitu tanggul penahan dan pemecah gelombang, sistem peringatan dini tsunami, tempat evakuasi sementara tsunami, tempat evakuasi di titik aman tsunami, vegetasi pantai, tata ruang berbasis bencana tsunami, dan pendidikan masyarakat tentang bencana tsunami.Dengan demikian maka implementasi mitigasi bencana tsunami di kawasan rawan bencana tsunami Kota Bengkulu belum maksimal. Belum maksimalnya implementasi mitigasi tersebut di sebabkan oleh lemahnya koordinasi, sinkronisasi, sinergi dan konsisten program dan kegiatan mitigasi bencana secara vertikal dan horizontal, dukungan dan alokasi anggaran yang masih kurang, sumber daya aparatur BPBD yang masih kurang, belum adanya produk hukum dan forum khusus untuk mitigasi bencana, minimnya peran dan partisipasi masyarakat dalam mitigasi bencana, dan kurangnya pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mitigasi bencana khususnya bencana tsunami.

Disaster mitigationis a series ofactivities which carried outin the form ofphysical/structuraland non-physical/structuraltoreduce the risk ofnatural disaster. Disaster mitigationhasbecomea serious stepin thegovernmentdisaster management, especially at the stagebefore the disasteroccurred. Variousgovernment policieswere setin terms ofdisaster mitigation. To seehow the implementation ofdisaster mitigationparticularlythe tsunami disasterindisaster-prone areasof Bengkulu,it was necessary to evaluateanddetermine the factorsthat influence it. The locationof thisresearchis in theareas prone totsunamiin Bengkulu City. This research useddeductivequalitativeanalysis byexpostevaluationtechniqueswith triangulationmethod andalsousing the technique ofthe interview. Theinformantof the interviewsdetermined by purposivesampling bysnowball sampling. Number ofspeakerswas16people consistingofelements thatdeterminethe tsunamidisaster mitigation. The research findings that the results of the evaluation of the tsunami mitigation implementation in prone area Bengkulu City assuming the maximum that evacuation routes, directions evacuation, legislation based on disaster hazard map of tsunami, and institutions or organizations disaster task, while implementation assuming the tsunami disaster mitigation is not maximized embankment and breakwaters, tsunami early warning systems, evacuation while a tsunami, a tsunami safe evacuation point, coastal vegetation, based spatial tsunami, and public education about the tsunami disaster. Thus, the implementation of the tsunami disaster mitigation in areas prone to tsunami Bengkulu city were not maximal yet. It is caused by the lack of coordination, synchronization, synergy and consistent programs and disaster mitigation activities vertically and horizontally, support and budget allocations are still lacking, BPBD personnel resources are still lacking, no laws and special forum for disaster mitigation, the role and the lack of community participation in disaster mitigation, and lack of utilization of science and technology in disaster mitigation, especially the tsunami.

Kata Kunci : Evaluasi, Implementasi, Mitigasi Bencana Tsunami.