Laporkan Masalah

Analisis Kebutuhan Komunitas untuk Kesiapsiagaan Masyarakat pada Aspek Kesehatan Menghadapi Bencana Banjir Bandang di Afdeling Gunung Pasang, Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember

Dhyani Ayu Perwiraningrum, Rahmat Hidayat, M.Sc, Ph.D.; dr. Fatwa Sari Tetra Dewi, MPH, Ph.D

2015 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Kesiapsiagaan merupakan aspek penting dalam penanggulangan bencana. Pembangunan kemampuan penanganan bencana ditekankan pada peningkatan kemampuan masyarakat, khususnya masyarakat pada kawasan rawan bencana agar secara dini dapat mengurangi ancaman tersebut (Carter, 2008). Kawasan afdeling Gunung Pasang merupakan kawasan yang pernah mengalami bencana banjir bandang pada tahun 2006, sehingga kawasan ini dikategorikan sebagai kawasan rawan bencana (Pemprov Jatim, 2006). Berdasarkan hasil studi pendahuluan, kawasan tersebut masih didiami oleh 129 KK yang terbagi dalam 3 area, yaitu Gunung Pasang (60 KK), Kongsi Tengah (12 KK) dan Kampung Baru (57 KK). Sebagai kawasan rawan bencana, perlu memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana terutama pada pemenuhan kebutuhan kesehatan. Menurut Undang Undang No 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana ada beberapa kriteria pemenuhan kebutuhan kesehatan saat bencana meliputi penyediaan: (1) kebutuhan air bersih dan sanitasi; (2) pangan; (3) sandang; (4) pelayanan kesehatan; (5) pelayanan psikososial; dan (6) penampungan dan tempat hunian. Upaya pembangunan kesiapsiagaan kesehatan yang bersumber dari masyarakat merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan promosi kesehatan. Upaya tersebut perlu dilakukan secara komprehensif. Oleh karena itu, dibutuhkan analisis komunitas untuk mendapatkan informasi kebutuhan yang dapat digunakan sebagai bahan rujukan pelaksanaan pembangunan kesiapsiagaan masyarakat pada aspek kesehatan. Analisis komunitas tersebut memandang dua unsur kebutuhan dalam masyarakat: felt need dan pemenuhan normatif need. Tujuan : Mengetahui kebutuhan komunitas untuk kesiapsiagaan bencana banjir bandang pada aspek kesehatan di wilayah afdelling Gunung Pasang, Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pemilihan subjek penelitian dilakukan secara purposive. Instrumen yang digunakan adalah panduan diskusi kelompok terfokus (DKT), panduan wawancara mendalam, panduan pengamatan terbuka dan tertutup, serta panduan pengambilan data sekunder. DKT dilakukan pada 11 informan dan wawancara mendalam dilakukan pada 10 informan dengan dua kali pengamatan. Data dianalisis dengan koding selektif, koding terbuka, disajikan secara naratif dan dibahas menggunakan pendekatan analisis isi (content analysis). Hasil: kebutuhan yang dirasakan masyarakat (felt need) berasal dari representasi sosial terhadap bencana berupa konsep diri dan pola hungan dengan lingkungan, persepsi serta cara menghadapi bencana, yang kemudian muncul perlunya dorongan untuk kesiapsiagaan seperti pelatihan, informasi bencana, sarana prasarana dan koordinasi untuk melakukan persiapan kesehatan dan pemantauan wilayah. Pemenuhan normatif need dianggap masih minim. Oleh karena itu perlu ada upaya terintegrasi baik dari masyarakat maupun dukungan stakeholder untuk membangun kesiapsiagaan dalam pengurangan resiko bencana di afdeling Gunung Pasang

Background: Preparedness is an important steps in efforts to disaster risk reduction on vulnerable communities. Afdeling Gunung Pasang classified as disaster-prone areas in flashflood, so that the community requires preparedness. To develop the necessary preparedness in community needs analysis. The analysis includes assessing felt needs and fulfillment of normative needs, especially in the aspect of health for disaster risk reduction. In Indonesia, there are several criteria for fulfilling the health needs of disaster include the provision of clean water and sanitation, foods and clothing, health services, psychosocial services and shelters. Purpose: The main objective of this study was for knowing about the community needs to develop a community preparedness in health by felt needs and fulfillment normative needs to prevent flashflood disaster in Afdeling Gunung Pasang, Suci Village, Panti Sub-Regency, Distric of Jember Method: This was a qualitative study with phenomenological approach. The main informan were community of afdelling Gunung Pasang as well as, supporting informan were leaders of community, head of village office, stakeholder of community (Perusahaan Daerah Perkebunan) and stakeholder of disaster management (intitution of local government) in District of Jember. The main informan for focus group discussion were determined with purposive technique for 11 peoples. Data collecting by focus group discussion, in depth interview, and observation. To validate the data was by triangulation method and source. Result: Many kind of felt needs finding in community to develop a community preparedness in health. Study by social representation of community experience in disaster, community needs stimulus such as training emergency response, fulfillment tools, disaster information and coordination with stakeholder. The needs aims to health prevention and observing dangerous zone in afdeling Gunung Pasang.

Kata Kunci : banjir bandang, kebutuhan komunitas, kesiapsiagaan kesehatan, afdeling Gunung Pasang, Indonesia

  1. S2-2015-323622-abstract.pdf  
  2. S2-2015-323622-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-323622-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-323622-title.pdf