BOVINE VITREOUS GEL FOR CHRONIC ULCERS: AN IN VITRO STUDY OF COLLAGEN DEPOSITION OF HUMAN DERMAL SENESCENT FIBROBLASTS WHEN TREATED WITH BOVINE VITREOUS GEL
SANMUHI, SATKUNA MOORTHY, dr Y. Widodo Wirohadidjojo, Sp. KK. (K); dr Arief Budiyanto, Ph.D.Sp.KK
2015 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERLatar Belakang: Penyembuhan ulkus kronis mengambil masa yang lama karena adanya penuaan fibroblas yang telah kehilangan kemampuannya dalam sintesis kolagen. Fibroblas yang tua menunjukkan perbaikan dalam deposisi kolagen bila diobati dengan hyaluronic acid. Vitreous gel mata sapi memiliki kadar hyaluronic acid yang tinggi dan mudah tersedia. Tujuan penelitian: Untuk mengevaluasi efek dari vitreous gel mata sapi pada deposisi kolagen fibroblas kulit manusia yang dituakan secara artifisial in vitro. Metode: Fibroblas kulit manusia dari enam preputium yang berbeda akan dirangsang untuk menjadi fibroblas tua dengan tidak memberikan serum. Setelah itu, mereka akan diobati dengan berbagai konsentrasi vitreous gel mata sapi yang diencerkan dalam DMEM + 1% serum janin sapi selama 72 jam. Deposisi kolagen dari fibroblas kulit manusia tua akan dibandingkan dan dianalisis. Data akan dipresentasikan dalam mean ± standar error dan dianalisis dengan ANOVA atau Friedman tergantung pada normalitas distribusi data. Hasil: Kultur fibroblas kulit manusia tua dalam vitreous gel sapi konsentrasi 50% menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam deposisi kolagen. Kesimpulan: Vitreous gel mata sapi dapat meningkatkan deposisi kolagen dari fibroblas kulit manusia tua secara signifikan.
Background: Chronic ulcers heal slowly due to the presence of aging fibroblasts which usually has lost its ability in synthesizing collagen. Senescent human dermal fibroblasts show improvement in collagen deposition when treated with hyaluronic acid. Bovine vitreous gels have high hyaluronic acid levels and are easily available. Aim of study: To evaluate effects of bovine vitreous gel on artificially aged human dermal fibroblast particularly the collagen deposition rates in vitro. Methods: Human dermal fibroblasts from six different human foreskins will be stimulated to become senescent fibroblasts by serum starvation. After that, they will be treated with various concentrations of bovine's vitreous diluted in a DMEM + 1% foetal bovine serum for 72 hours. The collagen depositions of the aged human dermal fibroblasts will be compared and analysed. Data will be presented in mean ± standard error and analysed with ANOVA or Friedman depending on normality of data distributions. Results: Culture of senescent human dermal fibroblast in bovine vitreous gel of 50% concentration showed significant increase in collagen deposition. Conclusion: Bovine vitreous gel does increase collagen deposition of senescent human dermal fibroblasts significantly.
Kata Kunci : Senescent fibroblasts, bovine's vitreous gel, collagen deposition