KAJIAN PERSEPSI DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGURANGAN RISIKO BANJIR LAHAR GUNUNGAPI KELUD (DESA PANDANSARI, KECAMATAN NGANTANG, KABUPATEN MALANG)
LISTYO YUDHA IRAWAN, Prof. Dr. rer.nat. Junun Sartohadi, M.Sc.; Dr. Dyah R. Hizbaron, M.T., M.Sc.
2015 | Tesis | S2 Ilmu LingkunganBanjir lahar merupakan ancaman pengulangan bahaya pascaerupsi Gunungapi Kelud. Pascaerupsi Gunungapi Kelud Tahun 2014 banjir lahar menjadi ancaman serius bagi Desa Pandansari, Kecamatan, Ngantang, Kabupaten Malang. Banjir lahar telah mengakibatkan kerugian berupa kerusakan dan kehilangan harta benda masyarakat serta fasilitas umum. Tujuan penelitian untuk mengetahui sebaran lokasi yang memiliki ancaman bahaya banjir lahar, kerentanan terhadap banjir lahar, dan mengindentifikasi pola spasial persepsi dan partisipasi masyarakat dalam pengurangan risiko banjir lahar. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif dan kualitatif dilengkapi dengan P-GIS. Metode kuantitatif untuk mengetahui respon penduduk terhadap banjir lahar. Metode kualitatif dilakukan untuk memperoleh informasi tentang sebaran wilayah terpapar banjir lahar beserta dampak yang ditimbulkan. Pengumpulan data kualitatif dilakukan pada informan kunci yakni kepala desa, kepala dusun, dan penanggungjawab tim siaga bencana desa. Informasi dari tokoh-tokoh kunci perlu divalidasi kembali melalui P-GIS. P-GIS memiliki peran menunjukkan sebaran lokasi terdampak banjir lahar dan jenis kerusakan serta kehilangan yang dialami penduduk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banjir lahar pascaerupsi Gunungapi Kelud di Desa Pandansari terjadi di sepanjang aliran Kali Sambong. Banjir lahar mengakibatkan kerusakan dan kehilangan pada bangunan rumah, jalan, jembatan, jaringan air bersih dan lahan pertanian penduduk. Hasil analisis SIG menunjukkan bahwa ada lima dusun yang akan terisolir saat terjadi banjir lahar yaitu Munjung, Kutut, Pait, Klangon, dan Sedawun. Hasil uji statistik tabulasi silang menunjukkan bahwa persepsi masyarakat dipengaruhi oleh jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan pekerjaan. Variabel tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan berpengaruh pada tingkat partisipasi masyarakat. Partisipasi masyarakat diwujudkan dalam bentuk pembuatan jalur evakuasi alternatif dan perbaikan jaringan pipa air bersih.
Lahar is a hazard post volcanic eruption. After 2014 Kelud Volcano eruption lahar flood a serious threat to the Pandansari village, Ngantang Sub District, Malang Regency. Lahar floods have resulted impact to losses in the form of damage and loss of property in the community as well as public facilities. The aim of research to determine the distribution of the location which has hazard to the lahar flood, vulnerability to lahar flood, and identify patterns of spatial perception and public participation in dealing with lahar flood disaster risk reduction. Research conducted with quantitative and qualitative methods and equipped with P-GIS. Quantitative methods aim to collect information from the respondents dealing with lahar flood. Qualitative methods to obtain information about the distribution of the area exposed by lahar flood and the impact it caused. Qualitative data collection is done on the key informant village heads, sub-village heads, and others responsible for disaster preparedness team in the village. Information from key figures need to be validated through P-GIS. P-GIS has role to shows the distribution of locations affected by lahar flood and the types of damage and losses experienced by the population. The results showed that the lahar flood post Kelud Volcano eruption in Pandansari occur along stream Sambong river. Lahar floods caused damage and loss of building houses, roads, bridges, water supply network and farmland. GIS analysis results showed that there are five hamlets that would be isolated by lahar flood i.e. Munjung, Kutut, Pait, Klangon, and Sedawun. Results of cross tabulation of statistical tests show that public perception is influenced by gender, education level, and occupation. The variable level of education and type of work also affect the level of community participation. Community participation is realized in the form of creating alternative pathways evacuation and repair of water pipelines.
Kata Kunci : Kata kunci: Banjir Lahar, Persepsi, Partisipasi, Pengurangan Risiko