Laporkan Masalah

Penilaian tingkat kerentanan masyarakat terhadap ancaman letusan gunungapi Kelud (Kasus di Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang)

BAYU KURNIA ADHI, Dr.Ir. Dina Ruslanjari, Msi; Rahmat Hidayat, M.Sc., Ph.D

2015 | Tesis | S2 MANAJEMEN BENCANA

Erupsi Gunungapi Kelud tahun 2014 lalu menimbulkan dampak yang besar bagi Desa Pandansari, baik materi maupun non materi, atas dasar tersebut penelitian tingkat kerentanan masyarakat dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kerentanan masyarakat, yaitu kerentanan sosial, ekonomi, fisik dan lingkungan. Penelitian ini juga mengkaji kerentanan kelembagaan dengan pendekatan bottom-up melalui analisis human security serta hubungan antara kerentanan kelembagaan dengan tingkat kerentanan sosial, ekonomi, fisik dan lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Objek penelitian ini adalah tujuh dusun di Desa Pandansari. Sampel dalam penelitian ini sejumlah seratus responden penduduk Desa Pandasari dengan menggunakan alat kuesioner untuk mendapatkan kerentanan kelembagaan melalui pendekatan Human Security. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1.) Akumulasi nilai total kerentanan (sosial, ekonomi, fisik dan lingkungan) di Desa Pandansari menunjukkan kerentanan yang tinggi. Hal ini diakibatkan tingginya kerentanan sosial-ekonomi terutama indikator kepadatan penduduk, pekerjaan dan pendapatan yang secara tidak langsung mempengaruhi subfaktor kerentanan lainnya. 2.) Penduduk memiliki kepercayaan yang rendah terhadap BPBD Kabupaten Malang dan pemerintah daerah selaku salah satu security providers di Desa Pandansari. 3.) Kepercayaan yang rendah dari penduduk Desa Pandansari terhadap efektifitas dan kinerja dari pemerintah daerah dan BPBD menunjukkan tingkat kelembagaan yang lemah. Kinerja dari security providers ini dalam prosesi tanggap darurat harus ditingkatkan dengan mengedepankan pemahaman penduduk lokal akan bencana erupsi melalui program-program yang lebih menjangkau seluruh dusun di Desa Pandansari.

Kelud Volcano eruption in 2014 has caused a major damage to Pandansari Village. This study aimed to measure the level of vulnerabilities in this area using four main sub factors; social, economic, physical and environmental. Human security approach is used to measure the institutional vulnerability, which the link between the level of vulnerability (social, economic, physical and environment) and institution vulnerability are to be found as final result of this study. This research used quantitative methode. Research’ objects are seven sub villages within scope area of Pandansari Village. This research also conducted social survey, to measures the institutional vulnerability by using questionnaire tool with Human Security approach. Subject were drown by the simple-random sampling (n =100). The results showed, 1.) Pandansari Village has a high vulnerability index to volcanic hazards, based on the final quantitative calculation within four main sub factors of vulnerability (social, economic, physical and environmental), due to high level of social-economic vulnerability, especially population density, jobs, and income indicators that indirectly affected other vulnerabilities sub factors. 2.) The villagers have low trust level to local government and BPBD as the main security providers, 3.) The low trust to the effectiveness of local government and BPBD action during period of disaster indicates a weak institutional level.The performance of these security providers in emergency response process should be improved by promoting a comprehensive understanding of volcano eruption through the programs provided by the local government.

Kata Kunci : kerentanan, erupsi, human security

  1. S2-2015-354514-abstract.pdf  
  2. S2-2015-354514-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-354514-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-354514-title.pdf